Manado,Barta1.com — Anggota DPRD Sulut Dapil Bolaang Mongondow Raya (Bolmong), Yusra Alhabsyi meminta Pemprov Sulut untuk bisa memecahkan persoalan wilayah dengan angka kemiskinan yang masih tinggi.
“Menurunkan kemiskinan tidak harus semua merata untuk diperhatikan . Yang kami tekankan di sini ialah daerah yang angka kemiskinan tinggi itu diperhatikan terlebih dahulu,” ungkap Alhabsyi kepada Barta1.com, Senin (15/08/2022).
Perhatian tersebut menurut dia bertujuan untuk kesinambungan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, atau mengurangi angka kemiskinan.
“Saya melihat hal ini tidak menjadi faktor utama. Saya berharap tahun depan metodenya harus diubah,” jelasnya.
“Bukan melihat asas keadilan wilayah, tetapi pada sisi fakta di lapangan daerah mana angka kemiskinan paling tinggi itu diprioritaskan,” ucapnya.
Kedua, bantuan-bantuan dari Dinas sosial jangan hanya dalam bentuk satu bantuan. Jangan semua bantuan catering atau bengkel. Seharusnya didorong pada pemberdayaan masyarakat contohnya tenaga bantuan pencari kerja.
“Kita melihat saat ini angka pencari kerja sangat tinggi dari umur 17 sampai 35 tahun, jika dirata-ratakan sudah 50%,” cetusnya.
Menurutnya, paling terpenting memperhatikan pemberian bantuan masyarakat ini, yakni mereka pencari kerja. Jadi, tidak karena orang tuanya miskin diperhatikan, tetapi anaknya juga harus diperhatikan,” terangnya.
“Saya meminta kepada pemerintah provinsi Sulut untuk memerhatikan itu, karena kelompok milenial saat ini angka penganggurannya sangat tinggi,” tambahnya.
Alhabsyi menambahkan, sebenarnya pemerintah Provinsi Sulut sudah ada solusinya dengan perda inisiatif terkait kemiskinan dan anak terlantar. Perda itu bisa menfasilitasi masalah ini, tinggal bagaimana pemerintah Provinsi Sulut lebih cepat dan tegas lagi ke Kabupaten/Kota untuk bisa mendorong hal tersebut.
Peliput : Meikel Pontolondo


Discussion about this post