Manado, Barta1.com – Mahasiswa meminta manajemen KM Simba 1 memperhatikan pelayanan kepada masyarakat. Terutama untuk rute Tagulandang dan Siau agar diberlakukan tiga kali seminggu.
“Sudah beberapa bulan terakhir ini, rute pelayaran KM Simba 1 hanya beroperasi dua kali seminggu, yakni Kamis dan Sabtu. Itu pun kalau KM Venecian berangkat Kamis tujuan Siau dan Tahuna,” ujar Richard Geri Ansyu Karame, Ketua Kerukunan Mahasiswa Sitaro di Universitas Negeri (Unima) Manado.
Mahasiswa Jurusan Pendidikan Fisika ini, berharap pihak yang berkompeten dalam hal ini pemerintah melalui Otoritas Kesyahbandaran memberikan jadwal pelayaran tiga kali seminggu untuk KM Simba 1.
“Karena akan memberikan dampak positif bagi warga khususnya Tagulandang dan Siau. Di samping itu pelayanan di atas KM Simba 1 sangat nyaman bagi penumpang,” tutur Geri Ansyu.
Senada disampaikan Ivantri Kabuhung, mahasiswa Sitaro yang menempuh pendidikan di Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Manado. Dia mengungkapkan kemandirian bangsa menurut visi Presiden RI Joko Widodo, dapat dilihat dari kemampuan untuk mewujudkan Indonesia menjadi negara maritim yang mandiri, maju, kuat, dan berbasiskan kepentingan yang dapat memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat. “Sehingga pelayanan pelayaran bagi warga Sitaro sangat penting, termasuk oleh KM Simba 1,” ungkapnya.
Tika Misa, mantan Ketua Kerukunan Mahasiswa Sitaro menambahkan, kehadiran KM Simba 1 di tengah-tengah masyarakat Tagulandang dan Siau diharapkan membantu masyarakat.
“Semoga KM Simba 1 bisa menjamin ketersediaan barang melalui angkutan pelayaran kapal yang terjadwal, mengingat libur Lebaran makin dekat. Dan penambahan hari pelayaran bisa dimaksimalkan memenuhi kebutuhan masyarakat khususnya yang berada di kepulauan,” ucap perempuan kelahiran 20 November 1996 ini.
Kapten KM Simba 1, Sonjan Mahenkeng, menyampaikan biarlah calon penumpang yang memilih dan menentukan kapal mana yang bisa memberikan kenyamanan di atas kapal. “Intinya kami siap memberikan pelayanan berlayar. Soal rute ada otoritas yang mengatur bukan semau kami,” katanya.
Peliput : Albert Piterhein Nalang


Discussion about this post