Sangihe, barta1.com – Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe, Johanis Pilat sepertinya tak kehabisan ide membumikan literasi di Kepulauan Sangihe. Selasa (15/3/2022) kemarin ia menjalin kerja sama dengan Rotary Club of Surabaya Persada menyelenggarakan webinar literasi dengan mengusung tema “”Read Aloud” Sarana Membangkitkan Cinta Baca Sejak Dini”.
“Read Aloud atau membaca nyaring adalah sebuah aktivitas sederhana, dimana seseorang menyisihkan sedikit waktunya untuk membacakan cerita kepada anak secara rutin dan terus menerus yang berdampak membuat anak biasa mendengar, mau membaca, dan akhirnya bisa membaca. Aktivitas ini sangat penting untuk membangun pengetahuan yang dibutuhkan ketika membaca,” Jelas Abednego Permata selaku President Rotary Club of Surabaya.
Melalui kegiatan ini, urainya, anak-anak akan terbiasa mendengar dan mendapatkan banyak kosakata. Kosakata-kosakata tersebut nantinya merupakan modal bagi anak untuk bisa berbicara, membaca, dan menulis.
Sementara tempat dan situasinya pun bisa kapan saja dapat dilakukan dimana saja. “Bisa di rumah, saat hendak tidur, sepanjang perjalanan berkendara, menunggu pesawat atau kereta api, atau saat menunggu antrian dokter. Yang perlu diperhatikan adalah frekuensi dan konsistensi melakukan Read Aloud. Rutinitas adalah kunci utama keberhasilannya,” Jelasnya melalui pengantar kegiatan tersebut.
Kurang lebih 100 peserta, terdiri dari pimpinan instansi, orang tua, PPA, LKP Sangihe Learing Center sangat antusias mengikuti webinar tersebut. Mereka tergabung melalui media zoom masing-masing dan ada yang mengikuti secara bersama melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kepulauan Sangihe.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe, Johanis Pilat menaruh apresiasi yang tinggi atas terlaksananya giat Read Alout tersebut. “Konteks Read Aloud ini sebenarnya adalah bercerita. Nah terkait ini, kita punya akar tradisi budaya yaitu Mebio, dimana orang tua bisa mentransfer pemahaman ajaran kepada anak-anak maupun pemimpin kepada rakyatnya,” terangnya.
“Hal yang strategis bagi kami Dinas Perpustakaan membangun kolaborasi dengan Rotary Club ini, mengingat kegiatan ini sangat berdampak positif ini harus diambil cepat. Saya lihat bahwa kegiatan yang bisa meyakinkan masyarakat untuk meningkatkan atau peduli dengan kegemaran membaca itu adalah target utama kami di saat ini,” jelasnya lagi.
Sementara itu salah satu peserta Read Aloud, Celline Army Sandil bersama dengan anggota LKP Sangihe Learning center menyatakan bahwa kegiatan tersebut memiliki dampak yang sangat luar biasa bagi anak-anak di Sangihe.
“Banyak informasi yang didapat sekaligus ilmu bagaimana mendekatkan diri kepada anak sambil melatih imajinasinya sejak dini lewat membacakan cerita-cerita. Intinya kegiatan ini sangat baik karena bertujuan membangkitkan cinta baca pada anak sejak dini,” ujar Ibu satu anak ini.
Rotary International adalah organisasi pengabdian berskala internasional yang hadir di lebih dari 200 negara didunia dan berusia 117 tahun. Di Indonesia, Rotary terbagi dalam 2 (dua) Distrik atau wilayah, yaitu wilayah Indonesia Timur dan wilayah Indonesia Barat. Kami, Rotary Distrik 3420 ada di wilayah Indonesia Timur.
Sementara Rotary Club of Surabaya Persada yang dipimpin oleh Abednego Permata adalah club ke 11 yang berdiri di Surabaya tanggal 15 Mei 2019. Club ini fokus ke bidang pendidikan & literasi, kesehatan ibu dan anak, serta perdamaian dunia melalui pemberdayaan generasi muda. Melalui webinar berkolaborasi dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Sangihe, mereka juga mendonasikan buku untuk Perpustakaan di Kepulauan Sangihe.
Peliput : Rendy Saselah


Discussion about this post