Manado, Barta1.com – PT PLN (Persero) UID Suluttenggo mengerahkan kekuatan penuh guna mengamankan pasokan listrik di berbagai titik keramaian selama perayaan malam Tahun Baru 2026. Sebanyak 2.199 personel disiagakan untuk memastikan masyarakat dapat menikmati momen pergantian tahun dengan nyaman.
Personel tersebut dibekali infrastruktur pendukung yang masif, mulai dari 141 mobil gangguan, 196 motor gangguan, hingga 45 Unit Gardu Bergerak (UGB). Selain itu, PLN menyiagakan 59 unit genset dan 3 unit UPS untuk mengantisipasi kondisi darurat di lokasi vital.
General Manager PLN UID Suluttenggo, Usman Bangun, menyatakan seluruh langkah pengamanan dilakukan secara terintegrasi. Fokus utama pengamanan berada pada pusat-pusat keramaian di Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Gorontalo yang menjadi titik kumpul masyarakat.
Di wilayah Sulawesi Tengah, Manager PLN UP3 Luwuk, Ridwan Bogie Rismawan, melaporkan bahwa pengamanan dipusatkan di lokasi seperti Tugu Adipura Luwuk dan Lapangan Eks STQH Ampana. Ia memastikan 16 sistem kelistrikan tegangan 20 kV di wilayahnya beroperasi optimal.
“Seluruh petugas kami siagakan penuh untuk memitigasi risiko gangguan sekecil apapun demi kenyamanan masyarakat. Kami bersyukur pasokan listrik mulai dari daratan hingga kepulauan berjalan aman,” kata Bogie Rismawan.
Senada dengan itu, Manajer PLN UP3 Gorontalo, Hardi, melaporkan kondisi kelistrikan di wilayah Provinsi Gorontalo yang tetap kondusif. Menurutnya, koordinasi hingga tingkat Unit Layanan Pelanggan (ULP) berjalan sesuai rencana sehingga tidak ada kendala teknis yang berarti.
“Alhamdulillah keandalan seluruh sistem kelistrikan UP3 Gorontalo sampai dengan Unit Layanan Pelanggan dalam kondisi aman sehingga memberi kenyamanan bagi pelanggan,” tutur Hardi saat melakukan koordinasi melalui Zoom meeting.
Selain pengamanan rumah tinggal dan lokasi wisata, PLN juga memastikan kesiapan 47 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). Fasilitas ini disediakan bagi masyarakat yang merayakan tahun baru menggunakan kendaraan listrik agar tetap dapat bergerak dengan fleksibel.
Meski malam puncak telah berlalu, PLN berkomitmen tetap melakukan pemantauan sistem secara berkelanjutan hingga masa siaga Nataru berakhir. Hal ini dilakukan untuk menjamin konsistensi pelayanan listrik andal bagi seluruh lapisan masyarakat di wilayah Suluttenggo. (**)
Editor:
Ady Putong
Barta1.Com


Discussion about this post