Talaud, Barta1.com – Sampiri atau nuri Talaud dalam bahasa Latinnya, eos histrio Talaud rensis, merupakan hewan endemik Kabupaten Kepulauan Talaud, bakal menjadi logo dan maskot daerah yang berbatasan dengan negara Filipina ini.
Memiliki ukuran tubuh yang agak besar dengan panjang mencapai 31 cm dan corak warna terang yang terdiri dari tiga variasi seperti warna merah, biru tua mengkilap, serta warna hitam membuat hewan ini mengandung daya pikat.
Ditambah dengan warna merah, dimulai bagian depan kepala dan juga bagian belakang kepala dekat tengkuk, area pipi, tenggorokan, sisi perut, punggung belakang, serta di sayapnya dan warna biru tua mengkilap juga terlihat pada bagian mahkota kepala, sisi belakang mata, tengkuk, pangkal punggung, dada, serta bagian tunggirnya.
Kemudian untuk area tengah punggung, ujung sayap dan ekornya ditutupi dengan warna hitam. Dipadukan dengan kicauannya yang terdengar parau atau agak kasar dengan volume yang sedang, bernada pendek yang terkesan sedikit monoton dan agak melengking, sempurnalah sudah kecantikan jenis burung yang kini terancam punah dan populasinya tinggal berada di Talaud.
Ketua Yayasan IDEP Selaras Alam Talaud, Michael Wangko menerangkan, proses pencanangan Sampiri sebagai maskot Talaud sudah dilaksanakan pada 2018 lalu.
“Ini sudah dicanangkan pada Hari Bumi 23 April 2018, tahun lalu bersama bersama Plt Bupati Petrus Simon Tuange di Desa Tuabatu,” terang Wangko, Sabtu (29/06/2019).
“Jadi di sini ada penandatanganan prasasti desa konservasi sekaligus pencanangan sampiri sebagai maskot talaud,” ujarnya.
Sehingga menjadi pertimbangan bagi Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Talaud untuk dilakukan perubahan pada lambang daerah dan menjadidan hewan ini sebagai maskot.
Anggota DPRD Talaud, Van H Ambuliling mengatakan lambang daerah sejatinya menggambarkan ciri khas daerah. Namun kini, kata dia, mengambil gambar yang kurang mewakili kekhasan daerah Kabupaten Talaud yakni gambar burung merpati yang ada pada lambang daerah, sementara kabupaten Talaud memiliki burung Sampiri sebagai burung endemik Kabupaten Talaud.
“Coba kita lihat saja pada lambang daerah kita itu, ada gambar burung. tetapi burung merpati yang asalnya dari tempat lain,” sorot Ambuliling.
Menurutnya, gambar burung yang ada pada lambang daerah kurang mewakili daerah dimana burung yang ada pada lambang daerah adalah burung merpati yang bukan merupakan hewan endemik Kabupaten Talaud.
“Sudah menjadi semangat umum ini burung sampiri untuk dijadikan sebagai maskot. Nanti setelah burung sampiri ini di tetapkan pada lambang daerah, setelah itu kita tetapkan menjadi maskot kabupaten Talaud,” ujar Ambuliling.
Tak hanya itu, ia juga meminta agar populasi burung sampiri dapat di jaga dengan baik dimana burung tersebut adalah burung endemik kabupaten Talaud yang akan di jadikan maskot kabupaten Talaud.
Peliput : Evan Taarae

Discussion about this post