Jakarta, Barta1.com – Momentum membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Media Siber (AMSI), Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menawarkan kerja sama kepada media siber arus utama di Indonesia.
Kerjasamanya soal apa? Yaitu bersama kementerian yang dipimpinnya yang tinggal 8 bulan lagi, untuk memerangi berita bohong atau hoax yang makin marak di Indonesia.
“Memerangi hoax itu tidak bisa sendiri, pemerintah tidak bisa sendiri. Teman-teman (media) punya kemampuan. Ayo kita perangi hoax bareng-bareng, kita kerja sama. Saya punya ruangan di bagian belakang bisa dijadikan tempat untuk kita diskusi,” kata Rudiantara di Gedung Perpustakaan Nasional, Jakarta, Jumat (1/3/2019).
Ia mengatakan setiap hari kantornya berurusan dengan hoax dan menghapus konten-konten yang bisa dipastikan merupakan berita bohong.
Namun, upaya memberantas hoax ini tidak bisa maksimal dilakukan karena kesulitan dalam melakukan verifikasi dan validasi atas berita yang terindikasi hoax, ujarnya.
“Hoax makin banyak, Kominfo tiap hari melakukan penyisiran. Permasalahan kami adalah untuk melakukan klarifikasi dan validasi, jadi kami butuh bantuan,” kata Rudiantara.
Dia juga berharap jumlah perusahaan startup yang mencapai status unicorn di Indonesia semakin bertambah. Ia berharap salah satunya bisa muncul dari perusahaan media massa. “Sejauh ini perusahaan yang sudah masuk kategori unicorn baru berasal dari sektor gaya hidup serta situs jual beli,” bebernya.
Hadir dalam acara tersebut Ketua Umum AMSI Wenseslaus Manggut, Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo, dan perwakilan dari puluhan media anggota AMSI seluruh Indonesia. Rakernas akan berlangsung selama dua hari, 1-2 Maret 2019.
Ketua Umum AMSI, Wenceslaus Manggut mengatakan dalam Rakernas AMSI juga akan menyusun agenda bisnis media digital sepanjang satu tahun ke depan. “Raker hingga besok (Sabtu) itu lebih ke arah menyusun program supaya keanggotaan kita memahami DNA bisnis media online,” ujar Wenceslaus.
Wens, sapaan akrabnya, memberi gambaran bahwa saat ini media dihadapkan dengan berbagai tantangan. Dari sisi konten, misalnya pada era 2019 bukan hanya media yang dapat menyampaikan pesan kepada publik, melainkan banyak medium pemberi pesan seperti pegiat media sosial. “Adapun dari sisi bisnis, di luar sana juga banyak, seperti aplikasi yang komposisinya sama dengan kita,” ucapnya.
Rakernas ini dihadiri oleh anggota asosiasi media siber di seluruh Indonesia. Dalam rangkaian rakernas, Wenceslaus mengatakan para pelaku usaha media digital akan diberi ruang untuk memahami montisasi perusahaan pembuat berita berplatform daring.
Editor : Agustinus Hari


Discussion about this post