Manado, Barta1.com – DPRD Sulut kembali menggelar rapat paripurna dengan agenda mendengarkan pidato kebangsaan Presiden RI, Joko Widodo, di Ruang Paripurna DPRD Sulut, Selasa (16/8/2022). Paripurna dibuka langsung Ketua DPRD Sulut, Fransiskus Andi Silangen, dengan mengikuti waktu pelaksanaan sidang tahunan MPR, DPD dan DPR RI melalui siaran TV TVRI, di Gedung Nusantara MPR, DPD, DPR RI, Jakarta.
“Paripurna mendengarkan pidato kebangsaan dari Presiden RI dibuka dan terbuka untuk umum,” ungkap Silangen.
Presiden RI, Joko Widodo pada pidatonya mengungkapkan Indonesia mendapatkan apresiasi sebagai negara yang berhasil mengatasi pandemi dan memulihkan ekonominya begitu cepat. “Pemulihan ekonomi Indonesia adalah trend yang semakin kuat. Tumbuh 5,01% di triwulan pertama tahun 2022, dan menguat signifikan menjadi 5,44%. Sektor-sektor strategis seperti menu faktur dan perdagangan tumbuh secara ekspansif didukung oleh konsumsi masyarakat yang mulai pulih, dan solidnya kinerja ekspor,” ujarnya.
Menurutnya, neraca perdagangan mengalami surplus selama 27 bulan berturut-turut. Sektor menu faktur yang mengalami pemulihan kuat menopang tingginya ekspor nasional, hal ini mencerminkan keberhasilan strategi industri yang dijalankan sejak tahun 2015. “Tingginya kinerja ekspor akibat didukung oleh sektor pertambangan seiring dengan meningkatnya angka komoditas Global. Sektor transportasi dan akomodasi yang paling berdampak pandemi mulai mengalami pemulihan. Masing-masing tumbuh 21,3% dan 9,8% pada triwulan 2 tahun 2022,” ucapnya.
Kemudian, nilai tukar rupiah bergerak di Rp. 14.750 ribu rupiah per US dolar. Rata-rata suku bunga surat utang negara 10 tahun di prediksi pada level 7.85%. Harga Minyak mentah ICP diperkirakan akan berkisar pada 90 U.S dolar per Baller. Disisi lain setting minyak dan gas bumi masing-masing mencapai 662.000 Baller perhari, dan 1,05 juta Beller setara dengan minyak perhari.
“Arsitektur APBN di tahun 2023 harus mampu meredamkan keraguan, membangkitkan optimisme dan mendukung pencapaian target pembangunan. Namun, tetap dengan kewaspadaan dan kehati-hatiaan yang tinggi,” terangnya.
Lanjutnya, APBN harus terus berperan sebagai motor penggerak pertumbuhan, dan instrumen kontra siklus, karena itu konsolidasi fiskal yang berkualitas terus dilakukan, sebagai bentuk komitmen pemerintah untuk menjaga agar fiskal tetap sehat serta mampu melakukan pemulihan yang kuat.
“Strategi yang akan kita tempuh kedepannya, APBN akan diutamakan pada agenda utama yakni penguatan kualitas SDM unggul, produktif, inovatif, dan berdaya saing melalui peningkatan kualitas pendidikan dan sistem kesehatan, serta akselerasi dan reformasi perlindungan sosial. Kedua, akselerasi pembangunan infrastruktur pendukung tranformasi ekonomi, khususnya bidang energi, pangan, konektivitas, teknologi informasi dan komunikasi. Ketiga, pemantapan aktivitas implementasi reformasi birokrasi dan penyederhanaan regulasi,” cetusnya.
Sambungnya, empat, pelaksanan revitalisasi industri dengan mendorong aktivitas ekonomi yang bernilai tamba tinggi dan berbasis pada ekspor. Kelima, mendorong pembangunan dan pengembangan ekonomi hijau.
“Tahun 2023 merupakan momentum untuk melaksanakan konsolidasi fiskal yang berkualitas, agar pengelolaan fiskal tetap menjaga keseimbangan antara kemampuan kontra siklus dengan upaya pengendalian resiko pembiayaan. Konsolidasi dan reformasi fiskal harus menyeluruh, bertahap dan terukur,” tambahnya.
Diakhir pidatonya, Presiden RI mengajak masyarakat Indonesia bersatu padu untuk Indonesia Maju. Indonesia pulih lebih cepat, bangkit lebih kuat. “Dirgahayu Republik Indonesia ke 77, dirgahayu negeri Pancasila. Merdeka,” tutupnya.
Rapat paripurna dengar pidato kebangsaan Presiden RI, yang digelar DPRD Sulut dihadiri oleh Gubernur Sulut, Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Sulut, Steven OE Kandouw berserta Forkopimda Sulut.
Peliput : Meikel Pontolondo


Discussion about this post