• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Senin, April 20, 2026
  • Login
Barta1.com
  • Home
  • News
    • Daerah
    • Talaud
    • Kotamobagu
    • Edukasi
    • Nasional
    • Barta Grafis
    • Prodcast
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Daerah
    • Talaud
    • Kotamobagu
    • Edukasi
    • Nasional
    • Barta Grafis
    • Prodcast
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
Barta1.com
No Result
View All Result
Home News Nasional

Dora Marie Sigar, Mimpi Prabowo dan Tudingan Dukung Islam Radikal

by Agustinus Hari
24 Maret 2019
in Nasional
0
Dora Marie Sigar, Mimpi Prabowo dan Tudingan Dukung Islam Radikal

Prabowo Subianto saat berkampanye di Lapangan Ketang Baru, Manado, Minggu (24/3/2019). (foto: agust/barta1)

381
SHARES
355
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

TIBA-tiba nama Dora Marie Sigar, begitu akrab di telinga warga Sulawesi Utara. Semua orang membicarakan istri dari seorang bengawan ekonom Indonesia, Soemitro Djojohadikoesoemo.

Sebab, dari pasangan keduanya lahir Prabowo Subianto. Tak lain adalah Calon Presiden (Capres) RI yang diusung Partai Gerindra dan sejumlah partai lainnya.

Dora Marie Sigar, lazimnya perempuan Minahasa dikenal sangat cantik, setia dan teladan bagi orang di sekitarnya. Dikutip dari wikipedia, dia Lahir di Manado, 21 September 1921 dan meninggal di Singapura, 23 Desember 2008 pada usia 87 tahun akibat sakit menahun.

Melahirkan dua orang putri, Biantiningsih Miderawati Djiwandono (istri Soedradjad Djiwandono) dan Marjani Ekowati Le Maistre. Kemudian dua orang putra, Prabowo Subianto Djojohadikusumo dan Hashim Sujono Djojohadikusumo.

Dora Marie menikah dengan Profesor Sumitro Djojohadikusumo pada 7 Januari 1946 di Jerman.

Pertama kali ia bertemu Sumitro Djojohadikusumo tahun 1945 di sebuah acara mahasiswa Kristen Indonesia di Rotterdam, Belanda. Saat itu ia sedang belajar di sekolah Ilmu Keperawatan bedah di Kota Utrecht, Belanda.

Selama hidupnya, Dora Marie Sigar penganut agama Kristen yang taat. Memiliki darah Manado-Jerman menjalin hubungan keluarga penuh kasih sayang dengan Sumitro dalam pengasingan maupun dalam perjuangan membangun Republik Indonesia.

Tak heran kalau kemudian, perempuan supel ini dikenang anak-anaknya sebagai ibu yang penyayang. Begitu juga dengan sahabat-sahabatnya sebagai pemain bridge yang tangguh dan sebagai pengurus Gabungan Bridge Seluruh Indonesia (GABSI).

Ayah Dora Sigar bernama Philip FL Sigar, dan ibunya bernama N Maengkom. Ayahnya merupakan seorang anggota Gementeraad Manado (1920-1922) dan pejabat Sekretaris Residen (Gewestelijk Secretaris) Manado (1922-1924) merupakan putra dari Laurents A Sigar (meninggal 1910) dan E Aling. Kakek Dora merupakan Majoor/Hukum Besar (1870-1884) di Manado.

Salah satu nenek moyangnya adalah Benyamin Thomas Sigar (Tawaijln Sigar), yaitu Kapten atau pemimpin pasukan Tulungan atau Hulptroepen (pasukan bantuan) yang dikontrak pemerintah Hindia Belanda guna membantu mengatasi Perang Jawa (1825-1830).

Visi-misi Prabowo

Minggu, 11 Maret 2018 atau setahun silam, DPD Gerindra DKI Jakarta mendeklarasikan Prabowo Subianto sebagai Calon Presiden (capres) di Pilpres 2019. Deklarasi tersebut disampaikan langsung Ketuanya, Muhammad Taufik.

“Dengan ini kami mencalonkan Bapak Prabowo Subianto menjadi presiden masa bakti 2019-2024,” kata Taufik di Lapangan Arcici, Rawasari, Jakarta Pusat, seperti dikutip Kompas.com.

Taufik meminta kepada DPP Gerindra agar menjadikan deklarasi tersebut sebagai keputusan dan segera menerbitkan Surat Keputusan (SK) pencalonan Prabowo sebagai capres. Acara deklarasi ini dilakukan bersamaan dengan perayaan HUT ke-10 Gerindra.

Meski kalah pada Pilpres sebelumnya, berbagai hasil survei, Prabowo tetap menjadi kandidat capres pesaing terkuat Joko Widodo (Jokowi) di Pilpres 2019.

Kini, Prabowo sudah mulai bertarung dalam pertarungan sesungguhnya. KPU telah menetapkan kampanye terbuka perdana pasangan Sandiaga Uno ini di Manado, Minggu (24/3/2019).

Dan Lapangan Ketang Baru, Kelurahan Ternate Baru, Manado dibanjiri ribuan warga dan massa pendukung Prabowo maupun partai pengusung lainnya. Capres 02 ini memaparkan visi dan misinya. “Saya ingin tegaskan di sini, perjuangan kita agar Indonesia menjadi bangsa pemenang. Kita ingin Indonesia menang, adil dan makmur. Kita ingin seluruh rakyat menikmati kemakmuran. Kita ingin memberantas dan memerangi kemiskinan. Kita tidak boleh membiarkan kelaparan melanda warga Indonesia,” bebernya.

Kemudian, menurunkan harga-harga yang dirasakan terlalu tinggi dan memberatkan masyarakat. “Saya mengumpulkan sejumlah pakar. Saya bertanya bisa ngak kita turunkan harga? Turunkan harga listrik? Mereka jawab, bisa turunkan tarif listrik dalam 100 hari kerja. Turunkan harga daging bahkan tak kurang dari 100 hari bisa. Kita jaga harga penghasilan petani biar bagus dan stabil,” ujar Prabowo.

Sehingga kata dia, pentingnya Pemilu 2019 ini bahwa Indonesia harus lebih maju. “Kekayaan Indonesia sangat luar biasa. Kekayaan kita tidak tinggal di Indonesia tapi di luar negeri. Kebocoran kekayaan negara terlalu besar. Tiba-tiba statemen saya ini ada yang kebakaran jenggot,” terangnya.

Itulah sebabnya, dirinya berjanji jika telah menerima mandat dari rakyat pada 17 April 2019, akan bekerja siang dan malam. “Saya akan membentuk pemerintah yang bebas dari korupsi. Saya minta mereka tanda tangan tidak boleh korupsi. Kalau tidak bersedia, saya tidak pakai. Kekayaan kita luar biasa. Sulut lautnya begitu besar. Saya tanya apakah warga sudah merasakan kekayaannya? Ternyata tidak. Makanya kita harus wujudkan pada Pemilu nanti dengan mengantarkan saya sebagai putra Sulut ke istana di Jakarta,” ujarnya.

Tudingan Dukung Islam Radikal

Pendukung dedengkot Front Pembela Islam (FPI) Muhammad Rizieq, banyak yang ikut mendukung perjuangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno pada pilpres ini. Kemudian orang-orang pun menuding dirinya mendukung Islam radikal di Indonesia

Prabowo menyampaikan bahwa dirinya lahir dari rahim ibu beragama Kristen. “Sembilan bulan saya dalam kandungan ibu beragama Kristen. Saya heran ada yang menuding saya adalah pendukung Islam radikal. Bagaimana mungkin saya mendukung Islam radikal, sedangkan saya lahir dari ibu Kristen,” ujar Prabowo saat kampanye terbuka di Lapangan Ketang Baru, Manado, Sulut, Minggu (24/3/2019).

Dia pun menepis tuduhan yang menyebut dirinya sebagai Islam radikal. “Saya kira banyak tuduhan yang dialamatkan kepada saya adalah fitnah, termasuk soal saya mendukung Islam radikal,” katanya.

Mantan Danjen Kopassus itu lantas menyebut salah satu tokoh Sulawesi Utara, EE Mangindaan, yang turut hadir mendukungnya. Menurut Prabowo, Mangindaan tak bakal mendukung dirinya jika dia seorang Islam radikal.

“Bersama saya ada bapak Mangindaan. Dia senior saya di tentara dan menjadi panutan saya. Empat leting di atas saya atau 10 tahun lebih tua di Angkatan Darat. Jika saya seperti yang dituduhkan, tidak mungkin Pak Mangindaan mendukung saya,” tutur Prabowo.

“Saya lahir dari seorang ibu berdarah Kawanua, bernama Dora Marie Sigar. Saya putra Sulawesi Utara. Saya memohon saudara-saudaraku mendukung saya,” kata Prabowo disambut riuh para pendukungnya.

Dalam orasinya, Prabowo juga ikut menyinggung soal pentingnya menjaga keutuhan bangsa dan negara. Pancasila kata dia adalah segalanya. Prabowo berorasi tak sampai satu jam. Dia tiba di lokasi sekitar pukul 11.30 WITA dan langsung naik panggung lalu berpidato. Setelah berkampanye di Manado, Prabowo melanjutkan kampanyenya di Makassar.

Penulis : Agustinus Hari

Barta1.Com
Tags: capres 02dora marie sigarprabowo subianto
ADVERTISEMENT
Agustinus Hari

Agustinus Hari

Pemimpin Redaksi di Barta1.com

Next Post
Tahun 2030, Indonesia Bidik 10 Juta Tenaga Kerja

Tahun 2030, Indonesia Bidik 10 Juta Tenaga Kerja

Discussion about this post

Berita Terkini

  • Hengky-Randito Dampingi Dirjen Pendidikan Tinjau Pelaksanaan TKA di SDN Impres 6/84 Madidir 20 April 2026
  • Jalan Berlubang di Sulut: Keluhan Warga Menggema, Respons Diharapkan Nyata 20 April 2026
  • Dari Bibit Tomat hingga Rafting: Cara KMPA Tansa Rayakan Hari Bumi di Manado 19 April 2026
  • IKA Polimdo: Larangan Vape adalah Investasi Kesehatan Mahasiswa 19 April 2026
  • Kakanwil Kemenkumham Sulut Temui Gubernur Yulius Selvanus, Bahas Harmonisasi Ranpergub 19 April 2026

AmsiNews

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

No Result
View All Result
  • #12328 (tanpa judul)
    • Indeks Berita
  • Contact
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Kebijakan Privasi
  • Laman Contoh
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Talaud
  • Webtorial

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In