• #12328 (tanpa judul)
    • Indeks Berita
  • Contact
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Kebijakan Privasi
  • Laman Contoh
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Talaud
  • Webtorial
Minggu, Mei 31, 2026
  • Login
Barta1.com
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
Barta1.com
No Result
View All Result
Home Kultur Seni

Puisi dan Perlawanan, Natazia Petahiang: Suara Nelayan yang Terluka

by Meikel Eki Pontolondo
24 Juli 2025
in Seni
0
Natazia Petahiang. (foto: istimewa)

Natazia Petahiang. (foto: istimewa)

0
SHARES
98
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Manado, Barta1.com – Suasana di Pantai Karangria, Manado, belum lama ini terasa syahdu saat puisi berjudul “Surat Cinta Nelayan Terluka” karya Fredy Adrian dibacakan oleh Natazia Petahiang dalam acara Jambore Jurnalistik Lingkungan II.

Puisi ini, menurut Natazia atau yang akrab disapa Sasa merupakan satu dari sekian karya Fredy yang menyuarakan keresahan masyarakat pesisir. Namun, “Surat Cinta Nelayan Terluka” terasa paling relevan dengan konflik reklamasi yang kini mengancam wilayah Manado Utara.

Natazia Petahiang saat tampil di SIEJ Sulut. (foto: istimewa)

“Rencana reklamasi pasti akan meninggalkan luka, terutama bagi masyarakat pesisir, nelayan, dan perempuan. Tapi di dalam luka itu masih terselip cinta dan harapan—harapan agar alam dan ruang hidup manusia tetap lestari,” ujar Sasa.

Sebagai salah satu aktivis perempuan yang tegas menolak reklamasi, Sasa menceritakan bahwa kawasan pesisir berpasir putih di Manado Utara memiliki fungsi terapi, bukan hanya bagi warga lokal tetapi juga pendatang. Kawasan ini merupakan satu-satunya pantai alami yang tersisa di wilayah tersebut.

“Penolakan kami, yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Tolak Reklamasi Pantai Manado Utara, bukan tanpa alasan. Reklamasi akan merugikan nelayan dan warga pesisir. Baru-baru ini, bahkan ditemukan dua jenis penyu yang bertelur di sana. Ini bukti bahwa kawasan ini seharusnya dilindungi, bukan ditimbun,” lanjutnya.

Pantai tersebut berbatasan langsung dengan kawasan konservasi Taman Nasional Laut Bunaken. Menurut Sasa, bila reklamasi tetap dilakukan, dampaknya bisa menjalar ke pulau-pulau lain di sekitar Manado.

Tak hanya lewat puisi, Sasa juga menyuarakan perlawanan melalui lagu. Ia menutup penampilannya dengan menyanyikan lagu nasional “Rayuan Pulau Kelapa”, sebagai bentuk pengingat bahwa keindahan pulau-pulau Indonesia kini berada di ambang ancaman.

“Lagu itu jadi pengingat: pulau-pulau yang dulu kita banggakan karena keindahannya, kini sedang dihadapkan pada ancaman besar—mulai dari tambang, reklamasi, hingga kerusakan lingkungan. Tanah air yang katanya subur dan makmur kini hendak digusur demi dalih ‘ekowisata’ yang nyatanya menyengsarakan rakyat,” katanya.

Kehadiran Sasa dalam Jambore Jurnalistik Lingkungan II yang digagas oleh SIEJ Sulut merupakan bentuk kepeduliannya terhadap alam dan sesama. Ia mengajak para pecinta alam untuk tidak hanya menikmati alam, tetapi juga menjaga dan membela dari kehancuran yang dibungkus atas nama pembangunan.

“Cinta pada alam bukan cuma soal naik gunung atau olahraga alam. Tapi juga menjaga dan melawan pengrusakan. Saat ini, saya melawan lewat seni, seperti puisi, nyanyian, dan tarian. Itu bentuk perlawanan indah terhadap kebijakan yang tidak berpihak pada rakyat kecil,” ujarnya.

Baginya, menyanyi dan membacakan puisi bukan sekadar seni, tapi bentuk perlawanan terhadap ketidakadilan.

“Baru-baru ini saya belajar membaca puisi. Tapi ketika membawakannya, rasanya seolah seluruh tubuh ikut bergetar. Apalagi saat isi puisinya tentang perlawanan. Semoga kita tetap berani melawan, berjuang untuk keadilan yang perlahan mulai terkikis oleh kekuasaan yang serakah,” pungkas Sasa, perempuan pejuang lingkungan dari Utara. (*)

Peliput: Meikel Pontolondo

Barta1.Com
Tags: Fredy AdrianNatazia PetahiangPuisi dan PerlawananSIEJ Sulut
ADVERTISEMENT
Meikel Eki Pontolondo

Meikel Eki Pontolondo

Jurnalis di Barta1.com

Next Post
Bupati Sitaro Sampaikan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2024 di Paripurna DPRD

Bupati Sitaro Sampaikan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2024 di Paripurna DPRD

Discussion about this post

Berita Terkini

  • Menindaklanjuti Rekomendasi BPK RI, Pemda Talaud Ambil Langkah Kilat 31 Mei 2026
  • Perkuat Sinergitas, Plt Bupati Sitaro Antar Kepulangan Mensesneg saat Kunker di Sulut 30 Mei 2026
  • Dampingi Kunker, Kepala SMA Taruna Nusantara Kampus Langowan Puji Mensesneg 30 Mei 2026
  • Pemkab Sangihe Kembali Raih Opini WTP, Pertahankan Tradisi Tata Kelola Keuangan yang Akuntabel 29 Mei 2026
  • Pemkab Sitaro Kembali Raih Opini WTP dari BPK RI, Ini Apresiasi Plt Bupati 29 Mei 2026

AmsiNews

  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In