• #12328 (tanpa judul)
    • Indeks Berita
  • Contact
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Kebijakan Privasi
  • Laman Contoh
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Talaud
  • Webtorial
Minggu, Juni 21, 2026
  • Login
Barta1.com
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
Barta1.com
No Result
View All Result
Home Gallery

Kahakitang, Pulau Puitis dan Menakjubkan di Sangihe Talaud

by Ady Putong
21 Maret 2019
in Gallery, Sastra
0

Bentang indah Pulau Kahakitang. (Foto: Donny Tayang)

0
SHARES
1.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Menuju Dalako, perahu kami harus memilih, kiri atau kanan untuk menyisih sebuah batu tepat di tengah pintu masuk teluk Kahakitang. Dan di pintu itu pula, lumba-lumba berhenti berlomba dengan perahu. Mereka kembali ke laut biru, ke tempat arus yang tak henti menciptakan balun gelombang di perairan antara Pulau Kalama dan Kahakitang.

“Lumba-lumba di laut ini selalu berpacu dengan perahu bila lewat di sini,” kata Madunde, lelaki asal pulau Para yang mengemudikan perahu. Perahu yang kutumpangi jenis Pamo yang berdaya muat 3-4 ton dengan dua mesin Enduro 75 PK tergantung di buritan. Sungguh suatu pengalaman yang menggetarkan.

“Fragmen 66: Vassili” dan “Dalako Suatu Hari”, dua sajak yang kutulis saat berkunjung ke Kahakitang, belum lama. Ini sebuah pulau puitis dan menakjubkan di jazirah kepulauan Sangihe Talaud. Disebut puitis karena keindahan pulau ini seakan-akan bertabur imaji-imaji anonim yang menggairahkan untuk ditulis. Ada berbagai jenis batu terhampar di pesisir pantai. Ada tebing dan savana kecil yang indah.

Disebut menakjubkan karena, untuk sampai ke pulau ini, perahu yang kutumpangi disambut kawanan lumba-lumba yang ikut berpacu menuju tepi. Aksi mamalia laut ini terasa mendatangkan riang tersendiri.

Pulau seluas 8,78 km2 ini merupakan pulau terbesar dalam klaster Tatoareng, Kabupaten Kepulauan Sangihe, dimana terdapat ibukota kecamatan Tatoareng. Tanah-tanah di pulau ini milik turun-temurun dari nenek moyang orang-orang Kahakitang.

Ada tanaman kelapa, pala dan cengkeh di sekitar pemukiman. Masyarakatnya juga mengelola pertanian pola tumpang sari, terdiri dari tanaman ubi jalar, ubi kayu dan tanaman lain yang dihasilkan untuk keperluan sendiri.

Jumlah penduduknya 2.088 jiwa atau sekitar 420 Kepala Keluarga (KK), tersebar dalam 4 Kampung yaitu Kampung Dalako, Bembanehe, Taleko, Batusaiki. Mayoritas penduduknya beragama Kristen Protestan, sebagian kecil Kristen Khatolik dan Islam.

Kehidupan sosial ekonomi pulau Kahakitang dapat dikatakan jauh lebih dinamis dibandingkan dengan pulau-pulau kecil di Pulau Sangihe karena lokasinya yang relatif dekat dengan Kota Tahuna dan Kota Manado.

Di sepanjang tebing pantai Pulau Kahakitang terdapat gua sarang burung walet yang berpotensi sebagai objek wisata dan bernilai ekonomis. Kahakitang termasuk juga salah satu pulau penghasil ikan Cakalang terbesar. Selain itu, terdapat pantai Sowang, salah satu objek wisata dengan terumbu karang yang sangat indah dan masih alami.

FRAGMEN 66: Vassili

bilamana perahu vassili sampai di teluk kahakitang

akan dilihatnya sebuah batu tepat di tengah pintu

ia harus memilih kiri atau kanan buat menyisih

dan vassili akhirnya akan gembira bisa berlayar di sini

kendati sebentar ia barangkali akan mati

ia akan mati tanpa memikirkan harta benda

bau vodka, derit kereta es di tengah salju

atau nama agungnya dipahat di sebuah prasasti

hanya terbaca dimusim gugur dan semi

di bentangan pasir putih itu

akan dilepaskannya khalat, jaket bulunya

lalu menikmati akhir usianya dengan riang

karena kini ia bisa mati sebagai vassili

saat pelepah nyiur menarinari di bulan november

di bawah matahari pulau yang selalu hangat

tak ada bising desing kereta

hanya burungburung menguji kekuatan sayapnya

terbang sejauh mungkin menimba pengalaman ke alam semesta

lalu kembali ke sebatang dahan

menyanyikan suarasuara kemenangan

vassili akan lebih berbahagia jadi seperti orangorang pulau

tak punya tanah luas selain laut dengan sagala ombakombaknya

ombak membentuk wujud manusiamanusia sederhana

tapi tangguh mengarungi hidup nyata. tak menipu

dan akan pulang ke rumah Tuhan tanpa memikirkan apaapa

kecuali cinta dan kebersamaan dalam perahu

selalu setia melintas di ujung teluk indah itu

ia akan berbaring dengan tenang

di antara semaksemak tak menyimpan pilu

sambil mendengar semilir angin yang diberikan laut

laut yang kadang teralas bagai minyak

minyak yang bisa dibayangkan dari getah kayu hutan teliantinsky

dulu memerangkapnya dalam kabut dan maut

lalu ia akan membagi kepada kaum miskin

seluruh apa yang telah ditipu dan dirampasnya dari mereka

memilih murni mengalana meninggalkan cuaca suram

kebekuan hati mencengkramnya di astapovo

lalu hidup dalam kejernihan di sini

seperti anastasia ihklas memberi cinta

buat seseorang yang ingin hidup meski hanya sekali

DALAKO SUATU HARI

sudah, sudah pecah aku

kadang pumice terapung

kadang gabro dan basalt beku

keluar aku dari batu dongeng khayangan

peri pulau, tasik kecil dalako

dan bayangbayang perahu merasukiku

hutanhutan sagu, ularular daun hijau kemilau

menjalari ombak memuaskanku o moyang

sudah arus aku

sudah kuhidu pulauku hingga makna semestamu

yang tersembunyi, dan aku coba tega melupakan

karena ingin masuk ke kesunyian pertempuran tanpa bentuk

arteri berdenyut mewujudkan dongengdongeng

pulau baru dalam bentuknya yang tiada itu

setelah kota,

setelah penggayangan batasbatas kewarasan

seolaola perayaan paling megah dan sublim

kendati sekadar parade kuasa tanpa ahlak

pulaupulau digali, hutanhutan ditebang

hujan karbon. laut dikerubuti para maling

di tebingtebing kecil gamping dan serpin

koral hancur jadi abu ramairamai menyerbu paruparu

sungguh sahaja nafas di sini pecah satusatu

mari bermain nelayanku dengan semua bilangan bimbang

hingga bimbang mendapatkan wujud tiadanya

sebab antara letih dan mati hanya kuarsit di kalikali kering

coba dimaknai hutan hujan tak pernah jadi sungai

ikuti saja mata air kecil menembusi celah granit

meyakini selalu ada laut dan maut yang lain. (*)

Penulis: Iverdixon Tinungki

Barta1.Com
Tags: kahakitangsangiheTALAUD
ADVERTISEMENT
Ady Putong

Ady Putong

Jurnalis, editor. Redaktur Pelaksana di Barta1.com

Next Post

Musrenbang RKPD 2020, Mematangkan Rencana Kerja Pembangunan Sangihe

Discussion about this post

Berita Terkini

  • Kolaborasi Teknik Sipil dan Elektro Polimdo Hadirkan PJU Tenaga Surya untuk Warga Kairagi Satu 20 Juni 2026
  • Polimdo Recycling Center Jadi Sorotan Asesor LAM Teknik, Wujud Nyata Kampus Menuju Ekonomi Sirkular 20 Juni 2026
  • Optimistis Akreditasi Unggul, Prodi D-III Teknik Sipil Polimdo Jalani Asesmen Lapangan LAM Teknik 20 Juni 2026
  • Refleksi Dies Natalis ke – 19 IAKN Manado: Wujud Nyata Ekoteologi Melalui Aksi Bersih Pantai 19 Juni 2026
  • MPA Consili SolaFide IAKN Manado Ikut Menjaga Pantai Tateli dari Ancaman Sampah 19 Juni 2026

AmsiNews

  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In