• #12328 (tanpa judul)
    • Indeks Berita
  • Contact
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Kebijakan Privasi
  • Laman Contoh
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Talaud
  • Webtorial
Rabu, Mei 27, 2026
  • Login
Barta1.com
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
Barta1.com
No Result
View All Result
Home News Edukasi

Macet Itu Soal Disiplin, Bukan Jumlah Jalan

by Meikel Eki Pontolondo
15 Agustus 2024
in Edukasi
0
Kondisi macet. (foto: istimewa)

Kondisi macet. (foto: istimewa)

0
SHARES
69
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Ir. Jhon Theodorus Harahap, MT.

Dosen Politeknik Negeri Manado

Setiap kali kemacetan menjadi perbincangan publik, solusi yang muncul hampir selalu sama: perbanyak jalan, bangun flyover, atau perluas underpass. Seolah-olah, penyebab utama macet adalah kurangnya infrastruktur. Padahal, bila kita jujur menilik akar persoalan, kemacetan justru lebih sering lahir dari kurangnya disiplin para pengguna jalan.

Ambil contoh sederhana di banyak kota besar: ketika lampu lalu lintas menyala merah, tak sedikit pengendara nekat menerobos. Trotoar yang seharusnya untuk pejalan kaki justru diserobot sepeda motor. Bahu jalan yang difungsikan sebagai jalur darurat berubah menjadi jalur cepat alternatif. Semua ini bukan karena jalan kurang luas, tetapi karena perilaku yang sempit logika dan kepeduliannya.

Kita lupa bahwa lalu lintas adalah sistem bersama. Sekalipun jalan diperlebar, jika penggunanya tetap tidak tertib, maka hasilnya tetap macet. Sebaliknya, negara-negara dengan jalan yang tidak terlalu luas justru memiliki lalu lintas yang tertib karena warganya disiplin. Jepang, misalnya, dikenal dengan budaya antre dan patuh terhadap marka jalan. Di sana, solusi macet bukan jalan tambahan, tetapi perilaku yang dijaga bersama.

Kedisiplinan di jalan bukan hal besar yang sulit dilakukan. Tidak menerobos lampu merah, tidak mengambil jalur lawan arah, memberi jalan saat lampu sein menyala—hal-hal kecil yang jika dilakukan bersama, akan berdampak besar. Tapi selama perilaku seperti menyerobot dianggap “akal-akalan cerdik” dan bukan pelanggaran, maka selama itu pula kemacetan akan jadi langganan.

Menambah jalan hanya seperti memberi ember pada atap bocor—menampung, bukan menyelesaikan. Infrastruktur akan selalu tertinggal jika perilaku masyarakat tidak dibenahi. Solusi jangka panjang kemacetan bukan sekadar proyek fisik, melainkan proyek mental: menanamkan disiplin sebagai budaya.

Maka sebelum menuntut pembangunan jalan baru, mari benahi cara kita berkendara. Karena sesungguhnya, macet adalah cerminan etika publik. Dan jalan yang tertib dimulai dari satu pengendara yang mau taat aturan—yaitu kita sendiri. (*)

 

Barta1.Com
Tags: Bukan Jumlah JalanJhon Theodorus HarahapMacet Itu Soal Disiplinpoliteknik negeri manado
ADVERTISEMENT
Meikel Eki Pontolondo

Meikel Eki Pontolondo

Jurnalis di Barta1.com

Next Post
Lanny Ointu dan Meidy Tinangon membuka kegiatan bersama ratusan jurnalis di Hotel Luwansa Manado. (foto: Barta1)

Pentingnya Jurnalis Pahami Produk Hukum Dalam Liputan Pilkada

Discussion about this post

Berita Terkini

  • Difasilitasi Plt Bupati Sitaro, Masjid Al Jihad Ulu Siau Terima Bantuan Hewan Kurban dari Gubernur 26 Mei 2026
  • Marvein Hontong Ditunjuk Plt Ketua DPRD Sangihe, Proses Pergantian Dimulai 26 Mei 2026
  • Jelang Idul Adha, Bupati Sangihe Serahkan Hewan Kurban Bantuan Presiden 26 Mei 2026
  • Mahasiswa Teknik Mesin Polimdo Raih Juara 2 Lomba Welding Nasional di Jakarta 26 Mei 2026
  • Gunakan Hak Jawab, Ini Penjelasan Kades Tule Utara 26 Mei 2026

AmsiNews

  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In