Manado, Barta1.com – Suasana hangat dan penuh canda mewarnai agenda penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Politeknik Negeri Manado(Polimdo) dan Pemerintah Kota Manado yang berlangsung di Auditorium Prof Tenda, Rabu (11/03/2026).

Acara tersebut dibuka dengan pantun ringan yang disampaikan Direktur Polimdo, Maryke Alelo, yang langsung mengundang tawa para hadirin.

“Malam tahun baru pasang kembang api, semua terkejut termasuk sapi. Demi Kota Manado bukan api, kapal api pun kita jadikan kopi, yakni kopi Kapal Api,” ucap Maryke saat membuka sambutannya.
Pantun tersebut menjadi pembuka suasana sebelum ia menyampaikan harapan besar kepada Andrei Angouw selaku Wali Kota Manado agar memberikan perhatian lebih bagi pengembangan Polimdo.
Maryke mengungkapkan harapannya agar Pemerintah Kota Manado dapat memberikan dukungan nyata bagi kampus tersebut.
“Kami sangat berharap perhatian dari Bapak Wali Kota Manado. Selama ini, kami merasa belum pernah mendapat sesuatu untuk Polimdo. Karena itu, kami menunggu Bapak Wali Kota memberikan sesuatu untuk kampus ini,” ujarnya, yang kembali disambut tawa gembira para dosen dan mahasiswa dari enam jurusan di Polimdo.
Ia juga menyebut Wali Kota Manado sebagai sosok “orang tua” bagi civitas akademika Polimdo selama mereka menempuh pendidikan di Kota Manado.
“Ini ayah kita di Kota Manado. Selama adik-adik kuliah di sini, inilah ayah kita. Kita doakan agar ayah kita mau memperhatikan Polimdo, khususnya dalam hal fasilitas kampus,” kata Maryke.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga memaparkan beberapa kontribusi Polimdo bagi masyarakat di Kota Manado. Salah satunya adalah kerja sama pembuatan paving block bersama pemerintah di wilayah Titiwungen Devan, yang digunakan di area Gereja Abram untuk mempermudah aktivitas masyarakat, terutama saat beribadah.
Selain itu, Polimdo juga telah membantu pengembangan sistem pelaporan di Dinas Perempuan dan Anak Kota Manado. Menurut Maryke, kontribusi tersebut diharapkan dapat memperoleh pengakuan resmi dari pemerintah daerah guna mendukung proses akreditasi kampus.
“Saat kami meminta pengakuan atas kontribusi yang diberikan Polimdo kepada sejumlah dinas, kami diberitahu bahwa hal itu belum bisa dilakukan karena harus diawali dengan MoU. Semoga setelah penandatanganan MoU ini, peran Polimdo bisa mendapat pengakuan dari Pemerintah Kota Manado,” jelasnya di hadapan Wali Kota Manado dan jajaran yang hadir.
Maryke juga menyoroti kebutuhan fasilitas parkir di kampus yang semakin mendesak seiring meningkatnya jumlah mahasiswa setiap tahun.
“Dulu mahasiswa Polimdo hanya 300 hingga 500 orang, lalu meningkat menjadi seribu. Kini jumlahnya sudah mencapai sekitar lima ribu mahasiswa. Karena itu, kami membutuhkan perhatian terkait fasilitas parkir. Semoga ayah kita ini bisa menyampaikan kepada Bapak Gubernur Sulut agar Polimdo mendapat tambahan fasilitas,” ujarnya.
Sementara itu, dalam sambutannya, Wali Kota Manado, Andrei Angouw, menekankan bahwa kualitas sebuah universitas atau perguruan tinggi dapat dilihat dari keberhasilan para alumninya.
“Coba telusuri apakah ada alumni yang sudah menjadi pejabat atau CEO perusahaan ternama. Penilaian terhadap sebuah universitas sering kali ditentukan oleh kualitas dan kiprah para alumninya,” jelas Andrei.
Ia juga menyarankan agar alumni yang telah sukses di berbagai bidang dapat diundang sebagai pembicara dalam kuliah tamu untuk berbagi pengalaman dan wawasan kepada mahasiswa.
Dalam sesi tanya jawab, seorang mahasiswi Polimdo menanyakan kemungkinan keterlibatan mahasiswa secara langsung dalam pembangunan dan pengembangan Kota Manado, bukan sekadar menjadi pendengar dari paparan pemerintah.
Pertanyaan tersebut langsung mendapat tanggapan dari Wali Kota.
“Keterlibatan mahasiswa tentu bisa dimulai dari MoU yang baru saja ditandatangani. Di Polimdo ada dosen dan mahasiswa yang dapat melakukan riset untuk membantu berbagai industri di Kota Manado. Banyak bidang yang bisa dimasuki sesuai dengan keahlian masing-masing,” pungkasnya.
Agenda penandatanganan MoU antara Polimdo dan Pemerintah Kota Manado ini turut dihadiri para ketua jurusan, sekretaris jurusan, kepala UPA, dosen, staf, serta mahasiswa Polimdo. (*)
Peliput: Meikel Pontolondo


Discussion about this post