Manado, Barta1.com – Bidang Perencanaan dan Kerja Sama serta enam jurusan di Kampus Politeknik Negeri Manado (Polimdo) ke depan akan lebih mudah dalam mempersiapkan administrasi pada setiap tahapan akreditasi.

Kemudahan tersebut hadir melalui sistem “Rancang Bangun dan Implementasi Sistem Informasi Berbasis Web untuk Evaluasi Kerja Sama Kampus-Industri” yang dikembangkan oleh mahasiswa Jurusan Teknik Elektro Polimdo, Delon G. Y. Temo dan Clynten Billiam Palad, di bawah bimbingan Edwin S. A. Lumunon, ST., MT., Ir. Alfrets Wauran, ST., M.Kom., dan Fitria C. Lahinta, S.ST., MT.

Staf Bidang Perencanaan dan Kerja Sama Polimdo, Kevin Wim Rasuh dan El Safa Meluwu, menjelaskan bahwa pengembangan aplikasi tersebut berlangsung hampir satu tahun dan telah digunakan oleh bagian Humas dan Kerja Sama sejak Maret 2026.
“Kegunaan sistem yang dibuat oleh Delon dan Clynten ini sangat mempermudah pekerjaan internal institusi Polimdo, terutama dalam pengelolaan basis data kerja sama serta memenuhi kebutuhan data akreditasi bagi enam jurusan,” ujar keduanya.
Kevin dan El, yang berinteraksi langsung dengan sistem tersebut, menegaskan bahwa aplikasi ini sangat menunjang proses akreditasi jurusan.

“Ke depannya, ketika ada permintaan data dari lembaga akreditasi, jurusan tidak perlu lagi mencari dokumen secara manual. Melalui sistem ini, seluruh data yang dibutuhkan sudah tersedia. Jurusan juga dapat mengakses data secara mandiri kapan pun diperlukan. Aplikasi ini benar-benar mempermudah pekerjaan institusi, dan ke depan tinggal dilakukan penyempurnaan,” jelas mereka.
Wakil Direktur Bidang Perencanaan dan Kerja Sama Polimdo, Juliet Makinggung, SE., M.Si., yang didampingi oleh Frits Lalongsang sebagai Kepala Bagian Akademik, Kemahasiswaan, dan kerja sama turut memberikan apresiasi atas hadirnya sistem tersebut. Menurutnya, kebutuhan akan laporan dan data saat ini semakin mendesak, termasuk berbagai laporan yang harus disampaikan kepada kementerian, sementara sebelumnya institusi belum memiliki sistem yang terintegrasi.
“Dengan hadirnya sistem ini, kami memberikan apresiasi karena banyak kebutuhan institusi yang dapat diakomodasi. Tidak hanya untuk mengelola data kerja sama dan menyusun laporan kepada kementerian, tetapi juga memenuhi kebutuhan akreditasi di masing-masing program studi sehingga data dapat diakses setiap saat,” tuturnya.
Juliet menambahkan bahwa secara prinsip aplikasi tersebut telah mengakomodasi kebutuhan institusi saat ini, meskipun masih dapat terus dikembangkan, seperti penambahan fitur notifikasi keberlanjutan maupun outcome kerja sama yang tidak hanya berfokus pada dokumen.
“Kami berharap aplikasi ini benar-benar segera digunakan secara menyeluruh di institusi. Dalam waktu dekat akan ada akreditasi salah satu program studi, sehingga sistem ini diharapkan sudah dapat dimanfaatkan. Bidang kerja sama tinggal melengkapi data-data yang nantinya diperlukan,” tambahnya.
Ia juga kembali menyampaikan apresiasi kepada Delon dan Clynten atas hasil karya yang telah mereka kembangkan.
“Kalian berdua luar biasa. Jika harus diberi nilai dari 1 sampai 100, menurut kami hasilnya melebihi ekspektasi. Awalnya penelitian ini terlihat sederhana, tetapi ketika diminta berbagai pengembangan fitur, mereka mampu mewujudkannya. Tentu masih ada ruang untuk penyempurnaan ke depan,” ujarnya.
Ketua Jurusan Teknik Elektro Polimdo, Marson Budiman, ST., MT., menyambut baik apresiasi yang disampaikan pimpinan institusi melalui Wakil Direktur Bidang Perencanaan dan Kerja Sama.
“Program seperti ini sebenarnya sudah kami jalankan sejak dua hingga tiga tahun terakhir. Hanya saja, belum banyak yang dapat diakomodasi. Tahun ini, melalui tugas akhir atau skripsi, mahasiswa lebih difokuskan untuk menghasilkan karya yang benar-benar bermanfaat bagi mitra,” jelasnya.
Menurut Marson, hasil penelitian mahasiswa akan dihilirisasi menjadi produk yang dapat dimanfaatkan oleh mitra.
“Hal ini kami lakukan sebagai bagian dari upaya mencapai Indikator Kinerja Utama (IKU) dan mendukung akreditasi yang nantinya akan dijalani Jurusan Teknik Elektro,” katanya.
Ia menambahkan bahwa selama ini banyak hasil penelitian yang dihasilkan melalui P3M, namun belum semuanya berhasil dihilirisasi kepada mitra.
“Dengan tugas akhir atau skripsi, kami memiliki metode yang lebih jelas sehingga seluruh hasil penelitian dapat terverifikasi. Kami tidak ingin karya mahasiswa hanya menjadi arsip yang tersimpan di jurusan atau kampus, tetapi benar-benar dapat dimanfaatkan oleh mitra,” tambah Marson yang didampingi Sekretaris Jurusan Teknik Elektro Polimdo, Maksy Sendiang, SST., MIT.
Menurut Ketua Senat Polimdo tersebut, langkah ini juga memberikan manfaat besar bagi pencapaian IKU Polimdo, kinerja direktur, serta peningkatan nilai akreditasi institusi.
Presentasi Mahasiswa Jurusan Teknik Elektro Polimdo, Delon G. Y. Temo dan Clynten Billiam Palad terkuat platform Digital yang dibuat.
Dalam presentasi hasil penelitian, Delon dan Clynten menjelaskan bahwa aplikasi kerja sama kampus-industri tidak sekadar menjadi wadah administrasi, tetapi juga dirancang untuk mendorong kolaborasi yang lebih efektif dalam penyelarasan kurikulum, pelaksanaan magang, hingga penyusunan kebijakan berbasis data lulusan.
“Kami memahami bahwa Polimdo membutuhkan tata kelola yang terukur agar setiap bentuk kerja sama mampu memberikan dampak akademik maupun ekonomi secara merata. Oleh karena itu, platform digital kerja sama Polimdo dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) dirancang sebagai solusi untuk tata kelola dan evaluasi kemitraan yang terintegrasi,” ungkapnya.
Berdasarkan hasil analisis terhadap alur kerja yang berjalan saat ini, Delon menjelaskan bahwa pengembangan platform tersebut dilatarbelakangi oleh tiga persoalan utama.
Pertama, pengelolaan data kerja sama yang masih tersebar di berbagai unit, seperti jurusan dan Humas, sehingga informasi belum terintegrasi.
“Data dari setiap unit masih terpisah sehingga sering terjadi perbedaan informasi. Akibatnya, ketika data dibutuhkan secara cepat, proses pencariannya menjadi cukup sulit,” jelasnya.
Kedua, lemahnya sistem monitoring terhadap dokumen kerja sama.
“Proses evaluasi dokumen sering terhambat karena minimnya visibilitas terhadap status validasi. Selain itu, pelacakan dokumen maupun status evaluasi juga belum berjalan optimal sehingga berpotensi menghambat proses perpanjangan kerja sama,” katanya.
Ketiga, penyusunan laporan kerja sama yang dinilai belum efisien.
“Penyusunan laporan kerja sama dari tahun ke tahun masih membutuhkan waktu yang cukup lama karena petugas harus kembali mengumpulkan dokumen fisik serta mengolah data secara manual dan berulang pada setiap periode,” pungkasnya.
Pantauan Barta1.com, kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara pimpinan Polimdo dan Jurusan Teknik Elektro Polimdo sebagai bentuk penyerahan resmi aplikasi hasil penelitian mahasiswa kepada institusi. (*)
Peliput: Meikel Pontolondo


Discussion about this post