Sangihe, Barta1.com – Aksi bersih-bersih terbesar di dunia World Cleanup Day (WCD) bakal digelar meriah pada Sabtu, 21 September 2019 di Pelabuhan Tua (Peltu). Kegiatan WCD merupakan kampanye aksi bersih terhadap sampah yang dilaksanakan secara serentak di seluruh dunia oleh 157 negara.
Kabupaten Kepulauan Sangihe, daerah yang berada di paling utara pulau Sulawesi, juga turut mengambil bagian dalam aksi bersih-bersih terbesar di dunia ini. Melalui Leader WCD, Jonathan Hormati (17) dan Mentornya Celline Sandil (20), mereka berupaya melibatkan lebih dari seribu siswa di Kepulauan Sangihe.
“Kami sudah melakukan road show WCD, berkolaborasi dengan Ikatan Ungke Momo Sangihe dan Mehengke Nusa Sangihe, serta 13 sekolah di Kabupaten Kepulauan Sangihe sekaligus mengedukasi 1485 siswa tentang sampah dan dampaknya terhadap lingkungan, kemudian mendata calon relawan yang nanti akan terlibat dalam kegiatan 21 September besok,” ungkap Jonathan Hormati.
Berdasarkan data relawan Core tim World Cleanup Day (WCD) Sangihe, kegiatan ini akan melibatkan pelajar dari SD, SMP, SMA/K Sederajat, Perguruan Tinggi serta Komunitas Pecinta Alam yang ada di Kepulauan Sangihe.
“Kalau untuk besok hari, persiapan kami sudah matang termasuk dengan pemetaan lokasi-lokasi clean up hingga fasilitas pengangkut sampah. Tentunya dengan support dari DLHK Sangihe,” sambung siswa SMA Negeri 1 Tahuna ini.
Sementara itu menurut mentor WCD Sangihe, Celline Sandil, kegiatan ini sendiri, bertepatan dengan Hari Perdamaian Dunia. “Sehingga secara nasional diberi tema “Cleanup For Peacefull Indonesia”. Kabupaten Kepulauan Sangihe sendiri mengangkat tema: Sangihe Buresi dengan harapan masalah sampah dapat menjadi perhatian setiap lapisan masyarakat,” kata Celline yang merupakan aktivis lingkungan di Kepulauan Sangihe.
Kegiatan WCD, didukung penuh oleh Pemkab Sangihe, antara lain Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kepulauan Sangihe, Dinas Pendidikan Kabupaten Kepulauan Sangihe dan instansi terkait lainnya.
Peliput : Rendy Saselah


Discussion about this post