Manado, Barta1.com – Politeknik Negeri Manado (Polimdo), khususnya Jurusan Teknik Elektro, terus didorong untuk menghadirkan karya dan inovasi yang mampu menjawab kebutuhan serta persoalan yang dihadapi para mitra di lapangan.
Upaya tersebut dibuktikan melalui sejumlah hasil skripsi mahasiswa yang tidak hanya berhenti sebagai karya akademik, tetapi langsung diserahkan dan dimanfaatkan oleh mitra sesuai kebutuhan masing-masing.

Salah satunya kepada AirNav Indonesia Cabang Manado, yang menerima perangkat Internet of Things (IoT) untuk membantu memonitor kondisi ruang peralatan navigasi. Perangkat tersebut diserahkan oleh Ketua Jurusan Teknik Elektro Polimdo, Marson Budiman, SST., MT., kepada pihak AirNav Indonesia Cabang Manado, Subhan Syawie.

Selanjutnya, Jurusan Teknik Elektro Polimdo juga menyerahkan produk Rancang Bangun Sistem Manajemen Kolam Air Tawar Berbasis IoT dengan Otomatisasi Pemberian Pakan dan Monitoring Kondisi Kolam kepada Balai Benih Ikan Air Tawar Kabupaten Minahasa Tenggara. Produk tersebut diterima langsung oleh Marko L. P. Maringka, S.IK., ME.
Tak hanya itu, hasil skripsi mahasiswa lainnya berupa Sistem Informasi Pelaporan Temuan Vektor Berbasis Web turut diserahkan kepada Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Manado.
Jurusan Teknik Elektro juga menyerahkan perangkat lunak Sistem Informasi Geografis Sebaran dan Identifikasi Hama Padi Berbasis Web kepada Balai Perlindungan dan Pengujian Mutu Tanaman Pangan dan Hortikultura. Produk tersebut diterima langsung oleh Kepala Balai, Nova R. O. Sumolang.

Sementara itu, Bank Sampah Buha Recycle Manado menerima produk Sistem Informasi Manajemen Daur Ulang Sampah Plastik Berbasis Web dengan Implementasi Role-Based Access Control (RBAC). Sistem tersebut diserahkan kepada Kepala Bank Sampah Buha, Dio Danyndra.
Program Studi (Prodi ) Informatika, Jurusan Teknik Elektro Polimdo turut memberikan perhatian terhadap upaya pelestarian lingkungan di Desa Bahoi, Kecamatan Likupang Barat.
Perhatian tersebut diwujudkan melalui pemberian perangkat lunak dan perangkat keras berupa sistem pemantauan perkembangan terumbu karang di Kawasan Wisata Konservasi Desa Bahoi.
Sistem tersebut diharapkan dapat mendukung proses pemantauan perkembangan terumbu karang secara lebih efektif, sekaligus membantu pengelolaan kawasan konservasi berbasis teknologi.
Laporan hasil penelitian tersebut diserahkan langsung oleh Ketua Jurusan Teknik Elektro Polimdo, Marson Budiman, kepada Sekretaris Desa Bahoi, Yevanny Makahinda.
Berbagai produk tersebut menjadi bukti bahwa hasil karya mahasiswa Polimdo, khususnya Jurusan Teknik Elektro, mulai diarahkan agar memiliki manfaat nyata dan dapat digunakan untuk menyelesaikan persoalan yang dihadapi mitra.
Menurut Ketua Jurusan Teknik Elektro Polimdo, Marson Budiman, SST., MT., program tersebut sebenarnya telah dijalankan sejak dua hingga tiga tahun terakhir. Namun, pelaksanaannya belum mampu mengakomodasi seluruh kebutuhan mitra.
“Program seperti ini sebenarnya sudah kami jalankan sejak dua hingga tiga tahun terakhir. Hanya saja, belum banyak yang dapat diakomodasi. Tahun ini, melalui tugas akhir atau skripsi, mahasiswa lebih difokuskan untuk menghasilkan karya yang benar-benar bermanfaat bagi mitra,” ungkap Marson, belum lama ini.
Ia menjelaskan, hasil penelitian mahasiswa selanjutnya akan dihilirisasi menjadi produk yang dapat dimanfaatkan secara langsung oleh mitra.
“Hal ini kami lakukan sebagai bagian dari upaya mencapai Indikator Kinerja Utama (IKU) dan mendukung akreditasi yang nantinya akan dijalani Jurusan Teknik Elektro,” katanya.
Marson menambahkan, selama ini cukup banyak hasil penelitian yang dihasilkan melalui P3M. Namun, belum seluruhnya berhasil dihilirisasi dan dimanfaatkan oleh mitra.
“Dengan tugas akhir atau skripsi, kami memiliki metode yang lebih jelas sehingga seluruh hasil penelitian dapat terverifikasi. Kami tidak ingin karya mahasiswa hanya menjadi arsip yang tersimpan di jurusan atau kampus, tetapi benar-benar dapat dimanfaatkan oleh mitra,” tambah Marson, yang didampingi Sekretaris Jurusan Teknik Elektro Polimdo, Maksy Sendiang, SST., MIT.
Menurut Ketua Senat Polimdo tersebut, langkah ini juga memberikan manfaat yang lebih luas, baik dalam pencapaian IKU Polimdo, peningkatan kinerja direktur, maupun dalam mendukung peningkatan nilai akreditasi institusi.
Dengan demikian, skripsi mahasiswa tidak lagi sekadar menjadi syarat akademik untuk menyelesaikan pendidikan, tetapi diarahkan menjadi karya inovatif yang mampu memberikan solusi nyata bagi masyarakat, dunia usaha, lembaga pemerintahan, serta berbagai mitra Polimdo. (*)
Peliput: Meikel Pontolondo

Discussion about this post