• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Senin, Maret 9, 2026
  • Login
Barta1.com
  • Home
  • News
    • Daerah
    • Talaud
    • Kotamobagu
    • Edukasi
    • Nasional
    • Barta Grafis
    • Prodcast
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Daerah
    • Talaud
    • Kotamobagu
    • Edukasi
    • Nasional
    • Barta Grafis
    • Prodcast
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
Barta1.com
No Result
View All Result
Home News Nasional

10 Tahun Terbunuhnya Prabangsa dan Syukuran Pencabutan Remisi

by Agustinus Hari
11 Februari 2019
in Nasional
0
10 Tahun Terbunuhnya Prabangsa dan Syukuran Pencabutan Remisi

Wartawan Bali memperingati 10 tahun terbunuhnya jurnalis Radar Bali, AA Prabangsa, Senin (11/2/2019). (FOTO: ISTIMEWA)

0
SHARES
58
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Bali, Barta1.com – Solidaritas Jurnalis Bali (SJB) melakukan doa bersama memperingati 10 tahun kematian jurnalis Radar Bali yang dibunuh secara keji, AA Gde Narendra Prabangsa, Senin (11/2/2019) malam di Denpasar. Momen tersebut juga dicanangkan sebagai Hari Prabangsa Nasional (HPN) untuk memperingati para jurnalis yang dibunuh dan hingga kini kasusnya belum tuntas.

Selain itu, dalam acara ini, juga dilakukan syukuran atas dicabutnya remisi kepada I Nyoman Susrama, aktor intelektual pembunuh Prabangsa, 10 tahun silam. Peringatan ini diikuti oleh semua elemen organisasi pers, mahasiswa, dan para aktivis yang dari awal turut memperjuangkan pencabutan remisi ini. Hadir dalam peringatan ini adalah istri Prabangsa, Sagung Putu Mas Prihantini.

Dalam sambutannya, dari muncul hingga dicabutnya remisi ini, ia berterimakasih kepada semua pihak atas perjuangan ini. Ia juga sangat mengapresiasi perjuangan semua teman, mulai dari jurnalis, LBH, dan masyarakat umum yang turut memperjuangkan pencabutan remisi ini.

“Saya bersama keluarga menyampaikan banyak terima kasih melihat semua antusias terutama semua teman-teman jurnalis, lbh, dan masyarakat yang prihatin dengan kemunculan remisi untuk pembunuh suami yang juga berprofesi sebagai wartawan ini,” katanya.

Ia mengatakan, pemberian remisi ini seperti membuka luka 10 tahun silam yang diterimanya. Ia lantas berharap di kemudian hari tak ada lagi kasus kawan-kawan jurnalis lain tertimpa kasus serupa yang menimpa suaminya.

“Perjuangan kita dari awal perjuangan kita sampai remisi dicabut membuat saya sangat terharu. Dan untuk rekan-rekan pers kedepan agar terlindungi menjalankan tugas sebagai pilar demokrasi,” lanjutnya.

Sementara itu, Koordinator SJB, Nandhang R Astika menegaskan bahwa dicabutnya remisi ini bukanlah hadiah. Ia mengatakan, bahwa pencabutan ini dilakukan berkat perjuangan semua elemen dalam menuntut Presiden Joko Widodo mencabut remisi kepada Susrama.

“Ini adalah perjuangan dan bukanlah kado. Karena ini adalah perjuangan kita semua dalam menuntut Jokowi untuk mencabutnya. Tanpa ada perjuangan ini tak mungkin pencabutan remisi ini ada,” ujarnya.

Sementara terkait Hari Prabangsa Nasional (HPN), ia ingin agar dijadikan sebagai langkah awal untuk menuntut pemerintah. Dalam hal ini, mendesak pemerintah menuntaskan kasus-kasus kekerasan kepada jurnalis yang belum terungkap. HPN ini akan diperingati setiap tahun untuk memeringati kasus-kasus kekerasan kepada jurnalis.

Acara ini juga diisi dengan pertunjukan seni. Ada sejumlah musisi yang hadir, di antaranya Made Ardhacandra (vokalis The Dissland), Man Angga (Nosstres), Made Mawut & The Stomp, dan Botel (Punk Reformasi). Juga penampilan tarian api dari I Ketut Gede Agus Adi Saputra. Yang menarik juga penampilan dari Wayan Widyantara (gitar) dan Desak Gede Maya Agrevina (vokal) yang menyanyikan lagu “Cukup Sudah”, sebuah lagu yang membawa pesan dihentikannya kekerasan terhadap jurnalis. (*)

Editor : Agustinus Hari

Barta1.Com
Tags: AA Gde Bagus Narendra Prabangsaaa prabangsaBalihari prabangsa nasional
ADVERTISEMENT
Agustinus Hari

Agustinus Hari

Pemimpin Redaksi di Barta1.com

Next Post
Cantiknya Terumbu Karang di Teluk Manado Bidikan Scientific Exploration

Cantiknya Terumbu Karang di Teluk Manado Bidikan Scientific Exploration

Discussion about this post

Berita Terkini

  • Mahasiswa Polimdo Semakin Paham Peran Bank Indonesia Usai Kuliah Umum BI 9 Maret 2026
  • Pemerintah dan Forkopimda Bersinergi Tangani Gangguan Keamanan antara Empang dan Sari Kelapa 9 Maret 2026
  • RDP Komisi IV DPRD Sulut Tertunda Akibat Miskomunikasi Undangan 9 Maret 2026
  • BI Dorong Polimdo Jadi Destinasi Wisata Kuliner Halal di Sulawesi Utara 9 Maret 2026
  • Jejak Kasih di Bulan Suci: Oi Hidup Manado Ziarah, Berbagi, dan Berbuka Bersama 9 Maret 2026

AmsiNews

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

No Result
View All Result
  • #12328 (tanpa judul)
    • Indeks Berita
  • Contact
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Kebijakan Privasi
  • Laman Contoh
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Talaud
  • Webtorial

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In