Sebelum menuju lokasi aksi, puluhan peserta berkumpul di Desa Bawoleu. Sekitar pukul 08.30 WITA, massa aksi bergerak secara bersama-sama dan tiba di kompleks Pasar 66 Buhias–Bahoi, Kecamatan Tagulandang Induk, yang menjadi titik pelaksanaan kegiatan.
Sebagaimana diketahui, pada 5 Januari 2026 Pulau Siau dilanda bencana banjir dan longsor yang mengakibatkan sejumlah warga meninggal dunia dan mengalami luka-luka. Selain itu, bencana tersebut juga menyebabkan kerusakan pada rumah warga serta berbagai fasilitas umum.
Dalam aksi tersebut, massa ATB secara bergantian menyampaikan orasi melalui megaphone. Mereka mengajak masyarakat Tagulandang untuk menumbuhkan rasa kepedulian dan solidaritas dengan membantu para korban beserta keluarga yang tengah menghadapi dampak bencana banjir dan longsor di Pulau Siau.
Henly Rahman, salah satu peserta aksi dari Aliansi Tagulandang Bergerak, menyampaikan bahwa peristiwa banjir dan longsor di Siau merupakan peringatan serius bagi negara dan pemerintah. Menurutnya, bencana ini berkaitan erat dengan krisis iklim yang semakin memperparah perubahan cuaca ekstrem dan sulit diprediksi.
Lebih lanjut, Henly menegaskan bahwa baik Pemerintah Daerah maupun Pemerintah Nasional memiliki tanggung jawab penuh untuk segera melakukan perlindungan serta pemulihan bagi para korban. Pemenuhan kebutuhan dasar seperti air bersih, sanitasi, sandang, dan pangan harus menjadi prioritas, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana. Ia juga menekankan pentingnya pengalokasian anggaran penanggulangan bencana yang dilakukan secara terbuka, transparan, dan berkeadilan.
Pada akhir aksi, Algen Lanto selaku Koordinator Lapangan Aliansi Tagulandang Bergerak menyampaikan beberapa pernyataan sikap, antara lain:
-
Menyampaikan duka cita, rasa prihatin, dan kepedulian yang mendalam atas bencana yang terjadi di Pulau Siau, Kabupaten Sitaro;
-
Mendesak negara dan pemerintah agar segera melakukan upaya pemulihan bencana di Pulau Siau secara tanggap darurat, transparan, dan berkeadilan;
-
Mengajak seluruh rakyat untuk turut membantu serta mengawasi proses pemulihan pascabencana banjir di Pulau Siau, Kabupaten Sitaro. (*)
Discussion about this post