Manado, Barta1.com – Setiap orang tua akan terus berjuang demi kebutuhan anak-anaknya, apalagi pendidikannya. Itulah yang diperjuangkan Olivya Imbar (45) setelah kepergian suaminya Jeffrey Tommy tahun 2006.
Mencukupi kebutuhan sehari-hari sebagai tulang punggung keluarga adalah karunia baginya. “Sebagai seorang ibu saya harus mencukupi kebutuhan sehari-hari dengan berjualan keliling. Produk yang dipasarkan saat itu adalah pakaian, mengingat tahun kemarin tidak secanggih saat ini yang semuanya bisa melalui media sosial,” ungkapnya kepada Barta1.com, Jumat (10/06/2022).
“Papa Gisel meninggalkan kami berdua sejak tahun 2006 di Makasar, sebelum balik di Kota Manado kami tinggal di Makasar,” ujar Olivya sembari menyebut almarhum Jeffrey Tommy seorang pengusaha optik kacamata di Makassar.
“Kehidupan kami dahulunya sangat berkecukupan dengan hasil usaha Papa Gisel. Saat ia pergi dari kehidupan kami, semua berubah jauh,” jelas Olivya.
Sambung Olivya, dirinya tidak akan menyerah untuk menjalani kehidupannya bersama Gisel. “Saat di Kota Manado, Gisel saya daftarkan di sekolah SD Mitra, kemudian SMP Eben Haezar, dan SMA N. 7 Manado, disana ia dilatih berbahasa Inggris sejak kecil. Untuk SMP Eben Haezar biaya sekolahnya sering dibantu Kaka dari Alm. Suami saya, dan kaka tirinya. Untuk kebutuhan kami ada yang sering membantu, apalagi pendidikan Gisel,” tuturnya.
“Saat Gisel menginjak bangku SMA, dia sudah mandiri dengan ikut bekerja paruh waktu di setiap acara pernikahan. Hasil dari Pekerjaan itu, ia gunakan untuk jajannya di sekolah,” imbuhnya.
Menurutnya selain mandiri, Gisel suka mencari tau hal-hal yang baru secara otodidak seperti bahasa Mandarin dan Korea. “Saya sangat mendukung setiap proses yang dilakukan oleh Gisel. Apalagi saat ini, ia lolos mengikuti perkuliahan satu semester ke Korea, sebagai orang tua hanya bisa berpesan untuk terus berdoa kepada Allah agar selalu dilindungi, dan membawa diri dan menyesuaikan dengan keadaan di Korea,” cetusnya.
“Sebagai orang tua pasti berbangga dengan hasil yang didapatkan oleh anaknya,” ucap seorang ibu yang setiap harinya menjalankan usaha kue.
“Untuk saat ini, mencukupi kebutuhan keluarga saya berjualan kue. Bersyukur biaya sekolah Gisel diringankan dengan beasiswa Bidikmisi,” terangnya.
Gisel Tommy adalah mahasiswa Jurusan Administrasi Bisnis (AB), Program Studi (Prodi) Manajemen Bisnis (MB) Polimdo, ia salah satu dari 5 mahasiswa Polimdo yang lolos mengikuti beasiswa Indonesian Internasional Vocational Student Mobility Awards (IIVOSMA) dari kementrian pendidikan, Kebudayaan, riset dan teknologi (Kemendikbud Ristek) selama satu semester.
“Saya ingin menjadi seorang pengusaha. Dan Ingin melanjutkan perjuangan papa. Saat dipercayakan mengikuti kuliah satu semester di Woosong University South Korea, akan saya manfaatkan sebaik mungkin,” tegasnya.
Apalagi, bidang yang diambil adalah bisnis administrasi. “Saya berharap ketika kembali di kampus Polimdo bisa berbagi pengetahuan, dan membantu adik-adik untuk bisa mendapatkan kesempatan yang sama,” pungkas warga Tikala Kumaraka, Kecamatan Wenang, Lingkungan V, Kota Manado.
Peliput : Meikel Pontolondo


Discussion about this post