Manado, Barta1.com – Badan Koordinasi Kemahasiswaan Politeknik se-Indonesia (Bakorma), khususnya lembaga koordinasi bidang kemahasiswaan, menggelar pertemuan bersama para Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan politeknik se-Indonesia di Politeknik Negeri Manado (Polimdo), Kamis (5/11/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Direktur Polimdo, Dra. Maryke Alelo, MBA, yang menyambut hangat kehadiran para Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan dari berbagai politeknik di Indonesia.
Dalam kesempatan itu, Maryke juga memperkenalkan sejumlah program dan capaian yang telah dilaksanakan Polimdo. Pemaparan tersebut mendapat apresiasi dari Ketua Bakorma Politeknik se-Indonesia periode 2025–2027, Dr. Tomy Andrianto, SST., M.Par.

Tomy mengungkapkan, ada sejumlah hal penting yang menjadi pembahasan dalam pertemuan tersebut. Salah satunya adalah pemaparan Direktur Polimdo mengenai keberlanjutan (sustainability) serta UI GreenMetric World University Rankings.

“Cukup banyak yang kami bahas. Paling utama adalah apa yang disampaikan oleh Ibu Direktur Polimdo, Dra. Maryke Alelo, MBA, yang tadi berbicara tentang sistem keberlanjutan (sustainability) serta UI GreenMetric World University Rankings,” ungkap Tomy saat diwawancarai Barta1.com.

Ia mengatakan, melalui pertemuan tersebut, jajaran Bakorma juga mendapatkan pembelajaran mengenai penerapan konsep GreenMetric di lingkungan kampus Polimdo.
Menurutnya, kondisi lingkungan kampus yang asri, dipenuhi taman dan bunga, menjadi bukti nyata keseriusan Polimdo dalam menjaga kelestarian lingkungan.

“Terbukti bagus sekali Polimdo ini. Dilihat dari taman, bunga, dan semuanya, kami menjadi saksi mata. Kami melihat ini sangat-sangat bagus. Jika angka GreenMetric belum mencerminkan kondisi sebenarnya, menurut saya nilainya harus lebih tinggi lagi, karena ini memang bagus sekali,” ujarnya.
Ia menambahkan, secara kasatmata, kondisi lingkungan Polimdo menunjukkan sesuatu yang luar biasa.
Pembahasan berikutnya menyangkut tata kelola dan perencanaan keuangan di masing-masing kampus. Dalam sesi tersebut, para peserta saling berbagi pengalaman mengenai praktik pengelolaan serta hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menyusun perencanaan keuangan perguruan tinggi.
“Yang kedua, kami belajar mengenai tata kelola dan perencanaan keuangan (benchmarking) di kampus-kampus yang sudah berjalan. Bagaimana perencanaan keuangan dan hal-hal apa saja yang perlu dilakukan,” jelasnya.
Selain itu, peningkatan prestasi mahasiswa juga menjadi salah satu topik penting, khususnya terkait Program Kreativitas Mahasiswa (PKM).
Tomy menyebutkan, terdapat sejumlah kampus yang mampu mengirimkan hingga tujuh proposal PKM. Hal tersebut menjadi salah satu contoh yang dapat dipelajari dan dikembangkan oleh politeknik lainnya.
“Ketiga, yang dibahas adalah bagaimana meningkatkan prestasi, di antaranya melalui PKM. Ada kegiatan dari teman-teman yang bisa memasukkan PKM sampai tujuh dari masing-masing kampus. Apalagi, saat ini sedang berlangsung final di Universitas Diponegoro,” tuturnya.
Tidak hanya itu, kegiatan tersebut juga diisi dengan workshop terkait Indikator Kinerja Utama (IKU), khususnya mengenai pencapaian IKU yang dilaksanakan di setiap politeknik.
Dalam sesi ini, para peserta saling berbagi pengalaman dan praktik baik dari kampus masing-masing, termasuk perguruan tinggi yang telah berhasil mencapai target IKU.
“Tadi juga dilakukan workshop terkait IKU, pencapaian IKU yang dilakukan di setiap politeknik. Teman-teman juga telah berbagi pengalaman tentang apa yang sudah pernah dicapai,” ucapnya.
Agenda selanjutnya adalah melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program kerja tahun 2026 sekaligus menetapkan tuan rumah kegiatan Bakorma tahun 2027.
Penetapan tersebut mencakup kampus yang akan menjadi tuan rumah serta berbagai cabang perlombaan yang akan diselenggarakan. Sementara itu, pembahasan lebih terperinci dijadwalkan berlangsung pada awal tahun 2027.
“Selanjutnya, evaluasi agenda 2026 dan ketuk palu tuan rumah 2027. Siapa saja yang menjadi tuan rumah, lomba-lomba apa yang akan dikerjakan, itu diputuskan sekarang. Untuk detailnya akan dibahas pada awal tahun,” jelasnya.
Tomy juga mengungkapkan, salah satu agenda penting dalam pertemuan di Manado adalah pemilihan ketua dan pengurus Bakorma yang baru untuk periode berikutnya.
Menurutnya, proses pemilihan tersebut akan menjadi bagian dari sejarah perjalanan organisasi, terlebih karena sejumlah perwakilan politeknik telah menyatakan kesiapan untuk mencalonkan diri.
“Terakhir, paling penting, di Manado ini akan ada pemilihan ketua dan pengurus Bakorma baru untuk dua tahun berikutnya. Ini akan menjadi salah satu sejarah, karena pada pemilihan kali ini sudah ada teman-teman yang siap mencalonkan diri,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Tomy berharap Bakorma dapat menjadi wadah strategis dalam membantu politeknik memenuhi target IKU sekaligus memperkuat daya saing mahasiswa.
Ia menilai, selama ini politeknik kerap dianggap belum setara dengan universitas. Namun, melalui keberadaan Bakorma, kompetisi antarmahasiswa dapat terus dibangun sehingga mahasiswa politeknik memiliki kesempatan yang sama untuk menunjukkan kemampuan dan prestasi mereka.
“Bakorma tujuannya mempersiapkan anak-anak untuk kuat ketika berhadapan dengan universitas. Dan itu sudah terbukti. PENS dan Polimdo sudah berprestasi di tingkat internasional. Kemudian Polinema dan Polban juga sudah banyak menang dalam lomba-lomba nasional,” katanya.
Saat diminta menyebutkan satu kata untuk menggambarkan Polimdo, Tomy menjawab, “Asri dan berkelanjutan.”
Sementara itu, Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Polimdo, Ir. Rudolf Estephanus Golioth Mait, ST., MT., IPM., ASEAN Eng, sebelumnya mengakui bahwa Polimdo mendapat kehormatan menjadi tuan rumah pelaksanaan agenda Bakorma Politeknik se-Indonesia.
Hal tersebut disampaikannya saat ditemui di lantai 3 Gedung Utama Polimdo, Selasa (3/11/2026).
“Ini bagian dari kehormatan bagi kami karena bisa menggelar agenda nasional yang dihadiri Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan Politeknik se-Indonesia. Dalam pertemuan ini akan dibahas banyak hal, salah satunya terkait program kerja tahun 2027,” pungkasnya. (*)
Peliput: Meikel Pontolondo

Discussion about this post