Manado,Barta1.com – Pembahasan penting yang digelar Komisi II DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) bersama sejumlah mitra kerja strategis, seperti Dinas Koperasi dan UMKM, Dinas Perkebunan, Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Ketahanan Pangan, serta Badan Keuangan Provinsi, menyisakan satu pemandangan mencolok: kursi kosong milik salah satu legislator dapil Nusa Utara.

Agenda rapat dengar pendapat (RDP) ini membahas sejumlah isu penting yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat di berbagai daerah pemilihan. Namun, justru dalam momentum tersebut, satu-satunya wakil rakyat dari daerah Nusa Utara di Komisi II, Normans Luntungan, tercatat tidak hadir di ruangan kerja Komisi II DPRD Provinsi Sulut, Jumat (22/08/2025).
Sementara itu, sejumlah anggota Komisi II lainnya terlihat aktif mengikuti jalannya pembahasan. Di antaranya, Ketua Komisi Inggrid Sondakh, Wakil Ketua Priskila Rondo, dan Koordinator Komisi Michaela Elsiana Paruntu, yang meskipun datang terlambat, tetap menyempatkan hadir. Juga hadir anggota lain seperti Dea Lumenta, Jeane Laluyan, Angel Wenas, Seska Budiman, dan Eldo Wongkar.
Kontras dengan kehadiran penuh anggota lainnya, kursi terakhir di jajaran Komisi II tampak kosong, hanya diisi dengan papan nama bertuliskan: Normans Luntungan, S.T., M.Eng.
Saat dikonfirmasi oleh Barta1.com melalui pesan WhatsApp, Normans yang merupakan anggota Fraksi Gerindra itu hanya memberikan jawaban singkat: “Sedang otw ke kantor dewan.” Namun, hingga rapat berakhir, keberadaannya tidak pernah terlihat di ruang komisi II.
Ketidakhadiran ini tentu mengundang pertanyaan, terutama karena yang dibahas adalah topik-topik strategis yang menyangkut hajat hidup masyarakat. Masyarakat di dapil Nusa Utara berhak mendapatkan representasi yang aktif dan terlibat dalam setiap proses pengambilan kebijakan yang menyangkut kehidupan mereka. Sayangnya, dalam momen penting tersebut, suara mereka tidak terwakili. (*)
Peliput: Meikel Pontolondo


Discussion about this post