Aceh Tamiang, Barta1.com – Pasca keberhasilan pemulihan jalur transmisi, PT PLN (Persero) kini memasuki tahap krusial yakni pengoperasian kembali pembangkit listrik besar di Aceh. Fokus utama saat ini tertuju pada PLTU Nagan Raya yang mulai dipersiapkan untuk kembali masuk ke dalam sistem interkoneksi.
Proses pengoperasian pembangkit ini tidak bisa dilakukan secara instan karena membutuhkan prosedur teknis yang kompleks. Dibutuhkan waktu sekitar 48 jam untuk melakukan pemanasan mesin, sinkronisasi dengan sistem transmisi, hingga pengujian kinerja secara menyeluruh.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menjelaskan bahwa tahapan ini merupakan prasyarat mutlak sebelum sistem kelistrikan Aceh dibebani secara penuh. Hal ini dilakukan untuk menjamin aliran listrik tetap andal dan menghindari risiko gangguan lanjutan pada saat proses sinkronisasi berlangsung.
“Pemulihan kelistrikan harus dilakukan berurutan. Setelah interkoneksi aman, kami masuk ke pengoperasian pembangkit agar pasokan yang dihasilkan benar-benar optimal dan dapat menopang sistem secara andal,” tegas Darmawan dalam keterangannya.
Data PLN menunjukkan, daya yang dihasilkan nantinya akan didistribusikan melalui infrastruktur yang masif. Tercatat ada 20 unit gardu induk, 558 unit penyulang (feeder), serta 15.717 unit gardu distribusi yang siap menyalurkan listrik ke rumah-rumah warga di seluruh penjuru Aceh.
Meskipun sistem mulai pulih, Darmawan menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang terjadi selama masa pemadaman pascabencana. Ia memastikan seluruh personel tetap bersiaga hingga unit gardu distribusi terakhir kembali menyala.
“Kami memahami betul ketidaknyamanan yang dirasakan masyarakat pascabencana. Atas kondisi ini, kami menyampaikan permohonan maaf. Kami memohon doa dan dukungan masyarakat Aceh agar seluruh tahapan pemulihan kelistrikan dapat diselesaikan dengan aman dan cepat,” pungkasnya. (**)
Editor:
Ady Putong
Barta1.Com


Discussion about this post