• #12328 (tanpa judul)
    • Indeks Berita
  • Contact
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Kebijakan Privasi
  • Laman Contoh
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Talaud
  • Webtorial
Rabu, Mei 27, 2026
  • Login
Barta1.com
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
Barta1.com
No Result
View All Result
Home Fokus Opini

Museum Sulut Setelah Batal ‘Dijual’

by Ady Putong
27 Mei 2026
in Opini
0
Wajah Museum Daerah Sulawesi Utara setelah bersolek lewat program revitalisasi total yang digawangi Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara. (foto: Barta1)

Wajah Museum Daerah Sulawesi Utara setelah bersolek lewat program revitalisasi total yang digawangi Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara. (foto: Barta1)

0
SHARES
15
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Catatan: Ady Putong

Alfred Pontolondo bukan orang asing bagi saya. Kami jadi dekat beberapa tahun silam saat bersua dalam satu kesempatan di wilayah kepulauan. Sosoknya yang tenang bisa berubah ketika melihat dan merasakan ada persoalan kemanusiaan yang terjadi di sekelilingnya.

Begitulah saya memahami Alfred, seorang seniman jebolan institut seni di luar daerah yang mengabdikan dirinya sebagai ASN Kepulauan Sangihe. Jiwa idelisnya tergerak ketika perusahaan tambang emas masuk mengeksploitasi pulau itu. Alfred berjuang terdepan, bersama warga dan sejumlah aktivis lingkungan menghadang bisnis industri ekstraktif yang bisa mengakibatkan kerusakan tiada tara di Sangihe.

Sebagai jurnalis di Barta1, bersama kawan-kawan redaksi, kami ambil sikap memihak perjuangan Alfred lewat kerja yang biasa kami tekuni. Kami dalam penyadaran bahwa Sangihe harus diselamatkan dan media patut menempatkan posisi untuk kelanjutan masa depan rakyat pulau itu.

Namun yang terpenting bagi kami adalah mempercayai Alfred sebagai sosok yang tak bakal mundur saat masuk dalam medan perjuangan. Karakter seperti ini belakangan semakin sulit dicari. Dia bukan seperti lelaki yang bisa dibeli dan kemudian menghilang ketika terlibat dalam sebuah persoalan. Justru karena konsistensi ini Alfred dipercaya dan bisa menggerakan massa.

Tahun 2025 lalu, Alfred yang sudah mutasi dari kabupaten ke Dinas Kebudayaan Provinsi Sulawesi Utara lagi-lagi bikin geger. Ini karena dia menjadi inisiator penjualan Museum Daerah Provinsi Sulawesi Utara. Dan untuk niat tersebut, Alfred seperti biasanya tak mau setengah-setengah. Di atas gedung era 80-an itu bahkan terpajang spanduk besar bertuliskan “Museum ini Dijual”. Astaga!! Ada apa lagi ini?

Ternyata gerakan itu bentuk keprihatinan dirinya pada kondisi Museum Daerah Sulut yang setiap tahun makin memiriskan. Ribuan koleksi benda-benda bersejarah beragam bentuk dibiarkan tanpa pemeliharaan. Akibatnya banyak yang rusak atau hancur sehingga sulit melihat jejak masa lalu Sulawesi Utara yang harusnya diketahui oleh generasi terkini.

Sama halnya dengan koleksi, gedung museum Sulawesi Utara pun hancur-hancuran. Aneh ya, kendati berada dalam 1 lahan dengan Dinas Kebudayaan tetapi museum Sulut seperti anak tiri yang tidak tersentuh pemeliharaan. Dan semakin aneh karena sepanjang 2021-2023 ada kucuran dana alokasi khusus bernilai raksasa dari Direktorat Museum dan Cagar Budaya di bawah Kemenristekdikti untuk Museum Daerah Sulawesi Utara agar bisa dirawat dan dipelihara. Tapi nyatanya Museum makin hancur, sepi dan dijauhi pengunjung.

Sebagai seniman yang lekat dengan persoalan kebudayaan, Alfred pun kembali berjuang untuk memulihkan Museum Sulut. Dan lagi-lagi kami di Barta1 terpanggil  memihak perjuangan Alfred. Lewat pemberitaan kami berniat membangun penyadaran kepada siapa saja, khususnya pemerintah daerah untuk paling tidak mendongakkan kepalanya ke aras Museum, gedung yang terlantar itu, untuk memastikan nasibnya tidak terbiar lagi.

Perhatian itu datang. Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus yang belum lama dilantik ternyata bergerak senyap pada malam memantau langsung kondisi museum Sulut. Dan dia trenyuh melihat bagian dalam yang gelap dan sunyi di tengah hingar bingar Manado. Warga seperti lupa bahwa ada Museum yang mengotentikasi jejak keberadaan leluhur di dekat mereka.

Beberapa waktu kemudian Gubernur Yulius benar-benar memastikan keberpihakannya pada peradaban lewat anggaran tak kurang Rp 15 miliar untuk revitalisasi total Musem Daerah Sulut. Kendati masa pengerjaannya sempat ditanggapi pesimis beberapa legislator provinsi, tetapi pada Jumat 22 Mei 2025, Gedung Museum dengan penampilan baru bisa tuntas dan diresmikan Menteri Kebudayaan Fadli Zon.

Dalam kunjungan liputan Selasa (26/05/2026) di Musem Daerah Sulawesi Utara, tim Barta1 melihat langsung fisik musuem yang terlahir kembali. Ruang pameran 3 lantai yang di dalamnya tertata beragam benda peninggalan sejarah kini mudah diakses dan kembali segar dikunjungi ratusan siswa-siswi salah satu sekolah dasar dari Kota Bitung. Gedung yang dulunya suram itu kini berseri kembali, seperti halnya koleksi benda-benda bersejarah yang seperti bisa berbicara langsung menceritakan masa lalu Nusantara dan Sulawesi Utara.

Perjuangan Alfred dan ratusan seniman-budayawan Sulawesi Utara yang ikut prihatin pada kondisi museum tuntas. Jejak peradaban diselamatkan dan Museum itu tidak jadi dijual, tetapi malah kini oleh pemerintah daerah dilengkapi dengan fasilitas penunjang canggih semacam ruang immersive dan sistem digitalisasi untuk mengidentifikasi benda-benda bersejarah di dalamnya. (**)

 

Barta1.Com
Tags: BPJS Seniman Sulawesi UtaraGubernur Yulius SelvanusKain Bentenan SejarahMuseum Provinsi Sulawesi UtaraMusik Kolintang MinahasaPemajuan Kebudayaan SulutRevitalisasi Taman BudayaWisata Budaya ManadoYorry Lesawengan
ADVERTISEMENT
Ady Putong

Ady Putong

Jurnalis, editor. Redaktur Pelaksana di Barta1.com

Discussion about this post

Berita Terkini

  • Museum Sulut Setelah Batal ‘Dijual’ 27 Mei 2026
  • Gubernur Yulius Selvanus Kebut Pemajuan Kebudayaan, Dari Museum Digital Hingga Perlindungan BPJS 1.000 Seniman 27 Mei 2026
  • Perkuat Sinergitas Penegakan Hukum, Satreskrim Polres Kepualaun Talaud Bersosialisasi dan Diskusi Bersama PPNS 27 Mei 2026
  • Menakjubkan, Museum Sulut Pamerkan Artefak Nusa Utara Dari Masa 2 Juta Tahun Lalu 27 Mei 2026
  • Difasilitasi Plt Bupati Sitaro, Masjid Al Jihad Ulu Siau Terima Bantuan Hewan Kurban dari Gubernur 26 Mei 2026

AmsiNews

  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In