Barta1.Com
Setelah firman Tuhan disampaikan oleh pendeta Brandon Koloway, acara dilanjutkan dengan sambutan kerohanian dari Ketua DPRD Provinsi Sulut, Fransiskus Andi Silangen.
“Tuhan itu setia, karena Ia tidak pernah menyangkal diri-Nya. Kita telah ditebus dengan darah yang mahal,” ungkap Fransiskus membuka renungannya.
Ia melanjutkan, bahwa ketika manusia mengasihi Tuhan, Tuhan pun akan mengasihi manusia. “Karena kasih Tuhan, kita bisa menjadi seperti sekarang ini. Musuh kita bukanlah darah dan daging. Dalam Efesus 6:12 ditegaskan bahwa perjuangan orang percaya bukan melawan manusia, melainkan melawan kuasa-kuasa rohani yang gelap, pemerintah-pemerintah, penguasa-penguasa, penghulu-penghulu dunia yang gelap, dan roh-roh jahat di udara.”
Menanggapi pernyataan Royke Anter dalam ibadah tersebut, Fransiskus menambahkan, “Benar yang disampaikan Pak Roy, jangan menjadi iblis. Sebab hidup dan mati dikuasai oleh lidah.”
Ia kemudian mengingatkan agar jemaat tidak menjadi serupa dengan dunia, melainkan mengalami pembaharuan budi. “Jika kita mengenal Bapa yang kita sembah—yang berkenan dan sempurna—maka kita harus tahu siapa prioritas utama dalam hidup ini. Ketika kita memprioritaskan Tuhan, harus ada intensitas dalam hubungan itu.”
Menurutnya, setiap hari harus dimulai dalam hadirat Tuhan, melalui doa dan pelayanan. “Setelah ada intensitas, barulah muncul kualitas.”
Fransiskus juga mengutip Mazmur 90:10 tentang singkatnya hidup manusia. “Hidup kita di dunia hanya sementara, rata-rata 70 tahun, dan jika kuat mencapai 80 tahun.”
Karena itu, ia mengajak seluruh jemaat untuk sungguh-sungguh hidup di dalam Tuhan. “Tuhan tidak menginginkan manusia binasa. Ia ingin kita semua berbalik dan bertobat.” (*)
Peliput: Meikel Pontolondo
© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.
© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.
Discussion about this post