Manado, Barta1.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) menggelar Rapat Paripurna dalam rangka mendengarkan pidato Presiden Republik Indonesia terkait penyampaian pengantar atau keterangan pemerintah atas Rancangan Undang-Undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RUU APBN) Tahun Anggaran 2026, lengkap dengan nota keuangan serta dokumen pendukung lainnya.
Rapat Paripurna ini dilaksanakan di Ruang Sidang DPRD Sulut pada Jumat, 15 Agustus 2025. Paripurna dibuka langsung oleh Ketua DPRD Sulut, Fransiskus Andi Silangen, yang didampingi oleh Wakil Ketua Michaela Elsiana Paruntu dan Stella Runtuwene. Hadir pula Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, bersama Wakil Gubernur Victory Mailangkay.
Dalam pidatonya, Presiden RI Prabowo Subianto, yang diikuti melalui vhia virtual menegaskan komitmen pemerintah untuk terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui program-program strategis di bidang pendidikan.
Presiden menyampaikan bahwa pada tahun 2026, Program Indonesia Pintar (KIP) ditargetkan menyentuh 21,1 juta siswa, sementara KIP Kuliah akan menjangkau 1,2 juta mahasiswa. Untuk mendukung upaya peningkatan kualitas pendidikan, alokasi anggaran sebesar Rp150,1 triliun telah disiapkan.
“Untuk gaji guru, penguatan kompetensi, dan kesejahteraan guru serta dosen, telah dialokasikan dana sebesar Rp178,7 triliun,” ujar Presiden Prabowo dalam pidatonya yang disampaikan secara virtual di seluruh DPRD se-Indonesia.
Ia juga menegaskan bahwa tunjangan profesi bagi guru non-PNS serta tunjangan profesi guru ASN daerah akan disiapkan secara memadai, sebagai bagian dari upaya pemerataan kesejahteraan dan peningkatan mutu tenaga pendidik.
Tak hanya fokus pada sektor dalam negeri, Presiden Prabowo juga menyampaikan bahwa pemerintah akan mendorong Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) untuk memperluas cakupan beasiswa ke berbagai universitas terbaik dunia.
“Saya ingin LPDP menyediakan beasiswa yang lebih masif di universitas-universitas top dunia,” tegas Presiden.
Pada tahun 2026, pemerintah menargetkan LPDP dapat memberikan beasiswa kepada sedikitnya 4.000 mahasiswa Indonesia, sebagai langkah strategis untuk mencetak generasi muda yang cerdas, inovatif, produktif, dan siap bersaing di tingkat global.
“Kita harus mengejar ketertinggalan di bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika,” tutupnya.
Dengan pidato kenegaraan tersebut, Presiden Prabowo menekankan bahwa APBN 2026 dirancang sebagai instrumen utama untuk mempercepat transformasi Indonesia menuju negara maju, khususnya melalui investasi besar-besaran di sektor pendidikan dan pengembangan SDM unggul. (*)
Peliput: Mekel Pontolondo


Discussion about this post