Manado, Barta1.com – Hari Lahir Pancasila 1 Juni ikut diperingati Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISPOL) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado.
Peringatan kali ini dengan deklarasi ‘Jaga Indonesia Pasca Pemilu 2019’. Juga diskursus ‘Pancasila Sebagai Intermediary Tools Bagi Persatuan Bangsa di Benji X Senyawa Cafe, Sabtu (1/06/19) lalu.
Vrenky M Muluwere SIP, salah satu pembicara mengungkapkan, semua dari kita telah bersepakat menjadikan Pancasila sebagai intermediary tools, dan semua tidak menginginkan Pancasila bernasib seperti nokia corporation.
“Saya mencoba mengkutip ungkapan Stephen Elop (CEO Nokia) berkata kami tidak pernah melakukan kesalahan apapun, tiba-tiba kami kalah dan punah. Tanda dari pada kekalahan dan kejatuhan Nokia ialah ketika tidak lagi menjadi perbincangan publik. Oleh karena itu marilah kita rawat persatuan Indonesia dalam percakapan Pancasila,” tuturnya.
Ketua BEM FISPOL Unsrat Manado, Herald Balirante mengatakan kegiatan ini didasarkan atas dorongan memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia yang diperhadapkan dengan polarisasi yang begitu tajam dalam kemajemukannya.
Ia menambahkan diskursus Pancasila bertujuan untuk membedah kembali Pancasila secara historis, rasional dan aktual agar kita bisa memahami makna mendasar dari pancasila sebagai weltanschauung-nya Indonesia.
“Deklarasi persatuan dilaksanakan untuk mempertegas bahwa kita selaku anak bangsa harus bersatu padu dalam menuntaskan revolusi Indonesia sebagaimana tercantum dalam prambule Undang-Undang Dasar (UUD) 1945,” ujar Herald.
Ikut dalam kegiatan itu sebanyak 50 peserta diantaranya BEM dan mahasiswa FISPOL Unsrat. Selain Vrengky M Muluwere SIP sebagai pembicara yang juga alumni juga ada Boyke R Paparang.
Peliput : Meikel Eki Pontolondo


Discussion about this post