Manado, Barta1.com – Konstestan Liga 2 Indonesia, Sulut United FC satu-satunya klub sepak bola profesional asal Sulawesi Utara memperkenalkan seragam baru yang akan digunakan selama berkompetisi musim 2022/2023.
Menarik, ternyata Sulut United FC masih melanjutkan kerjasama dengan brand apparel Mills sebagai sponsor penyedia kebutuhan perlengkapan olahraga di musim ini. Mills juga merupakan apparel yang digunakan oleh tim nasional Indonesia.
Manajer Sulut United FC, Muhammad Ridho menyampaikan manajemen memperkenalkan tiga pasang seragam baik untuk pemain maupun penjaga gawang. Adapun setiap desain jersey memiliki filosofi masing-masing.
Jersey home dengan perpaduan warna biru muda – hitam – hitam tak jauh beda dengan jersey musim-musim sebelumnya terinspirasi dari keindahan laut Sulawesi Utara yang begitu luas serta kaya akan keanekaragaman hayati yang tidak pernah lepas dari kehidupan masyarakat sejak dulu hingga sekarang.
“Sulut United FC hadir di tengah masyarakat Sulawesi Utara untuk menjadi sebuah kebanggaan di kancah sepak bola Indonesia layaknya laut yang ada di Sulawesi Utara yang begitu tersohor hingga penjuru dunia dan menjadi kebangaan warga Nyiur Melambai,” ujar Muhammad Ridho, Minggu (28/8/2022).
Lalu apa filosofi jersey away? Dengan warna unik all pink, sangat eksentrik terinspirasi dari keunikan dan keberagaman suku, adat, agama, budaya yang saling hidup berdampingan dan menjadi kekuatan masyarakat Sulawesi Utara.
“Dengan filosofi dan keunikan ini yang melekat kuat pada karya ini menjadi jersey away Sulut United FC akan sangat berbeda saat pemain berada di tengah lapangan hijau dalam blantika industry sepak bola profesional Indonesia,” katanya.
Sedangkan jersey ketiga serba putih yang dipadukan dengan gradasi pola segitiga yang terinspirasi dari pegunungan serta gelombang laut yang merupakan anugerah Tuhan yang Maha Kuasa bagi warga Sulawesi Utara agar bisa dimanfaatkan dan dikelola dengan baik.
“Pola ini juga diambil dari logo Sulut United FC yang menonjolkan unsur gunung dan laut yang menjadi represetasi alam Sulawesi Utara,” imbuh Muhammad Ridho.
Peliput : Agustinus Hari


Discussion about this post