Manado, Barta1.com – Berbagai penelitian dilakukan putra-putri Indonesia guna mendapatkan produk yang mampu mengidentifikasi Covid-19 kepada manusia secara cepat. Hal itu terbukti dengan hadirnya peralatan GeNoze dari Universitas Gadjah Mada (UGM) tahun 2020. GeNoze bekerja mendeteksi Volatile Organic Compound (VOC), yang terbentuk karena covid-19 dan keluar bersama udara melalui embusan nafas kedalam kantong khusus.
Nah, di Sulawesi Utara untuk pertama kalinya mengunakan peralatan GeNoze saat kegiatan yang digelar Perdangangan Dalam Negeri, di Hotel Novotel, Kamis (25/2/2021). Terpantau Barta1.com, setiap pejabat maupun tamu yang ada, diharuskan mengikuti tes GeNoze. Dimana setiap orang harus mehembuskan nafasnya ke kantong khusus yang sudah disediakan, kemudian kantong tersebut akan disambungkan ke peralatan GeNoze untuk mengidentifikasi akan hasilnya.
“Hari ini, Sulut untuk kali pertama menggunakan peralatan GeNoze. Dengan 200 kantong khusus yang kami sediakan, pada acara kali ini. Dan alat GeNoze merupakan karya dari UGM yang diresmikan pada Desember 2020,” ungkap Manager Projek dari PT Sikma Andala Nusa, Wahyu Adi Sutrisno sembari menambahkan bahwa perusahaannya dipercayakan UGM untuk memasarkan alat GeNzone. Beda alat GeNose dan swab ada pada kecepatan hasilnya, dimana hasil dari GeNose hanya 2 menit. Setiap hembuskan ke dalam kantong khusus melalui mulut akan diidentifikasi melalui sensor-sensor yang kemudian datanya akan diolah dengan bantuan kecerdasan artifisial (AI).
Perlu diketahui, GeNose sudah melaui uji profiling, dengan menggunakan 600 sampel data valid di Rumah Sakit Bahayangkara. Dilanjutkan dengan data dari RS Khusus Covid-19 Bambanglipuro Yogyakarta, dan hasilnya menunjukkan tingkat akurasinya tinggi, mencapai 97 %.
Pada kesempatan yang sama, Anggota Dewan Pertimbangan Presiden, Agung Laksono menyampaikan rasa kegembiraanya, adanya icon GeNoze. “Saya senang pada kegiatan hari ini, terlihat ada icon GeNoze karya anak bangsa, saya yakin kedepannya akan booming,” tuturnya.
Senada disampaikan Wakil Menteri Perdagangan, Jerry Sambuaga bahwa GeNoze merupakan karya anak bangsa, dan cara penggunaanya lebih mudah dan cepat dari pada test lainnya. GeNoze ini kan semacam skrining testing mesin untuk bisa mendeteksi apakah seseorang terinfeksi Covid-19 atau tidak. Yang sudah terlibat test skrining ini, jika hasilnya positif bisa langsung test lagi PCR.
Untuk verifikasi terkait alat GeNoze ini, sementara diproses dan itu dalam rangka melihat standarnya. Bagaimana memberikan kepastian selain proses standarnya, GoNoze sudah diperbiasakan digunakan ditempat-tempat publik, seperti di pasar, pertokoan dan pusat perbelanjaan lainnya. Dan ini juga pengganti termometer. “Kalo kita diukur termometer di atas 37 ada kemungkinan kena, dan ada juga di atas 37 belum tentu kena. Demikian juga di bawah 37 ada yang kena dan tidak, kadang-kadang kita merasa bingung melihat ini. Tetapi GeNoze lebih akurat, dan itu bisa menjadi salah satu mengantikan termometer.
Apa yang menjadi karya anak bangsa perlu kita kembangkan, kiranya GeNoze bukan saja dipakai di Indonesia, melainkan luar negeri. Diketahui, peralatan GeNoze dipergunakan pada kegiatan Perdangangan Dalam Negeri atas penanda tanganan perjanjian kerja sama pemberdayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di sektor perdagangan melalui pemanfaatan fasilitas perhotelan dan jasa akomodasi serta pemberian layanan perbankan.
Peliput : Meikel Pontolondo


Discussion about this post