Manado, Barta1.com – Air yang seharusnya jernih kini tampak menghitam. Sampah rumah tangga, termasuk plastik, memenuhi aliran sungai dan selokan di sejumlah titik. Kondisi ini menjadi gambaran nyata persoalan pencemaran lingkungan yang perlu mendapat perhatian bersama.

Pencemaran tersebut tidak hanya mengancam kelestarian lingkungan dan ekosistem, tetapi juga berpotensi berdampak pada kesehatan manusia serta menimbulkan persoalan sosial.
Melihat kondisi itu, KPAB Chiroptera hadir dengan aksi nyata melalui kegiatan pembersihan sampah di kawasan selokan dan bantaran sungai di Kelurahan Bailang, Manado, dalam rangka menyambut Hari Sumpah Pemuda.

Anggota KPAB Chiroptera, Hendro Berwan, yang turut terlibat dalam kegiatan tersebut, mengatakan bahwa aksi bersih-bersih ini merupakan salah satu bentuk kepedulian pemuda terhadap lingkungan.
“Dalam rangka menyambut Sumpah Pemuda, KPAB Chiroptera mengadakan aksi bersih-bersih sampah di selokan dan bantaran sungai di Kelurahan Bailang,” ungkap Hendro kepada Barta1.com, Minggu (25/10/2026).
Menurut Mantan Ketua KPAB Chiroptera, kegiatan ini dilakukan sebagai upaya mencegah potensi banjir akibat penumpukan sampah yang dapat menghambat aliran air.

Ia menjelaskan, sampah yang dikumpulkan sebagian besar berasal dari selokan di sekitar rumah warga. Kondisi tersebut, menurutnya, menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan dan bersikap ramah terhadap lingkungan masih perlu ditingkatkan.
“Banyak sampah plastik dan sampah rumah tangga yang masuk ke sungai ini. Kami melakukan pembersihan di empat titik, dengan melibatkan enam hingga tujuh orang,” jelasnya.
Hendro berharap aksi tersebut dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat sekaligus mendorong pemerintah setempat agar lebih memperhatikan kebersihan dan kelestarian lingkungan di kawasan sungai.
Ia juga berharap pemerintah setempat dapat memasang papan edukasi di sepanjang bantaran sungai, berisi imbauan kepada masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan, khususnya ke sungai.
“Bahkan, kami berharap pemerintah setempat bisa membuat papan edukasi di setiap pinggiran sungai, dengan kalimat ajakan agar masyarakat tidak membuang sampah ke sungai,” pungkasnya.
Dalam aksi bersih-bersih tersebut, KPAB Chiroptera turut bersama sejumlah kelompok pecinta alam lainnya, yakni KPA Silvaterra, KPAB Corvus, KPAB Elephas Maximus, dan KPPA Tarantula. (*)
Peliput: Meikel Pontolondo

Discussion about this post