• #12328 (tanpa judul)
    • Indeks Berita
  • Contact
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Kebijakan Privasi
  • Laman Contoh
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Talaud
  • Webtorial
Rabu, Juni 3, 2026
  • Login
Barta1.com
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
Barta1.com
No Result
View All Result
Home News

Banjir yang Semakin Nyaman Menggenangi Manado

by Ady Putong
2 Februari 2021
in News
0
Suasana salah satu bagian KOta Manado pasca-banjir Januari 2014 silam. (foto: dok. Barta1)

Suasana salah satu bagian KOta Manado pasca-banjir Januari 2014 silam. (foto: dok. Barta1)

0
SHARES
312
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Anakan sungai dari DAS Tondano yang membelah Kelurahan Kombos Barat, Kecamatan Singkil, sering membuat Magdalena Sandehang tak nyaman di musim hujan awal tahun. Siklus bencana terus berulang mengakibatkan sungai kecil itu meluap menggenangi pemukiman.

“Bencana yang telah terjadi dari tahun-tahun sebelumnya sampai sekarang mengakibatkan kerusakan benda yang ada di dalam rumah, ada juga beberapa rumah yang hancur, bahkan sampai mengakibatkan penyakit bagi kita yang tinggal di sini, karena sampah yang tak kunjung habis, karena tidak tahu lagi mau ditaruh ke mana,” ujar perempuan 48 tahun di Kombos Barat Lingkungan III itu pada Barta1, baru-baru ini.

Saat Manado memasuki awal tahun, warga Kombos Barat lainnya seperti Merly Paduli langsung waspada. Banjir memang bukan hal baru dan karena peristiwa alam itu sering berulang telah menyisakan pengalaman traumatis bagi ibu rumah tangga ini.

“Setiap kali hujan deras mengguyur tempat tinggal kami sedari saya kecil sampai sekarang sudah punya cucu, merasa ketakutan dan tidak cukup istirahat karena bersiaga, mengawasi air dan tindakan pemerintah untuk melihat drainase yang di tempat ini, masih kurang baik.” ujar Ling, sapaan akrabnya.

Penggiat Kuala Manado lakukan pembersihan di Kuala Mahawu Kecamatan Tuminting. (foto: istimewa)

Dampak banjir ternyata bukan hanya persoalan kerugian materi semata. Ada warga yang kehilangan pekerjaan dan menjadi pengalaman berat khususnya tahun ini saat mereka tengah diterpa pandemi. Akses pendidikan juga terganggu, anak-anak usia sekolah tak bisa melaksanakan model belajar-mengajar virtual.

Mereka berharap pihak terkait memiliki langkah konkret menangani bencana dengan perencanaan pembangunan yang terukur. Ini langkah untuk mengantisipasi volume banjir agar tidak semakin besar dan luas di tahun-tahun berikutnya. Selain itu, warga juga menunggu pemerintah mau menyediakan lahan relokasi pemukiman.

“Sangat bersyukur sekali kalau ada program relokasi dari penerintah, apalagi jika difasilitasi oleh mereka, maka itu akan sangat membantu kami. Melihat dari posisi tempat tinggal kami yang sudah tidak memungkinkan keamanannya, apalagi di saat cuaca ekstrim,” kata Merly.

Setidaknya ada 8 kecamatan di Kota Manado jadi langganan dampak bencana banjir dan tanah longsor. Puluhan korban jiwa jatuh sejak 2014 dan terakhir, Januari 2021. Artinya sekitar 80 persen wilayah kota saat ini berstatus gawat bila siklus musim hujan kembali berulang pada tahun-tahun berikut.

Kedelapan kecamatan yaitu Malalayang, Wanea, Sario, Paal Dua, Tikala, Wenang, Tuminting dan Singkil. Praktis hanya wilayah kepulauan di depan Teluk Manado yang aman. Dari berbagai berita yang sebelumnya diangkat Barta1, bisa ditelusuri bencana tak sekadar akibat tingginya intensitas curah hujan. Pemicunya justru pola hidup masyarakat dan kurangnya kesiapan pemerintah menangani berbagai masalah urban. Sampah salah satunya.

Drainase di Kota Manado terus menyempit akibat sampah dan endapan lumpur yang belum teratasi. Bahkan beberapa pekan sebelum banjir tahun ini terpantau besarnya volume sampah yang tidak dipindahkan dari wilayah pemukiman penduduk ke pembuangan akhir Sumompo.

Pakar tata ruang, Rudolf EG Mait ST, MT meminta semua pihak terkait harus terlibat dalam urusan mengatasi bencana.

“Bicara soal bencana yang sering terjadi di Kota Manado seperti banjir, gelombang pasang dan tanah longsor, sebenarnya untuk pembenahan dan pencegahan itu harus melibatkan semua stakeholder termasuk Dinas Pekerjaan Umum, Perkim dan Dinas Perijinan,” cetus akademisi Politeknik Negeri Manado itu pada Barta1, Kamis 29 Januari 2021.

Yang terjadi saat ini pola pembangunan kota seperti tidak terencana matang. Buktinya yang diperhatikan Rudolf, jika ada proyek jalan baru selesai dibuat, digali lagi. Dan proyek tersebut dilakukan oleh dua instansi pemerintah yang terkesan berjalan sendiri-sendiri. Padahal menurutnya menuntaskan satu hal berkaitan dengan tata kota harus sejalan, agar tidak ada lagi celah lintas sektoral di dalamnya.

Rudolf EG Mait ST, MT

Pemerintah kota juga perlu membenahi tata guna lahan. Perluasan pemukiman memicu perubahan bentang alam. Jalur aliran sungai pun berubah. Padahal menurut Rudolf, sifat air akan kembali ke jalur yang dilalui sebelumnya. Ini mengapa banyak kawasan pemukiman padat penduduk yang terendam banjir.

Peran dinas penerbit izin berperan penting dalam situasi ini. Menyangkut izin berdiri bangunan, tempat usaha atau pemukiman seharusnya mematuhi tata ruang sehingga tak melanggar ruang kawasan hijau yang telah ditetapkan dalam perencanaan pembangunan. Untuk kawasan rawan longsor juga ada tata ruangnya, kata dia. Berbagai kawasan rawan longsor di Kota Manado sudah diberi tanda merah, jika tidak ditertibkan maka yang bermukim di lokasi tersebut setiap hujan datang akan terancam.

“Mari kita lihat Kota Manado yang dahulunya, ada riol-riol atau saluran air dalam tanah langsung ke laut, dahulunya ada di Tikala dan Sario tapi saat ini sudah tidak terlihat lagi. Padahal itu sudah ada sejak zaman Belanda,” terang dia.

Menyangkut kondisi dalam kota, hal lain yang perlu diperhatikan pemerintah adalah melakukan pemeliharaan pohon. Pohon yang sudah miring atau tidak layak lagi seharusnya ditebang saja dan digantikan dengan pepohonan yang baru.

“Pohon adalah salah satu media penyejuk Kota. Ada pohon yang sudah batangnya sudah besar dan akarnya sudah menjalar kemana-mana, serta merusak jalan trotoar, akar tersebut salah satunya membuat saluran air tersumbat,” kata Rudolf.

Untuk solusi jangka pendek yang perlu dilakukan, lanjut dia, adalah saluran-saluaran air sebaiknya dinormalisasi lagi. Yang tersumbat diperhatikan, yang dangkal digali lagi agar air bisa mengalir lagi. Sedangkan solusi jangka menengah, kiranya pemerintah bisa memetakan kembali tata ruang kota Manado untuk melihat yang mana sudah dijadikan lahan pemukiman dan mana yang tidak. Kemudian harus ada perencanaan untuk merelokasi pemukim area rawan longsor dan banjir.

Denny Taroreh

Kondisi Sungai
Pegiat Sungai Denny Taroreh mengatakan, ada 8 daerah aliran sungai (DAS) yang melintasi Kota Manado; DAS Talawaan, Tondano, Tikala, Molas, Sario, Bailang, Bahu dan Malalayang. Menurutnya, aliran sungai yang paling terbersih hanya ada di area Batu Kota Bawah, sisanya kotor dan dipenuhi sampah.

“Dari pandangan saya, sungai dan anak sungai makin kemari, makin tidak ada perkembangannya. Penyempitan di bantaran sungai terjadi di area Sungai Mahawu dan Bailang, dua tahun belakangan ini terjadi bencana banjir di daerah tersebut karena ruang air makin kecil,” tutur Dentar, begitu nama lelaki itu kerap disapa.

Salah satu solusi yang dia tawarkan mencegah luasan banjir dalam kota adalah pembangunan kanal atau bloking di area reklamasi. Hal itu dimaksudkan agar ada aliran air yang ke laut. Menyangkut ini dalam berbagai kesempatan para penggiat lingkungan berupaya menyampaikan usulan pembenahan dalam berbagai forum, Namun menurut Denny, belum ada tindak lanjutnya.

“Kami mau menyuarakan pendapat tapi ada batasnya, yang memegang kendali pemerintah dan dinas terkait. Untuk terakhir kalinya, saya menyampaikan Sungai di Kota Manado tidak ada yang bersih, makin tidak diperhatikan dan reklamasi juga banyak berdampak bagi masyarakat,” tutur dia. (*)

Peliput: Kimberly Mongkau, Meikel Pontolondo

Barta1.Com
Tags: awal tahunbanjirKombos BaratmanadoSingkil
ADVERTISEMENT
Ady Putong

Ady Putong

Jurnalis, editor. Redaktur Pelaksana di Barta1.com

Next Post
OSIS SMKN 4 Manado Inisiatif Bantu Korban Bencana

OSIS SMKN 4 Manado Inisiatif Bantu Korban Bencana

Discussion about this post

Berita Terkini

  • Kerja Keras, Loyalitas, dan Integritas, Tiga Alasan Bupati Memilih Johanis Pilat Pimpin ASN Sangihe 3 Juni 2026
  • BPK RI Ungkap Temuan Belanja Internet dan TV Berlangganan Pemprov Sulut 3 Juni 2026
  • Sulut Raih WTP, Namun Ratusan Rekomendasi BPK Masih Menunggu Penyelesaian 2 Juni 2026
  • Dua Kali Raih WTP, Gubernur Yulius Klaim Kinerja Fiskal Sulut Makin Sehat 2 Juni 2026
  • Pemprov Sulut WTP ke-12 Berturut-turut, Rocky Wowor Apresiasi Kepemimpinan Gubernur Yulius Selvanus 2 Juni 2026

AmsiNews

  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In