• #12328 (tanpa judul)
    • Indeks Berita
  • Contact
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Kebijakan Privasi
  • Laman Contoh
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Talaud
  • Webtorial
Jumat, Oktober 23, 2026
  • Login
Barta1.com
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
Barta1.com
No Result
View All Result
Home News Edukasi

Suka Duka Jekson Yikwa Kuliah di Politeknik Negeri Manado

by Agustinus Hari
10 September 2020
in Edukasi, News
0
Suka Duka Jekson Yikwa Kuliah di Politeknik Negeri Manado

Jekson Yikwa. (foto: meikel/barta1)

0
SHARES
977
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Manado, Barta1.com – Besar semangat putra-putri asal Papua untuk menuntut ilmu. Bahkan diantara mereka ada yang rela pergi dari rumahnya akibat dijodohkan orang tua, demi melanjutkan perkuliahannya.

Itulah yang dilakukan Jekson Yikwa (20), mahasiswa Politeknik Negeri Manado (Polimdo) Jurusan Akuntansi Keuangan. Jekson merupakan anak pertama dari pasangan Kuli Yikwa dan Tangina Kogoya.

“Bulan Februari kemarin saya berada di kampung halaman, dan mau dijodohkan orang tua. Namun saya pilih pergi dari rumah untuk kembali ke Manado, guna melanjutkan perkuliahan,” kata Jekson, belum lama ini.

Ia sempat menyesal pulang ke Papua disuruh oleh pemerintah akibat kejadian di Surabaya. Sebelum ke kampung halaman di Tikapuara, Kabupaten Mamberamo, Papua, menyempatkan diri terlebih dahulu ke Abe Ganu, Jayapura pada September 2019.

“Di sana saya ikut berdemo ke pemerintah dengan teman-teman mahasiswa lainnya, akibat masalah di Surabaya. Tetapi dengan berdemo tidak dapat apa-apa, hanya pengalaman saja. Setelah itu saya memikirkan untuk melanjutkan kuliah saja,” ujarnya.

Ketika berada di kampung halaman Tikapura, Jekson kaget. “Saya mau dijodohkan orang tua dengan perempuan sekampung. Siangnya perempuan bersama orang tua akan datang ke rumah, sebelum siang sekitar jam 5 pagi saya menyiapkan pakaian langsung berangkat ke Manado, bertepatan uang simpanan saya di saldo masih cukup untuk membeli tiket pesawat ke Manado,” cerita Jekson.

Terkait bantuan pemerintah Papua untuk kuliah? Dirinya mengaku tidak ada, hanya bantuan asrama saja. “Biaya kuliah saya, masih orang tua yang tanggung, dengan hasil tani. Pembayaran kuliah Rp 4 juta lebih, akibat pandemi berkurang menjadi Rp 3 juta,” bebernya.

Sedangkan biaya makan setiap harinya, Jekson harus berjalan ke perumahan-perumahan untuk mencari pekerjaan mencabut rumput. “Saya sampaikan sama orang tua, cukup biaya kuliah saja dikirim, untuk makan saya bisa,” urainya.

Setiap hari Sabtu, Jekson datang ke rumah-rumah warga di perumahan yang sekitar kampus Politeknik Negeri Manado (Polimdo). “Pendapatan dari hasil mencabut rumput Rp 20 ribu per keluarga. Ada yang baik hati sampai Rp 150 ribu,” tandasnya.

Mengingat pesan firman Tuhan melalui Roma 4:4 yang berbunyi: Kalau ada orang yang bekerja upahnya tidak diperhitungkan sebagai hadiah, tetapi sebagai haknya. “Itulah ayat yang saya pegang sebagai pesan bapa kepada saya,” pungkasnya.

Peliput : Meikel Pontolondo

Barta1.Com
Tags: mahasiswa papuapoliteknik negeri manado
ADVERTISEMENT
Agustinus Hari

Agustinus Hari

Pemimpin Redaksi di Barta1.com

Next Post
Ahmadiyah Teratas, Ini Tiga Kelompok Agama Korban Penyerangan di Indonesia

Ahmadiyah Teratas, Ini Tiga Kelompok Agama Korban Penyerangan di Indonesia

Discussion about this post

Berita Terkini

  • Dosen Polimdo Manfaatkan Oli Bekas untuk Operasikan Mesin Pirolisis, Olah 20 Kg Sampah Plastik Jadi 15 Liter Minyak 23 Oktober 2026
  • Dosen Polimdo Ini Kembangkan Mesin Pirolisis, Sampah Plastik Diolah Menjadi BBM hingga Bahan Aspal 23 Oktober 2026
  • Ketua Komisi Yudisial Dorong Kantor Penghubung jadi Perwakilan Daerah hingga Penguatan Wewenang Kontrol Etik 23 Oktober 2026
  • Eks Kadis dan Kabid Kominfo Sulut Tersangka Dugaan Korupsi Dana Media 7,5 M 23 Oktober 2026
  • Pilkades Serentak di Manganitu Berjalan Tertib, 17 Kapitalaung Terpilih, Camat Imbau Jaga Persaudaraan 22 Oktober 2026

AmsiNews

  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In