Grup C, Stadion Johan Cruijff Arena, Amsterdam
Senin 14 Juni 2021, Pukul 03.00 Wita
Siaran Langsung MNC TV, Mola TV
Ada dua faktor yang bisa menyebabkan kekecewaan pendukung fanatik Belanda pada laga Grup C, kontra Ukraina, Senin (14/06/2021) pukul 03.00 Wita. Pertama, soal Frank de Boer yang akan mencoba formasi 5-3-2, kemudian keroposnya lini belakang de Oranje tanpa kehadiran Mathijs de Ligt dan Virgil van Dijk.
Format 5-3-2 memang bukan ciri khas Total Football yang diperkenalkan Marinus Michels bertahun lampau. Belanda sejatinya pengguna empat pemain belakang, tiga tengah dan tiga di depan. Dengan pola seperti itu, kendati mereka hanya sekali merengkuh titel juara Eropa tiga dekade silam, tapi de Oranje menawarkan permainan menyerang yang indah.
Tetapi de Boer sudah terang-terangan membuka pada media bahwa dia akan menggunakan 5-3-2 dalam laga pembuka Grup C tersebut. Tak peduli bahwa formasi itu sedikitnya gagal diuji coba saat menjamu Skotlandia di pertandingan persahabatan, awal Juni ini. Saat itu laga berkesudahan dengan skor 2-2. Memphis Depay yang menjadi tumpuan di lini depan bisa menyelamatkan muka Belanda, menyusul semua gol yang diborongnya. Itu pun dia beberapa kali salah pengertian dengan pemain lain.
Soal lini belakang, semaunya terbuka jelas ketika Belanda dipermak Turki 4-2, saat memainkan partai Kualifikasi Piala Dunia 2022 di Stadion Ataturk Istambul, Maret lalu. Saat itu pertahanan yang digalang de Ligt dan Daley Blind diobrak-abrik penyerang Turki Burak Yilmaz. Pun nanti kontra Ukraina, de Ligt masih diragukan turun, akibat cedera. Otomatis de Boer akan mengandalkan Stefan de Vrij dan bek belia Ajax, Jurrien Timber.
Tentu saja ada masalah bila terjadi kekosongan pada lini belakang. Pelatih Ukraina, Andrij Shevchenko tahu bagaimana mengalirkan bola dengan kolektivitas tinggi khas Eropa Timur. Sheva, begitu namanya dipanggil suporter AC Milan saat masih menjadi penyerang klub itu, juga membawa timnya menyerang dengan cepat.
Dan Belanda, tanpa nama-nama besar seperti yang biasanya mengisi skuad tim nasional setiap era, berharap harus kembali menemukan panggungnya seperti masa keemasan Basten-Gullit-Rijkaard, agar tahun ini tak lagi digelari juara tanpa mahkota. (*)
Penulis: Ady Putong
Belanda
Pelatih: Frank de Boer
Kiper: Marco Bizot (AZ), Tim Krul (Norwich), Maarten Stekelenburg (Ajax).
Belakang: Nathan Aké (Manchester City), Daley Blind (Ajax), ), Jurriën Timber (Ajax), Matthijs de Ligt (Juventus), Stefan de Vrij (Inter Milan), Denzel Dumfries (PSV), Patrick van Aanholt (Crystal Palace), Joël Veltman (Brighton), Owen Wijndal (AZ).
Tengah: Frenkie de Jong (Barcelona), Marten de Roon (Atalanta), Ryan Gravenberch (Ajax), Davy Klaassen (Ajax), Teun Koopmeiners (AZ), Quincy Promes (Spartak Moskva), Georginio Wijnaldum (Liverpool).
Depan: Steven Berghuis (Feyenoord), Luuk de Jong (Sevilla), Memphis Depay (Lyon), Cody Gakpo (PSV), Donyell Malen (PSV Eindhoven), Wout Weghorst (Wolfsburg).
Ukraina
pelatih: Andrij Shevchenko
Kiper: Georgiy Bushchan (Dynamo Kyiv), Andriy Pyatov (Shakhtar Donetsk), Anatolii Trubin (Shakhtar Donetsk)
Pemain bertahan: Oleksandr Karavaev (Dynamo Kyiv), Serhiy Kryvtsov (Shakhtar Donetsk), Mykola Matviyenko (Shakhtar Donetsk), Vitaliy Mykolenko (Dynamo Kyiv), Denys Popov (Dynamo Kyiv), Eduard Sobol (Club Brugge), Oleksandr Tymchyk (Dynamo Kyiv), Illia Zabarnyi (Dynamo Kyiv), Oleksandr Zinchenko (Manchester City)
Pemain tengah: Roman Bezus (Gent), Yevhen Makarenko (Kortrijk), Ruslan Malinovskyi (Atalanta), Marlos (Shakhtar Donetsk), Mykola Shaparenko (Dynamo Kyiv), Taras Stepanenko (Shakhtar Donetsk), Heorhii Sudakov (Shakhtar Donetsk), Serhiy Sydorchuk (Dynamo Kyiv), Viktor Tsygankov (Dynamo Kyiv)
Pemain depan: Artem Besedin (Dynamo Kyiv), Artem Dovbyk (Dnipro-1), Roman Yaremchuk (Gent), Andriy Yarmolenko (West Ham), Oleksandr Zubkov (Ferencváros)


Discussion about this post