Sangihe, Barta1.com – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe mengeluarkan instruksi kepada seluruh instansi pemerintah untuk mengibarkan bendera Merah Putih setengah tiang selama tiga hari. Kebijakan ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan atas wafatnya mantan Bupati Sangihe periode 2011–2016, Hironimus Rompas Makagansa.
Instruksi tersebut tertuang dalam surat resmi Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe Nomor 400.14.1/9/756 yang diterbitkan pada 8 Maret 2026. Surat itu ditujukan kepada seluruh kepala perangkat daerah dan unit kerja di lingkungan pemerintah daerah, para camat, lurah, hingga kapitalaung di seluruh wilayah Kabupaten Kepulauan Sangihe.
Surat edaran tersebut ditandatangani oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe, Melanchton Harry Wolff, atas nama Bupati Sangihe. Dalam surat itu, seluruh instansi pemerintah diminta mengibarkan bendera negara setengah tiang di kantor masing-masing.
“Pengibaran bendera setengah tiang dijadwalkan berlangsung selama tiga hari berturut-turut, mulai 9 hingga 11 Maret 2026,” Kata Sekretaris Daerah, Melanchton Harry Wolff.
Imbauan ini juga berlaku bagi lembaga pendidikan serta fasilitas layanan kesehatan milik pemerintah daerah. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Daerah serta Kepala Dinas Kesehatan Daerah diminta meneruskan instruksi tersebut kepada seluruh unit kerja di bawah masing-masing dinas, termasuk sekolah dan puskesmas.
Pemerintah daerah menyebutkan, langkah tersebut merupakan bentuk penghormatan terakhir kepada Hironimus Rompas Makagansa yang wafat pada Minggu, (8/3/2026) di Tahuna.
Kebijakan pengibaran bendera setengah tiang ini juga merujuk pada Pasal 12 ayat 8 Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan, serta Pasal 47 ayat 2 huruf c Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2018 tentang pelaksanaan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2010 tentang Keprotokolan.
Hironimus Rompas Makagansa dikenal sebagai birokrat sekaligus politisi yang pernah memimpin Kabupaten Kepulauan Sangihe pada periode 2011–2016. Kepergiannya meninggalkan duka bagi masyarakat di wilayah kepulauan yang berada di perbatasan utara Indonesia tersebut.
Peliput: Rendy Saselah


Discussion about this post