• #12328 (tanpa judul)
    • Indeks Berita
  • Contact
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Kebijakan Privasi
  • Laman Contoh
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Talaud
  • Webtorial
Minggu, Mei 31, 2026
  • Login
Barta1.com
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
Barta1.com
No Result
View All Result
Home News Daerah

Cerita Pasutri Boyong Anaknya Berusia 1 Tahun Mendaki Gunung Tertinggi di Sulut

by Agustinus Hari
15 Juli 2020
in Daerah, News
0
Cerita Pasutri Boyong Anaknya Berusia 1 Tahun Mendaki Gunung Tertinggi di Sulut

Vikran Makapunas dan Nadila Timumu yang membawa Risky masih berusia 1,5 tahun mendaki Gunung Klabat. (foto: dok keluarga)

1.9k
SHARES
1.6k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Manado, Barta1.com – Tak semua keluarga memiliki hobi melakukan perjalanan mendaki gunung. Tapi pasangan muda: Vikran Makapunas (26) dan Nadila Timumu (20) bersama anak pertama mereka Muflihun Risky Makapunas (2/5 tahun) telah melakukan perjalanan ke beberapa gunung di Sulawesi Utara saat liburan.

“Perjalanan pertama bersama Risky. Sejak anak kami berumur satu tahun, satu bulan di Gunung Soputan. Awalnya Risky belum bisa berjalan dan hanya digendong saat melakukan perjalanan. Ketika turun dari Gunung Soputan, dua hari berikutnya Risky bisa berjalan. Ini membuat kami terkejut melihat Risky bisa berjalan setelah dibawa ke Gunung Soputan,” kata Nadila, Selasa (14/7/2020) lalu.

Lanjut dia, anak mereka sebagai penyemangat dalam perjalanan. Dimana perhatian sepenuhnya ada kepadanya, baik dilihat dari segi kesehatan dan kenyamanan hingga membuatnya selalu terhibur.

Selama melakukan pendakian, anak mereka tidak merasa sakit, dan hingga sekarang masih sehat. Diketahui, pasangan muda ini, sering melakukan pendakian dihampir semua gunung di Sulut.

Kemudian keduanya menikah dan mengandung anak pertama mereka pada tahun 2017. “Hamil satu bulan hingga tujuh bulan, saya masih sering berkunjung ke Gunung Mahawu dan Tumpa,” kata Nadila.

Bahkan sempat bermalam di Gunung Mahawu selama dua hari ketika mengandung anak pertama, Risky.

Ide membawa anak mereka Risky mendaki sudah dipikirkan ketika masih mengandung. “Dan itu terkabulkan ketika Risky berumur satu tahun, satu bulan saat mendaki Gunung Soputan yang merupakan awal cinta kasih kami berdua,” katanya.

Menjelang dua bulan berikutnya. Tepatnya 1,3 tahun, kembali melakukan perjalanan ke Gunung Lokon. Risky sudah bisa berjalan pelan-pelan, jika elah digendong ayahnya.

Kemudian, masuk 1,5 tahun, mereka melakukan perjalanan ke Gunung Klabat (1995 M), yang merupakan gunung tertinggi di Sulut. “Selama membawa Risky ke gunung, banyak yang mengingatkan apakah tidak takut membawa anak kecil? Kami pernah melihat beberapa orang membawa anak kecil tapi sudah berumur tiga tahun, bukan umur seperti umur Risky,” ujar Nadila.

Pendakian membawa anak kecil telah menyiapkan berbagai hal dengan baik, seperti jaket, obat-obatan, vitamin dan makanan.

“Sampai saat ini, Risky sudah mengikuti perjalanan ke beberapa gunung seperti Soputan, Lokon dan Klabat,” ujarnya. Sebuah kebanggaan dan impian yang sudah terbayarkan, ketika bisa mengajak keluarga menikmati keindahan ciptaan Tuhan, kiranya masih diberikan waktu, untuk bisa menikmati tempat-tempat lainnya.

Peliput : Meikel Pontolondo

Barta1.Com
Tags: keluarga yang hobi mendaki di sulutMuflihun Risky MakapunasNadila TimumuVikran Makapunas
ADVERTISEMENT
Agustinus Hari

Agustinus Hari

Pemimpin Redaksi di Barta1.com

Next Post
Kejari Manado Maryono, SH.MH. Saat menyerahkan Tali Asih Bagi Salah Satu Penerima Sembako

Aksi Sosial Kejari Manado di Peringatan Hari Adhyaksa

Discussion about this post

Berita Terkini

  • “Mitos” Selama 1 Dekade Patah di Tangan WT-AGB, Angka Temuan Sifatnya Material Turun Drastis 31 Mei 2026
  • Menindaklanjuti Rekomendasi BPK RI, Pemda Talaud Ambil Langkah Kilat 31 Mei 2026
  • Perkuat Sinergitas, Plt Bupati Sitaro Antar Kepulangan Mensesneg saat Kunker di Sulut 30 Mei 2026
  • Dampingi Kunker, Kepala SMA Taruna Nusantara Kampus Langowan Puji Mensesneg 30 Mei 2026
  • Pemkab Sangihe Kembali Raih Opini WTP, Pertahankan Tradisi Tata Kelola Keuangan yang Akuntabel 29 Mei 2026

AmsiNews

  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In