Manado, Barta1.com – Badan Pengurus Kelompok (BPKel) Oi 1/2 Dewa dan BPKel Oi Hidup Manado menggelar perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Oi ke-27 tahun. Kegiatan tersebut berlangsung di Lorong Mahawu, Lingkungan IV, Kelurahan Mahawu, Kecamatan Tuminting, Kota Manado, Sulawesi Utara, Minggu (16/08/2027).

Mengusung tema “Menyatukan Langkah, Melanjutkan Karya”, perayaan ini menjadi momentum bagi seluruh kader Ormas Oi untuk terus melangkah dengan semangat persatuan, menjaga keberagaman, serta berkarya demi kemajuan bangsa.
Agenda yang berlangsung sederhana, namun sarat makna, diawali dengan doa bersama untuk kemajuan Ormas Oi. Doa juga dipanjatkan bagi para anggota Oi yang sudah meninggal dunia.

Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan agenda Temu Oi, di mana aganda ini telah dihadiri oleh BPW, BPK dan BPkel Oi se- Kota Manado. Temu Oi itu dipandu oleh Demisioner Ketua BPK Oi Manado, Mustofa Hasan.
Dalam kesempatan tersebut, Mustofa memberikan ruang kepada perwakilan penyelenggara untuk menyampaikan laporan kegiatan. Laporan kali ini disampaikan oleh Faruk Djuma, anggota BPKel Oi 1/2 Dewa Manado.
“Selamat Harlah Oiku ke-27 tahun, teruslah berkarya. Sekalipun sederhana, tapi penuh makna untuk kita bisa merayakannya,” ujar Faruk singkat, yang juga merupakan Demisioner Wakil Ketua BPK Oi Manado.
Ajak Seluruh Anggota Lebih Mencintai Oi.
Pada kesempatan yang sama, mantan Ketua BPK Oi Manado periode 2008–2013, Farida Ibrahim, menyampaikan pesan agar seluruh anggota semakin mencintai Oi. Menurutnya, perjalanan Oi hingga mencapai usia 27 tahun tidak terlepas dari kerja keras, waktu, tenaga, serta kebersamaan seluruh anggotanya.
“Dengan gebyarnya Ormas Oi yang ke-27 tahun, secara pribadi dan organisasi saya mengajak untuk mencintai Oi. Oi ini dibangun dengan membutuhkan otak dan tenaga, serta yang paling terpenting membutuhkan waktu. Dengan kerja sama yang begitu sukses di antara kelompok-kelompok, Alhamdulillah bisa bertahan sampai sejauh ini dan merayakan HUT Oi ke-27 tahun,” ungkap Farida.

Sebagai mantan Ketua BPK Oi Manado yang menjabat selama dua periode, Farida juga mengimbau generasi muda yang tergabung dalam Ormas Oi agar senantiasa menjaga persatuan dan menghindari perselisihan.
“Anak-anakku yang tergabung dalam Oi, jangan sampai ada dusta di antara kita. Kita harus solid demi Oi ke depannya, sehingga lebih baik. Saya mengingat pesan mantan ketua, Bang Digo, Oi itu tidak perlu banyak. Biar hanya lima, tapi solid, pasti jalan sesuai dengan motto maupun prinsip-prinsip Oi,” jelasnya.

Ia juga berharap seluruh anggota Oi memahami Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), serta terus saling merangkul dan memperkuat kebersamaan.
“Alhamdulillah, aku bangga dan percaya kepadamu,” ucap Mama Idha, sapaan akrab Farida di kalangan anggota Oi, sembari menyerukan, “Oi! Oi! Oi!”

Oi Harus Terus Peduli Manusia dan Lingkungan.
Sementara itu, Ketua BPW Oi Sulut, Bambang Amiri, menyampaikan bahwa meski perayaan HUT Oi ke-27 digelar secara sederhana, semangat dan sikap kritis kader Oi terhadap berbagai persoalan sosial, pemerintahan, alam, dan lingkungan harus terus dijaga.

“Terbilang di usia ke-27 tahun, semangat dan kritis kita terhadap apa yang dilakukan oleh pemerintah, atau dibutuhkan untuk alam dan lingkungan kita. Di usia seperti ini dengan keadaan yang sangat baik dan terus berkontribusi,” jelasnya.
Bambang mengingatkan seluruh anggota untuk tetap menjaga semangat dan nilai-nilai ke Oi – an, khususnya kecintaan terhadap sesama manusia dan lingkungan.
“Jadi, tetap semangat Oi-ku, karena Oi dididik karena mencintai manusianya dan cinta lingkungannya. Jika teman-teman memiliki dua prinsip ini, berarti benar-benar mencintai Oi,” katanya.
Ia pun berharap bertambahnya usia Oi dapat membawa kesejahteraan dan kebahagiaan bagi seluruh anggotanya, sekaligus memperkuat kepedulian terhadap berbagai agenda kemanusiaan.
“Semalam ulang tahun Oiku, semoga kesejahteraan diliputi dengan kebahagiaan untuk jenjang-jenjang berikut, supaya Ormas kita peduli dengan setiap apa yang diagendakan,” imbuhnya.
Dorong Empati untuk Korban Bencana.
Dalam kesempatan tersebut, Bambang juga menyinggung kondisi yang terjadi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Ia mengajak seluruh anggota Oi untuk terus menjaga rasa empati terhadap masyarakat yang tengah mengalami musibah.
“Kiranya kita bisa mendoakan saudara-saudara kita yang ada di NTT. Jangan pernah kurang empati kita kepada masyarakat yang mengalami musibah. Dari dahulu Oi, ketika ada bencana, Oi Sulut terus melakukan aksi untuk penggalangan bantuan,” tambahnya.
Jadi Momentum untuk Terus Bergandengan Tangan.
BPK Oi Manado, Septian Ade Putra, dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan yang dilaksanakan BPKel Oi 1/2 Dewa dan BPKel Oi Hidup Manado merupakan bagian dari batu loncatan untuk terus mempererat kebersamaan.
Menurutnya, semangat bergandengan tangan, kreativitas, serta langkah-langkah positif di bidang kemanusiaan dan lingkungan harus terus dilanjutkan.
“Saya mewakili BPK Oi Manado mengucapkan selamat untuk kita semua dalam merayakan HUT Oi yang ke-27 tahun,” pungkasnya. (*)
Peliput: Meikel Pontolondo


Discussion about this post