Manado, Barta1.com – Kementerian Perdagangan kembali menandatangani perjanjian kerja sama untuk mendorong pemberdayaan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dengan group perhotelan Accor PT AAPC Indonesia (Persero) dan Pemprov Sulut. Penandatanganan disaksikan langsung Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag), Jerry Sambuaga, di Novotel Manado, Kamis (25/2/2021).
Penandatanganan perjanjian kerja sama dilakukan Idha Rustini selaku Direktur Penggunaan dan Pemasaran Produk Dalam Negeri, dan Kadis Perindustrian dan Perdagangan Sulut, Edwin Kindangen. Bersama pimpinan Wilayah 11 Manado PT BNI, Koko Prawira Butar-Butar, kemudian ada senior Vice President PT AAPC Indonesia, Adi Satria. Pada penandatanganan kerja sama ini, UMKM akan menjadi penyedia hotel. Selain itu, sebagai dukungan dalam mempromosikan produk UMKM, hotel secara periodik menyediakan ruang pamer di area yang strategis.
“Kegiatan ini menunjukkan Kemendag bersinergi pemerintah daerah dan pelaku usaha dalam memberikan keperpihakan kepada UMKM. Hal ini, dikarenakan UMKM merupakan landasan dari perekonomian Indonesia dan sebagai penggerak sektor perdagangan,” ungkap Jerry.
Ia berharap, kedepannya semakin bangga dengan produk buatan anak bangsa, karena Indonesia memiliki produk yang berkualitas dan berpotensi ekspor. Maka dari pada itu, harus memulai menggunakan produk Indonesia. “Menjadi kebanggaan bersama jika produk UMKM dapat menembus pasar ekspor. Hal ini sesuai dengan arahan Presiden RI Joko Widodo untuk meningkatkan ekspor nasional, salah satunya dengan mengidentifikasi produk yang potensial, terutama produk-produk UMKM,” tuturnya lagi.
Kemudian pada laporan pihak Perdagangan Dalam Negeri, Idha Rustini menyampaikan, kegiatan ini merupakan tindak lanjut gerakan nasional Bangga Buatan Indonesia, terutama untuk mendorong peningkatan konsumsi pada penggunaan produk dalam negeri, khususnya produk-produk yang dihasilkan UMKM. Sebelumnya, kerja sama telah dilakukan di enam provinsi yaitu Jawa Tengah, Jogjakarta, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Timur, dan Jawa Barat. Dan tahun 2021 kerja sama dengan Sulut.
Nantinya akan membentuk tim untuk melakukan evaluasi pelaksanaan perjanjian kerja sama setiap empat bulan sekali. Berdasarkan pelaksanaan enam kerja sama yang dilakukan sebelumnya, nilai kontrak hotel dengan UMKM mencapai Rp. 492.803 juta perbulan dengan jumlah seluruh kontrak selama satu tahun mencapai Rp 5,9 miliar. Sementara penyaluran kredit BNI kepada UMKM senilai Rp. 3,37 miliar. “Hal ini merupakan langkah nyata dalam upaya memberikan kepastian untuk memproduksi dan memasarkan produk UMKM secara berkelanjutan. Diharapkan kebutuhan hotel atas produk UMKM ke depan dapat terus ditingkatkan,” ujar Ida.
Edwin pun menambahkan selaku perwakilan Pemprov Sulut. Katanya, Pemerintah Sulut menyediakan pengembangan UMKM sebagai program prioritas. Penandatanganan kerja sama ini merupakan langkah strategis dalam pengembangan UMKM. Dan diharapkan melalui kegiatan ini dapat menggairahkan UMKM Sulut.
Sementara itu, CEO Accor Sih: heast Asia, Japan, South Korea Garth Simmons di lokasi terpisah menyampaikan, rasa hormatnya, dikarenakan dapat terus mendukung pemerintah Indonesia dan para pelaku UMKM selama masa pandemi. “Kami siap untuk mempromosikan dan memanfaatkan produk UMKM yang ada di Sulut.”
Pada acara ini, Accor telah memanfaatkan alat GeNose, inovasi buatan anak Bangsa, sebagai kelanjutan komitmen demi mendukung Gerakan Bangga Buatan Indonesia.
Sedangkan Jaringan PT BNI Wilayah II Manado, Ferry Sinaga mendukung kegiatan guna mendorong UMKM tetap berkreasi ditengah pandemi ini. “Sebagai dukungan BNI terhadap program pengembangan UMKM di Sulut, pada kegiatan ini telah diserahkan KUR RITEl Sektor UMKM BNI kepada pelaku usaha masing-masing sebesar Rp 500 juta. Kegiatan ini merupakan program BUMN Bangkitkan UMKM,” pungkasnya.
Peliput : Meikel Pontolondo


Discussion about this post