Manado, Barta1.com – Tidak semua perempuan gemar melakukan pendakian gunung sejak remaja, apalagi jauh dari suasana rumah selama tiga hari ataupun lebih.
Namun, berbeda dengan Faudzia Anggrainy Rantung (19). Ia justru gemar mendaki gunung sejak umur 15 tahun. Anak kedua dari dua bersaudara, pasangan Steven Rantung dan Irmawati Abdullah.
Kepada Barta1.com, Sabtu (8/5/2021), perempuan kelahiran Manado, 21 Desember 2001 ini mengakui, sudah melakukan pendakian di 7 Gunung yang ada di Sulut. “7 gunung di Sulut sudah saya daki diantaranya Gunung Tampusu, Mahawu, Soputan, Payung, Lokon, Empung dan Klabat,” ungkapnya.
“Sejak umur 15 tahun, saya sudah gemar dengan namanya pendakian gunung. Karena di sana ada kedamaian dan sahabat yang benar-benar sahabat yang saya dapatkan,” kata Anggie sapaan akrabnya.
Ia menyebutkan, ciptaan Tuhan bisa didapatkan pula ketika berada di puncak pengunungan seperti keindahan dan kesejukan. Anggie juga menceritakan, gunung yang pertama kali ia kunjungi adalah Soputan, bersama teman-temanya ia melakukan pendakian dan mencoba beradaptasi dengan medan perjalanan, beban yang dipikul dengan keadaan yang begitu dingin. Namun, lama-kelamaan terbiasa dengan suasana yang ada.
“Dalam pendakian banyak proses yang akan kita dapatkan. Dimana kita harus menaklukkan medan perjalanan yang begitu menantang. Beban yang dipikul dengan keadaan yang begitu dingin, namun kita mencoba menghadapi keadaan ini dengan kesabaran dan kebersamaan, dan lama-kelamaan terbiasa dengan hal seperti ini,” tuturnya.
Kegemaran terhadap alam khususnya pengunungan sempat tidak disukai kedua orang tuanya. “Kedua orang tua tidak setuju dengan kegiatan mendaki seperti ini. Tetapi, berbagai cara dilakukan seperti mencari perhatian dan memohon kepada kedua orang tua agar bisa diijinkan,” ucapnya sembari tertawa.
Setiap melakukan perjalanan, ada hal yang selalu Anggie lakukan. Dimana dirinya mengingatkan teman-tema untuk tetap menjaga alam dengan tidak meninggalkan sampah di gunung atau menebang pohon secara liar. “Mari jaga kelestarian alam agar tetap indah. Jika kita mampu melestarikan alam, maka banyak manfaat yang kita ciptakan bagi sesama kita manusia, ucapnya sembari tersenyum,” ujarnya.
Dengan kegemarannya itu, perempuan lulusan SMA PGRI 3 Manado ini akhirnya memilih bekerja di Toko Paniki Teryx, took yang menjual alat-alat pendakian, yang beralamat di Wonasa Tanjung, tepatnya Sekretariat FKPA Manado.
Peliput : Meikel Pontolondo


Discussion about this post