Manado, Barta1.com – Belasan peserta yang berasal dari komunitas koperasi, pelaku UMKM, dan kelompok nelayan tampak antusias mengikuti Workshop Aplikasi Pengelolaan Administrasi dan Transaksi Bisnis Terintegrasi dan Berkelanjutan yang berlangsung di Gedung Kuliah Terpadu (GKT) Politeknik Negeri Manado (Polimdo), Rabu (8/7/2026).

Workshop tersebut merupakan tindak lanjut dari kegiatan sosialisasi yang sebelumnya dilaksanakan oleh tim peneliti Skema Nasional Hilirisasi – Prioritas: Dorongan Teknologi. Setelah memperkenalkan aplikasi kepada para dosen Jurusan Administrasi Bisnis Polimdo, kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan bagi para pengguna, yakni komunitas koperasi, UMKM, dan nelayan.
Tim peneliti dipimpin oleh Dr. Daisy Iriany Erny Sundah, S.E., M.Ed.M., dengan anggota Maksy Sendiang, S.ST., M.IT., Iyam L. Dua, S.E., M.Si., Bervie F. Rondonuwu, S.E., M.M., Mariska Charlota Walean, S.E., M.Si., Misael Aldo Walangitan, S.Pd., M.M., serta programmer Fabian Cahyadi, S.Kom.

Selama workshop berlangsung, tim peneliti, programmer, dan mahasiswa terlihat aktif memberikan pendampingan kepada peserta dalam mengoperasikan aplikasi.
Salah seorang mahasiswa Jurusan Administrasi Bisnis, Kesya Grasela Zefanya Hebingadil, menjelaskan bahwa pendampingan dimulai dari cara mengakses sistem melalui laman web, proses registrasi, login, hingga pengisian identitas dan jenis usaha pada dashboard aplikasi.

“Seperti mengelola toko atau toserba, pengguna mulai menginput daftar barang, kartu gudang, hingga data utang kepada agen. Administrasi surat-menyurat dengan pelanggan juga dilakukan melalui aplikasi ini. Bahkan penyusunan laporan keuangan dan neraca semuanya tersedia dalam sistem,” ungkap Kesya.

Ia menambahkan, kelasnya menjadi bagian dari uji coba aplikasi yang dikembangkan dan diajarkan langsung oleh Ketua Peneliti, Dr. Daisy Iriany Erny Sundah, selaku dosen di Jurusan Administrasi Bisnis Polimdo.
Sementara itu, dalam sambutannya, Dr. Daisy Iriany Erny Sundah menyampaikan bahwa setelah melakukan sosialisasi kepada para dosen, kini pihaknya menggelar workshop bagi perwakilan komunitas nelayan, UMKM, dan koperasi.

“Perbedaan sosialisasi dan workshop adalah pada keterlibatan peserta. Jika sosialisasi hanya memperkenalkan aplikasi yang kami kembangkan, maka melalui workshop ini Bapak dan Ibu dapat terlibat langsung dalam penggunaannya. Seluruh peserta akan dibimbing dan didampingi oleh tim peneliti bersama mahasiswa yang sudah lebih dulu menggunakan aplikasi ini,” ujarnya.

Menurut Daisy, aplikasi tersebut dirancang untuk mengelola administrasi usaha sekaligus mengintegrasikannya dengan pengelolaan keuangan.
“Mungkin selama ini Bapak dan Ibu sudah menggunakan berbagai aplikasi kasir atau pencatatan keuangan. Namun, aplikasi yang kami kembangkan mengintegrasikan administrasi dan keuangan hingga menghasilkan laporan keuangan lengkap, mulai dari laporan laba rugi hingga neraca. Dengan demikian, pengelolaan usaha menjadi lebih mudah,” jelasnya.
Ia menambahkan, pengguna hanya perlu menginput data barang yang dijual. Selanjutnya, sistem akan secara otomatis mengolah data tersebut dan menunjukkan kondisi usaha, termasuk apakah mengalami keuntungan atau kerugian.
“Jika sistem menunjukkan kerugian, berarti penjualan harus ditingkatkan,” katanya.
Melalui dashboard aplikasi, lanjut Daisy, pengguna dapat melihat jenis barang yang dijual, aset yang dimiliki, hingga kondisi kas usaha secara menyeluruh sehingga seluruh aktivitas usaha dapat dipantau dengan lebih baik.
“Semoga aplikasi ini dapat dimanfaatkan dengan baik sehingga pelaku usaha dapat mengelola bisnisnya secara sehat dan terhindar dari risiko kebangkrutan,” terangnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya pengelolaan keuangan yang disiplin. Menurutnya, tidak sedikit pelaku usaha yang merasa memperoleh keuntungan, kemudian langsung menggunakan uang tersebut untuk kepentingan pribadi tanpa memperhitungkan kewajiban atau utang yang masih harus dibayar.
“Karena itu, aplikasi ini dibuat agar seluruh transaksi dan kondisi keuangan dapat diketahui secara jelas melalui sistem,” ujarnya.
Daisy mengungkapkan, penelitian tersebut didanai oleh Kementerian melalui Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Proposal penelitian diajukan pada 2025 dan berhasil lolos seleksi pendanaan pada 2026 setelah melalui proses yang sangat ketat.
“Dari 274 proposal yang diajukan dari seluruh Indonesia, proposal penelitian kami akhirnya berhasil masuk dalam 127 proposal yang lolos pendanaan,” tambah dia.
Sebelumnya juga Direktur Polimdo, Dra Maryke Alelo, MBA, melalui Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Polimdo, Dr. Rilya Rumbayan, S.T., M.Eng, menyampaikan apresiasi kepada tim peneliti atas capaian yang telah diraih hingga tahap saat ini.
“Kami mewakili P3M bersyukur karena ada tim peneliti nasional yang membawa nama Polimdo dalam Program skema Nasional Hilirisasi-Prioritas: Dorongan Teknologi. Kami mengetahui tim ini telah bekerja keras sejak proses seleksi bersama tim pakar tahun lalu hingga akhirnya mampu mencapai tahap implementasi saat ini,” ujarnya.
Ia mengatakan, program hilirisasi ini menjadi bukti bahwa hasil-hasil riset yang dilakukan di Polimdo mampu diwujudkan menjadi inovasi yang dapat dimanfaatkan masyarakat.
“Dari judul penelitian saja sudah terlihat bahwa tujuan utamanya adalah mendorong proses hilirisasi hasil riset Polimdo. Salah satu inovasi yang berhasil diwujudkan adalah aplikasi yang dikembangkan oleh tim Ibu Daisy Sundah. Kami di P3M berharap aplikasi ini tidak hanya berhenti sebagai produk penelitian, tetapi benar-benar memberikan manfaat dan dampak bagi para penggunanya,” katanya.
Menurut Dr. Rilya, keberlanjutan aplikasi juga menjadi hal yang penting untuk diperhatikan, meskipun masa pelaksanaan penelitian hanya berlangsung selama satu tahun.
“Kami berharap pada tahun-tahun berikutnya aplikasi ini tetap dikembangkan dan terus dimanfaatkan oleh para pengguna. Sebelum aplikasi dibuat tentu telah dilakukan analisis kebutuhan bersama mitra, sehingga hasil penelitian ini diharapkan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya koperasi, UMKM, dan kelompok nelayan,” jelasnya.
Ia juga berharap hasil penelitian tersebut dapat dihilirisasikan dalam proses pembelajaran di Polimdo sehingga menjadi inspirasi bagi mahasiswa untuk terus melahirkan inovasi di era digital.
“Kami berharap penelitian ini juga dapat diterapkan dalam proses pembelajaran kepada mahasiswa, sehingga mereka mampu menghasilkan inovasi-inovasi baru yang relevan dengan perkembangan digitalisasi saat ini. Selamat kepada tim peneliti atas hasil aplikasinya dan selamat menjalankan seluruh agenda berikutnya,” pungkasnya. (*)
Peliput: Meikel Pontolondo


Discussion about this post