Sangihe, Barta1.com – Produksi lokal minyak kelapa Sangihe, bernama Lanang Bango makin diseriusi Pemkab Kepulauan Sangihe, melalui instansi teknis Dinas Perindustrian dan Perdagangan.
Kepala Dinas Peindustrian dan Perdagangan Sangihe, Feliks Gaghaube, menjelaskan ada tiga tahapan dalam pengembangan Lanang Bango, yaitu tahap uji laboratorium kualitas dan kandungan di Balai Riset dan Teknologi Pertanian Manado, standar kemasan, dan sertifikasi produk.
“Setelah tiga standar ini terpenuhi maka Produksi Lanang Bango nantinya akan diproduksi secara baik pada tahun 2020,” kata Gaghaube.
Dalam pengamatan Perindak Sangihe sejauh ini produksi Lanang Bango dari 5 kelompok yang ada, baru mampu memproduksi 1000 liter dalam sebulan. Hal demikian masih berbanding jauh dengan angka kebutuhan masyarakat Sangihe yang mencapai 97.200 liter/bulan pemakaian minyak goreng.
“Saat ini kelompok yang memproduksi yaitu Kendahe, Kalekube, Bira, Angges dan Tona dan dari 5 kelompok ini baru mampu menghasilkan 1000 liter/bulan sedangkan kebutuhan masyarakat Sangihe 97.200 liter/bulan. Nantinya jika 3 standar ini sudah terpenuhi akan ada penambahan produksi ini akan saya presentasikan ke BP Litbang supaya ada penambahan anggaran,” ujarnya.
Jadi menurut Gaghube setelah tahapan ini selesai akan membuat prosedur tetap/standar operasional prosedur (SOP) terhadap cara produksi, dan mengenakan harga Rp 18.000/liter. “Tentu harga ini di bawah harga minyak goreng yang saat ini sudah beredar namun untuk saat ini harga yang ada dipasaran berkisaran Rp 12.000/liter,” ujarnya.
Peliput: Rendy Saselah


Discussion about this post