Bitung, Barta1.com — Gubernur Provinsi Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE meresmikan Unit Pelayanan Hemodialisis UPTD Rumah Sakit Manembo-nembo Tipe C Kota Bitung. Senin, (6/7/2026).
Dalam sambutannya, Yulius Selvanus menyampaikan apresiasi sekaligus merasa bangga karena sudah dua kali datang meresmikan unit pelayanan yang ada di UPTD RS Manembo-nembo.
Yulius Selvanus juga menekankan bahwa secepatnya harus meningkatkan layanan Hemodialisis atau biasa dikenal dengan istilah cuci darah, agar supaya dapat membantu masyarakat yang membutuhkan layanan tersebut.
Menurutnya, jika dilihat dari jumlah penduduk kota Bitung sebanyak 217 ribu jiwa, dan dibandingkan dengan keterbatasan peralatan, maka dinilai belum bisa untuk memfasilitasi layanan tersebut.
Karena itu, Gubernur Yulius Selvanus mengatakan akan bersama-sama dengan pemerintah Kota Bitung untuk mendorong pengembangan layanan yang ada sehingga boleh bermanfaat bagi seluruh masyarakat Kota Bitung.
Lebih jauh, Gubernur menjelaskan bahwa pemerintah berupaya untuk menyelesaikan terkait tantangan dalam bidang pelayanan kesehatan, termasuk Sulawesi Utara yang terdiri dari 382 pulau, dengan 18 persen masyarakat yang tinggal di pulau-pulau dan tidak semua pulau memiliki rumah sakit sehingga menjadi tantangan saat ini. Karena itu, kehadiran unit layanan Hemodialisis merupakan salah satu prinsip sehingga angka harapan hidup bisa bertambah.
“Dalam pelayanan prima, ada tiga kategori yang harus dilaksanakan yakni cepat, dekat dan bermutu,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur RSUD Manembo-Nembo Bitung, Dr. dr. Nicolas Chally Tirayoh, M.Kes, FISQua, menyampaikan bahwa kami mengundang bapak Gubernur untuk meresmikan unit pelayanan Hemodialisis sekaligus menjadi saksi sejarah dimana rumah sakit Manembo-nembo untuk pertama kali di Kota Bitung melayani pasien cuci darah.
“Hari ini diresmikan, hari ini juga kami melayani empat pasien pertama dan besok kami akan melayani delapan pasien,” ucap dr. Chally.
Menurutnya, pelayanan ini sudah disupport oleh BPJS sehingga pelayanan cuci darah menjadi gratis dan pada bulan Juni kemarin sudah dilakukan kredensialing dan hasilnya kami direkomendasikan untuk melakukan pelayanan cuci darah.
“Sesuai dengan data Dinas Kesehatan Kota Bitung, yang ber KTP Bitung terdapat sebanyak 180 pasien, dan kami baru melayani 24 pasien setiap hari dengan layanan mulai hari Senin sampai dengan Sabtu,” jelasnya.
Ia menambahkan, kedepan akan ditambahkan pelayanan mulai dari penambahan bed (tempat tidur) hingga penambahan SDM serta tenaga dokter spesialis, sehingga layanan cuci darah di rumah sakit Manembo-nembo boleh berjalan secara maksimal.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Wali Kota Bitung, Hengky Honandar, SE, Wakil Wali Kota Bitung, Randito Maringka, S.Sos, Mantan Wali Kota Bitung, Maximilian Jonas Lomban, Anggota DPRD Kota Bitung, Kepala Dinas Kesehatan Daerah Provinsi Sulawesi Utara, dr. Rima F. Lolong, M.Kes bersama jajaran, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bitung, dr. Pieter Lumingkewas, M.Kes, bersama jajaran, Para Dokter, serta tenaga perawat Rumah Sakit Manembo-nembo Bitung.(Chris)

Discussion about this post