Manado, Barta1.com – Peristiwa naas terjadi, Sabtu (19/2020). Dimana Basarnas Manado menerima laporan terjadi kebakaran kapal penumpang pariwisata bernama KM Nyiur Melambai yang berangkat dari Pelabuhan Manado ke menuju Pulau Bunaken.
Pada pukul 08.30 WITA KM Nyiur Melambai mengalami kebakaran mesin yang berpenumpang 10 orang. Seluruh penumpang mengalami kepanikan dan lompat ke laut saat posisi kapal kebakaran berada di Teluk Manado.
Mereka adalah 8 orang wisatawan dan 2 orang ABK. Dari 6 penumpang 2 orang tidak bisa berenang sehingga korban tenggelam, sedangkan 4 korban lainnya terapung-apung di atas permukaan air.
Kemudian, 2 ABK masih berada di atas kapal yang mengalami kebakaran. Ciri-ciri kapal, panjang 12 meter, lebar 3,5 meter dengan warna hijau, putih, biru.
Kepala Kantor Basarnas Manado, Sinaga, langsung memerintahkan anggotanya untuk bergerak, melalui pos terdekat yaitu Pos Unit Malalayang.
Tim berkoordinasi dengan pemilik kapal dan instansi yang terkait untuk meminta data-data kapal dan korban. Basarnas Manado mendirikan posko bersama di Pos Unit Malalayang meliputi unsur yang terlibat Basarnas, TNI, Polair, BPBD, PMI, dinas kesehatan provinsi dan masyarakat setempat.
Seluruh tim SAR gabungan dibagi tim untuk mempercepat penemuan korban. Setelah pencarian dilakukan, 10 orang penumpang kapal akhirnya ditemukan. 8 orang selamat dan 2 orang ditemukan dalam keadaan meninggal.
Seluruh penumpang dibawa ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof Kandou Manado guna mendapatkan perawatan.
Demikian kronologi singkat latihan Tim SAR daerah tahun 2020 yang berada di Pantai Malalayang. “Saya mengapresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh peserta yang terlibat dalam pelatihan SAR daerah yang berada di pantai Malalayang. Seluruh peserta yang terlibat diharapkan dapat mengerti dan tata cara dalam pencarian dan pertolongan apabila ada kecelakaan kapal di laut,” ujar Sinaga, Sabtu (19/9/2020).
Dengan adanya pelatihan ini seluruh peserta apabila mengetahui kecelakaan kapal agar secepatnya melaporkan ke Basarnas atau instansi terkait untuk mendapat penanganan lebih cepat untuk mengurangi korban jiwa. “Apalagi wilayah Sulut mayoritas masyarakatnya sebagai nelayan,” katanya.
Peliput : Agustinus Hari


Discussion about this post