Manado, Barta1.com – Dua srikandi di DPRD Sulut, Sandra Rondonuwu (Saron) dan Stella Runtuwene dorong Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut) untuk lebih memperhatikan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A).
Adalah penambahan anggaran dan alokasi anggaran yang tepat pada masyarakat. Hal itu disampaikan Saron dan Stella Runtuwene pada laporan keterangan pertanggungjawaban (LKPJ) Pemprov Sulut, Ruang Paripurna DPRD Sulut, Kamis (22/4/2021).
“Anggaran DP3A ini kelihatan sangat rendah hanya Rp 6 miliar lebih. Dimana di Sulut banyak kasus yang belum dapat ditangani dengan baik, baik perempuan dan anak,” ungkap Saron salah satu panitia khusus (Pansus) LKPJ Pemprov Sulut.
Ia menambahkan, ada keluarga yang sangat membutuhkan terkait otopsi, namun karena tidak ada uang tidak diotopsi, mengingat biaya otopsi mencapai Rp 15 juta. “Jangan pandang enteng ini dinas, jangan sama dengan dinas buangan. Tolong pemerintah perhatikan DP3A ini,” tambahnya.
Senada dengan Saron, Stella mengatakan program DP3A programnya sangat sedikit menyentuh masyarakat, dari anggaran Rp 6 miliaran lebih, hanya Rp 900 juta terealisasi bagi masyarakat.
“Anggaran yang kecil didapatkan DP3A Sulut sangat disayangkan, dikarenakan perempuan dan anak banyak yang harus dibangun dari bawah, terutama anak-anak. Anak-anak tonggak untuk ke depan, bangsa ini maju jika anak-anak dari bawah sudah dilatih menjadi lebih baik, tetapi bagi pemberdayaan perempuan, apalagi dinasnya hanya dapat anggaran segitu mau buat apa. Banyak hal yang akan dilakukan kedepannya. Terkait juga anggaran, saya mengimbau jangan sampai banyak kegiatan ke dinasnya sendiri, dibanding anggaran yang menyentuh masyarakat itu sendiri,” tuturnya.
Banyak masyarakat Sulut membutuhkan perhatian, baik kebutuhan anak, perlindungan anak serta pemberdayaan terhadap perempuan. “Saya berharap Pemprov Sulut lebih memperhatikan DP3A dan alokasi anggaranya bisa tersentuh langsung dengan masyarakat. Kiranya kepala dinasnya lebih fokus apalagi dari segi pendampingan kasus,” tambahnya.
Kadis DP3A Sulut, Mieke Pangkong mengaku setuju penambahan anggaran untuk DP3A. “Dan perlu diketahui untuk anggaran tahun 2020 banyak diretribusi, dan di tahun 2021 ini masih diretribusi lagi,” katanya.
Lanjut Mieke, dampak pandemi bukan hanya perempuan anak tetapi disemua sektor. “Kami tetap melaksanakan Kegiatan, jangan hanya melihat dari segi anggaran terbatas, tetapi lewat sosialisasi daring yang sering dilaksanakan,” pungkasnya.
Peliput : Meikel Pontolondo


Discussion about this post