• #12328 (tanpa judul)
    • Indeks Berita
  • Contact
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Kebijakan Privasi
  • Laman Contoh
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Talaud
  • Webtorial
Minggu, Mei 31, 2026
  • Login
Barta1.com
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
Barta1.com
No Result
View All Result
Home Fokus

Anak dan Gawai

by Redaksi Barta1
30 Oktober 2021
in Fokus, Opini
0
Foto oleh mohamed abdelghaffar dari Pexels

Foto oleh mohamed abdelghaffar dari Pexels

0
SHARES
49
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh:
Nur Evira Anggrainy*

Sejak pandemi Covid-19 mengguncang seluruh dunia, aktivitas di luar rumah menjadi berkurang, termasuk aktivitas pembelajaran yang biasanya diadakan di sekolah, akhirnya harus berpindah di dalam rumah. Hal tersebut menjadikan interaksi anak dengan gawai atau biasa dikenal dengan smartphone, menjadi lebih sering dan intens, sebab learning from home mengharuskan para guru menyediakan pembelajaran secara daring atau online.

Pertemuan pembelajaran menggunakan aplikasi zoom, whats up dan google meet bukan lagi sesuatu yang asing dilakukan oleh anak. Mereka memang dituntut untuk berhadapan dengan berbagai aplikasi agar dapat menunjang pembelajaran dan tidak ketinggalan mendapatkan ilmu sesuai jenjang kelas. Namun, pembelajaran secara daring juga meninggalkan sejumlah pekerjaan rumah bagi para orang tua.

Pekerjaan rumah ini berupa kontrol terhadap intensitas penggunaan gawai pada anak. Setelah belajar daring, biasanya anak kembali melepas penat dengan melanjutkan penggunaan gawai tersebut. Mereka bermain game, menonton video, atau berselancar di media sosial. Aktivitas fisik seolah ditinggalkan, dan hanya fokus memanjakan mata dengan melihat berbagai hiburan yang ditawarkan dalam gawai tersebut.

Padahal ada beberapa rambu-rambu yang perlu diperhatikan oleh orang tua terhadap generasi alpha ini. Bila ditinjau dari segi jenjang pendidikan, generasi alpha biasanya masih berada pada jenjang tingkat Sekolah Dasar. Generasi ini juga sering disebut sebagai generasi digital native. Pengertian dari digital native adalah generasai yang telah mengenal internet sejak usia dini sehingga fasih dalam menggunakan teknologi dan mudah memahami kebaruan yang ada pada internet. Meskipun anak merupakan generasi yang fasih dalam menggunakan internet, tentu saja rambu-rambu berupa pengawasan orang tua, harus tetap dilakukan.

Pertama, mengetahui jadwal pembelajaran yang diberikan oleh sekolah, serta mengetahui apakah ada pekerjaan rumah yang diberikan oleh pihak sekolah. Meskipun orang tua disibukkan dengan berbagai aktivitas, misalnya aktivitas mencari nafkah untuk keluarga ataupun sibuk dengan pekerjaan rumah tangga. Namun, diharapkan tetap meluangkan waktu untuk bertanya dan memperhatikan aktivitas pembelajaran daring anaknya. Apabila dimungkinkan, damping anak selama pembelajaran daring berlangsung.

Kedua, Jangan lupa untuk memasang perangkat berupa parental control software, agar anak aman selama berinteraksi ataupun berselancar di internet. Terkadang yang patut dikhawatirkan adalah ketika muncul konten-konten pornografi yang mengiklankan sesuatu. Meskipun konten-konten pornografi tidak dicari, tetapi ia malah muncul sendiri dan mengganggu secara tiba-tiba. Jangan lupa untuk mengajarkan pula kepada anak untuk meninggalkan situs-situs yang tidak pantas dan membuat mereka tidak nyaman melihat situs tersebut.

Ketiga, karena interaksi dengan gawai menjadi cara berkomunikasi dengan individu lain selama pandemi covid-19, perlu pula dipahamkan kepada anak bahwa memiliki akun di media sosial diberbagai platform diperbolehkan ketika berusia 12 atau 13 tahun. Apabil sudah cukup umur, maka orang tua wajib memberikan pemahaman mengenai aktivitas di media sosial yang dapat dilakukan oleh anak. Seperti, tidak sembarangan merencanakan pertemuan dengan orang yang tidak dikenal, memposting hal-hal pribadi yang sensitif dan melanggar norma, berteman dengan orang yang tidak dikenal, serta lakukan pengaturan privacy agar tidak semua orang diluar pertemanan dapat melihat profil maupun postingannya.

Keempat, screentime atau batasan waktu dalam menggunakan internet. Anak biasanya sangat menyukai game sebagai sarana hiburan ketika pembelajaran daring selesai dilakukan. Bermain game terkadang membuat anak lupa waktu. Padahal diperlukan ketegasan orang tua mengenai batasan waktu anak dalam bermain game maupun aplikasi hiburan lainnya. Hal tersebut agar kesehatan mata dan tubuh anak tetap terjaga, jangan sampai ia menjadi lupa makan karena hanya fokus pada gawai. Dikhawatirkan pula apabila anak telah kencanduan berinteraksi dengan gawai, mengakibatkan sisi emosionalnya terganggu. Misalnya, ia dapat melakukan tindakan agresif ketika orang tua mencoba untuk menghentikan atau melarang penggunaan gawai tersebut.

Kelima, hati-hati cyberbullying. Interaksi dengan gawai merupakan salah satu cara berkomunikasi anak dan cara untuk mengetahui yang terjadi di dunia luar. Namun, patut diwaspadai pula adanya cyberbullying atau perundungan yang terjadi di dunia maya. Perlu diketahui bahwa bercanda berbeda dengan bullying. Bercanda terjadi ketika keduabelah pihak merasa bahwa hal tersebut lucu dan dapat ditertawakan bersama tanpa ada rasa sakit hati, tetapi untuk tindakan bullying adalah ketika hanya salah satu pihak saja yang merasa hal tersebut lucu dan pihak lain yang dijadikan sebagai objek merasa sakit hati. Orang tua diharapkan aware dan perhatian kepada anak agar ketika anak menjadi korban cyberbullying, ia memiliki tempat yang tepat untuk mengadukan masalahnya dan dapat diarahkan tindakan apa yang bisa diambil ketika ia terluka saat menjadi korban.

Rambu-rambu yang telah disebutkan di atas, dapat menjadi acuan bagi orang tua kepada anaknya, sehingga anak dapat menggunakan gawai dengan sehat dan aman. Meskipun sebagian sekolah telah menerapkan PTM (Pertemuan Tatap Muka), dan ada pula sekolah yang masih menggunakan sistem pembelajaran daring. Namun, selalu dibutuhkan kesigapan dan kesiapan orang tua untuk belajar mengontrol serta mengawasi anak dalam penggunaan gawai. (**)

Penulis adalah Dosen IAIN Manado

Referensi
Azizah, Leni Nurul., dkk. (2021). Modul pelatihan: aku cerdas berinternet. Jakarta: Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.
Donny, dkk. (2016). Seri pendidikan orang tua: internet aman. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Barta1.Com
Tags: belajar onlineCovid-19gawaiSmarthphone
ADVERTISEMENT
Redaksi Barta1

Redaksi Barta1

Next Post
Friscilla Waani, Driver Gojek Perempuan Berjuang demi Anaknya Berkebutuhan Khusus

Friscilla Waani, Driver Gojek Perempuan Berjuang demi Anaknya Berkebutuhan Khusus

Discussion about this post

Berita Terkini

  • Menindaklanjuti Rekomendasi BPK RI, Pemda Talaud Ambil Langkah Kilat 31 Mei 2026
  • Perkuat Sinergitas, Plt Bupati Sitaro Antar Kepulangan Mensesneg saat Kunker di Sulut 30 Mei 2026
  • Dampingi Kunker, Kepala SMA Taruna Nusantara Kampus Langowan Puji Mensesneg 30 Mei 2026
  • Pemkab Sangihe Kembali Raih Opini WTP, Pertahankan Tradisi Tata Kelola Keuangan yang Akuntabel 29 Mei 2026
  • Pemkab Sitaro Kembali Raih Opini WTP dari BPK RI, Ini Apresiasi Plt Bupati 29 Mei 2026

AmsiNews

  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In