Sangihe, Barta1.com – Gegap gempita perayaan 75 tahun Kemerdekaan RI sudah mulai dirasakan. Tapi nun jauh di daerah perbatasan Indonesia, ‘kemerdekaan’ belum sepenuhnya dinikmati.
Potret buram pendidikan Indonesia di usia 75 tahun dirasakan tiga bocah asal Sangihe, Sulawesi Utara. Romel Meluwu (8), Sheren Aurel Padang (10) dan Jessica Sanggel (9), duduk di bangku kelas 3 dan 4 Sekolah Dasar (SD) Inpres Batuwingkung, Kecamatan Tabukan Selatan, Kabupaten Kepulauan Sangihe.
Sebagai anak pulau di daerah perbatasan, tak mudah bagi mereka untuk mencapai sekolah, selain harus mendayung perahu sendiri dari rumah menuju sekolah.
Romel, Sheren dan Jessica, tinggal di Kampung Palareng. Sebuah kampung yang dibatasi oleh laut dengan Batuwingkung alamat sekolah mereka. Untuk sampai di sekolah dibutuhkan waktu kurang lebih 15 menit dengan mendayung perahu. Cukup menghawatirkan mereka bertiga mempunyai perahu masing-masing, bahkan mendayungnya sendiri.
Ketua Gerakan Angkatan Muda Kristen (GAMKI), Kepulauan Sangihe, Aike Pangemanan menyambangi tiga siswa SD tersebut yang setiap harinya (sebelum pandemi Covid-19) datang ke sekolah dengan mendayung perahu sendiri.
“Oleh karena itu, kami GAMKI Sangihe dengan beberapa tokoh, seperti ibu Olga Makasidamo, guru-guru dan dari RRI menaruh perhatian dengan memberikan alat belajar, baju pelampung, botol minuman, susu,” kata Pangemanan, Minggu (16/8/2020).
Pangemanan berharap anak-anak ini bisa terus bersemangat menempuh pendidikan meski akses menuju ke sekolah cukup sulit untuk anak seusia mereka. Dirinya mengajak siapa saja untuk menaruh perhatian kepada mereka.
“Siapa pun juga, mari kita support anak-anak kita yang berjuang dengan penuh semangat dalam bersekolah di daerah-daerah yang sulit dari segi akses transportasi, bisa dalam bentuk kelengkapan sekolah, ataupun juga dari makanan tambahan supaya mereka kuat dan sehat,” ungkap Pangemanan yang juga berprofesi sebagai tenaga pengajar di Kepulauan Sangihe.
Sebelum pandemi Covid-19 ketiganya setiap hari mendayung perahu. Namun saat ini hanya tiga kali dalam seminggu.
Peliput : Rendy Saselah


Discussion about this post