Manado, Barta1.com – Rapat Paripurna DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) belakangan ini terasa semakin semarak. Suasana sidang tak hanya diwarnai penyampaian pandangan fraksi dan interupsi, tetapi juga pantun yang disampaikan para anggota dewan.
Hampir setiap penyampaian pandangan dari masing-masing fraksi, keterwakilan Badan Anggaran (Banggar), maupun alat kelengkapan dewan (AKD) lainnya, kerap diselipkan pantun.
Hal serupa kembali terjadi dalam Rapat Paripurna DPRD Sulut, Senin (22/09/2026). Dalam rapat tersebut, DPRD membahas dua agenda sekaligus, yakni Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang APBD Provinsi Sulut Tahun Anggaran 2027 serta pengambilan keputusan atas Ranperda tentang Perubahan APBD Provinsi Sulut Tahun Anggaran 2026.
Namun, pantun-pantun yang disampaikan sejumlah anggota DPRD Sulut, di antaranya Raski Mokodompit, Amir Liputo, Julitje Margaretha Maringka, Julyeta Paulina Amelia Runtuwene, dan Angel Wenas, turut mendapat sorotan dari Ketua DPRD Sulut, Fransiskus Andi Silangen.
Fransiskus bahkan mengaitkan pantun-pantun tersebut dengan pesan dalam Kitab Filipi 2:4.
“Sebagaimana firman Tuhan Filipi 2:4: dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain. Ini pantun dari kerajaan surga, yang menjadi patokan utama. Kalau pantun-pantun tadi banyak dengan flash,” ucap Fransiskus.
Tak hanya itu, Fransiskus juga mengaku sempat dibuat bingung dengan pantun yang disampaikan Raski Mokodompit, Julitje Margaretha Maringka, dan Amir Liputo yang menyinggung soal ” Hiu makan Tomat, dari Pelabuhan Bitung langsung ke Manado, serta Nona Manado”.
“Saya bingung dengan pantun yang disampaikan terkait hiu makan tomat, kemudian terkait pelabuhan. Dari Bitung berlayar ke Pelabuhan Manado, padahal pelabuhannya itu ada di Likupang. Saya juga tidak bisa mengartikan pantun dari Bapak Amir Liputo, Nona Manado merah-merah, tapi semua ada yang punya,” ujar Fransiskus.
Ucapan tersebut sontak disambut gelak tawa para peserta rapat paripurna, termasuk Gubernur Sulut Yulius Selvanus dan Wakil Gubernur Victor Mailangkay yang turut hadir dalam agenda tersebut.
Selain itu, hadir pula Wakil Ketua DPRD Sulut Michaela Paruntu, Royke Anter, dan Stella Runtuwene bersama para anggota DPRD Sulut lainnya.
Dari jajaran eksekutif, tampak hadir Sekretaris Daerah (Sekda) Sulut Tahlis Galang, bersama sejumlah kepala dinas, lembaga vertikal, Forkopimda, perwakilan perguruan tinggi, keterwakilan BEM, serta staf khusus Gubernur Sulut. (*)
Peliput: Meikel Pontolondo

Discussion about this post