• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Sabtu, April 18, 2026
  • Login
Barta1.com
  • Home
  • News
    • Daerah
    • Talaud
    • Kotamobagu
    • Edukasi
    • Nasional
    • Barta Grafis
    • Prodcast
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Daerah
    • Talaud
    • Kotamobagu
    • Edukasi
    • Nasional
    • Barta Grafis
    • Prodcast
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
Barta1.com
No Result
View All Result
Home SWRF

Johanis Pilat dan Gagasan Sangihe Writers & Readers Festival

by Iverdixon Tinungki
24 September 2021
in SWRF
0
Kepala Dinas Perpustakaan Sangihe Johanis Pilat

Kepala Dinas Perpustakaan Sangihe Johanis Pilat

0
SHARES
621
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Catatan:
Iverdixon Tinungki

Bertemu Johanis Pilat seakan bertemu Fransisco Pizarro. Kesamaan keduanya adalah keyakinan mereka akan kemampuan kognitif manusia sebagai pembimbing sebuah peradaban menjadi unggul.

Teras cafe Formosa terletak di lantai 3 Hotel itu di kompleks Bahu Mall Manado, sore di awal September 2021 nampak lengang untuk ukuran hari-hari yang sibuk. Protokol Covid-19, membuat orang-orang duduk dalam kerumunan kecil dengan jarak agak berjauhan, kendati itu ruang terbuka. Selain bau kopi yang terbaun wangi, ada hal lain yang menakjubkan. Hari itu pemandangan bibir Pasifik memerah saat matahari terbenam, dan angin laut terasa lembut mulai berhembus. Dalam sore semacam itulah saya bertemu Jahanis Pilat.

Untuk ukuran birokrat, lelaki 50-an tahun itu tak menduduki posisi tinggi-tinggi amat di pemerintahan Sangihe. Bahkan dalam amatan masyarakat kebanyakan, posisi Kepala Dinas Perpustakaan bukanlah tempat “basah” dibanding pos-pos jabatan lain. Namun Bupati Jabes Gaghana, dan Sekretaris daerah, Harry Wolff, mempercayai dia menjadi penggerak utama Sangihe Writers & Readers Festival (SWRF) 2021. Di situlah sisi menariknya.

Sebagaimana gagasan mulia ikut meletakan fondasi yang kuat bagi pembangunan kognitif manusia Indonesia, SWRF adalah sebuah afirmasi. Semacam impian suci kendati datangnya dari daerah pinggir Indonesia. “Dari Sangihe kami ingin menyampai pesan-pesan peradaban bagi dunia. Begitu salah satu tagline SWRF,” kata dia.

Dan Johanis Pilat nampak gembira sore itu. Ia gembira menunaikan tugas yang dipercayakan atasannya. Sebagaimana Pizarro, yang gembira memimpin pasukan kecilnya menuju medan perang melawan puluhan ribu pasukan Inka. Sebuah kegembiraan yang hanya dimiliki oleh mereka yang paham akan pentingnya makna kemampuan kognitif yang harus dimiliki seorang manusia.

Ia jenis gambaran manusia yang tak mungkin terbelenggu oleh keterbatasan. Ia meyakini, upaya menyelamatkan sejarah kebudayaan suatu komunitas hanya bisa dihasilkan atau direproduksi oleh kemampuan para agen sebagai skriptor atau kreator yang mengampu dinamika dan aktualitas kebudayaan tersebut. “Itulah titik penting Sangihe Writers & Readers Festival 2021,” ungkapnya.

Sambil membayangkan sebuah masa yang diramaikan kaum muda yang gemar membaca dan menulis, kalimat pertama yang ingin saya katakan saat bertemu Johanis Pilat yaitu, “Gagasan yang melatari SWRF 2021 adalah sebuah ide jenius.” Kalau bukan jenius bagaimana mungkin hari ini tiba-tiba dunia literasi Indonesia menoleh ke Sangihe. Dan Sangihe diperbincangkan di berbagai belahan Nusantara, bahkan dunia.

Selebihnya, menurut saya, gagasan SWRF tak mungkin muncul dari sanubari yang dangkal, sanubari yang hanya terpikat kilau kebendaan, kilau kekuasaan sementara. Sederhananya, gagasan jenius semacam ini adalah gerakan sukma orang-orang yang punya impian mulia memanusiakan manusia. Gerakan sukma pemerintahan yang menempatkan manusia di tempatnya yang mulai sebagai makhluk berbudaya dan berakal budi, sebagaimana pandangan mazhab pragmatisme, John Dewey.

Dan yang sedang terjadi dalam SWRF 2021 saat ini, tak lain wujud dari impian jenius itu, yaitu sebuah gerakan menghimpun keberserakan kebudayaan lisan (oral tradition) yang dimiliki oleh suatu komunitas yang dicapai dengan mewujudkan kanonisasi dari tradisi lisan (orality) dan keberaksaraan (literacy).

Tak seperti lazimnya kegiatan festival semacam yang penyelenggaraannya harus terkumpul dalam sebuah ruang atau tempat tertentu. SWRF yang sedang berlangsung sejak Agustus dan akan berpuncak pada Oktober 2021 justru memilih media sosial dan media mainstream dan sarana virtual sebagai pusat gerakan. Para penulis diajak menulis, masyarakat diberi dan digerakan menuju ruang baca, para cendekiawan diundang dalam beragam bincang lewat meeting online, pelajar dan mahasiswa diberi sarana diskusi virtual, buku-buku diterbitkan. Kesenian dipentaskan, dan beragam kegiatan lain ikut menyemarakan festival negeri perbatasan yang “Puji Tuhan” masih merasa tak terbataskan ini.

Bila diandaikan perpustakaan, SWRF adalah jelmaan perpustakaan raksasa tempat manusia mengingat masa lalu dan menuliskan masa depannya. Di sana semua berlangsung dalam semangat egaliter, di mana manusia merayakan kemanusiaanya dalam apa yang disebut St. Thomas Aquinas, sebagai makhluk paling sempurna dalam seluruh alam. Makhluk yang tahu semua tempat memiliki warna. Tapi mereka yang tak menyukai buku, hanya punya dua pilihan yaitu: hitam atau putih, dan menghabiskan usia dengan sebuah pertanyaan: Bagaimana rasanya menjadi pintar? Sementara orang pintar selalu menjadi seseorang yang merasa diri bodoh. Dengan alasan itulah ia menggemari beragam bacaan, dan menuliskan pandangan-pandangannya.

“Tanpa buku, bagaimana peradaban bisa maju? Tanpa membaca bagaimana manusia bisa menjadi pribadi yang unggul? Tanpa menulis bagaimana waktu bisa terus berjalan,” demikian Johanis Pilat menegaskan tugas yang diembannya sebagai ruang literasi tempat manusia mempertajam kemampuan kognitifnya.

Kembali kepada Pizarro. Andaikata Fransisco Pizarro di tahun 1532 tak meyakini kemampuan seratusan prajurit yang dipimpinnya sebagai tentara yang unggul, bagaimana ia bisa mengalahkan puluhan ribu pasukan Inka, Peru. Namun sejarah membuktikan, ketika itu kemenangan ada pada Pizarro yang mengandalkan kemampuan kognitif dan teknologi persenjataan melawan puluhan ribu personil pasukan Inka dengan perlengkapan perang tradisional.

Di awal pertempuran banyak pihak meragukan keyakinan Fransisco Pizarro akan kemenangan. Seratusan prajurit melawan puluhan ribu tentara Inka bukanlah medan laga yang seimbang. Namun Pizarro teguh pada pengetahuan, pemahaman, penerapan, analisis, sintesis, dan evaluasi yang menjadi strategi perangnya. Ini yang disebut kemampuan akal atau kemampuan kognitif manusia. Tanpa itu, puluhan ribu prajurit hanyalah mimpi buruk di atas sebuah medan perang.

Begitu di teras cafe Formosa, sore di awal September 2021 itu, sambil menyeruput kopi bersama Johanis Pilat, saya jadi ingat kalimat puitis Najwa Shihab: “Terpujilah mereka yang gigih sebarkan bahan bacaan, kepada mereka yang haus ilmu pengetahuan. Merekalah yang menyodorkan jendela dunia, agar anak-anak bangsa dapat berpikir seluas cakrawala”. (*)

Barta1.Com
Tags: Johanis PilatSWRF
ADVERTISEMENT
Iverdixon Tinungki

Iverdixon Tinungki

Jurnalis dan sastrawan. Pendiri dan Editor senior di Barta1.com

Next Post
Ada 11 Kepala Desa yang Akan Dilantik Pekan Ini

Ada 11 Kepala Desa yang Akan Dilantik Pekan Ini

Discussion about this post

Berita Terkini

  • Usai Turnamen Catur Daerah, Kepala BNNP Sulut Tatap Event Nasional 18 April 2026
  • Halal Bihalal Jurusan AB Polimdo: Merajut Kebersamaan dalam Keberagaman 18 April 2026
  • WALHI Sulut Perkuat Gerakan Lingkungan, 18 Peserta Ikuti Pelatihan Community Organizer 2026 17 April 2026
  • Pegadaian Gelar “Mengetuk Pintu Langit”, Wujud Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan 17 April 2026
  • Anak Aniaya Ibu Kandung hingga Meninggal, Polisi Tindak Cepat Amankan Pelaku 17 April 2026

AmsiNews

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

No Result
View All Result
  • #12328 (tanpa judul)
    • Indeks Berita
  • Contact
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Kebijakan Privasi
  • Laman Contoh
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Talaud
  • Webtorial

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In