Sitaro, Barta1.com – Kemanusiaan itu tak mengenal batas daerah dan agama. Ia tumbuh dari keajaiban nurani tanpa sekat, tanpa musim.
Jemaat GMIM Maranatha Karame, Wilayah Manado Wawonasa Kombos (Mawakom) mengunjungi dan menyalurkan bantuan kemanusian untuk korban bencana alam erupsi Gunung Api Karangetang di Shelter Pengungsian Kampung Paseng, Kecamatan Siau Barat, Kabupaten Kepulauan Sitaro.
Bantuan dibawa melalui armada laut KMP Simba 1, dikawal langsung Ketua Badan Pekerja Majelis Jemaat (BPMJ) GMIM Maranatha Karame, Pdt Indrawati Rumengan Soekardi STh, yang bertindak sebagai ketua rombongan.
“Bantuan yang kami bawa berupa beras 454 kg, gula pasir 100 kg, supermie 27 karton, air mineral 10 karton, minyak kelapa 21 liter, sabun mandi 10 pak, sabun cuci 2 karton, biskuit 1 karton, dan teh celup 12 sachet,” ujar Pdt Indrawati.
Ia mengatakan, kendati para pengungsi masih agak trauma dengan bencana alam yang menimpa mereka, tapi mereka sangat bahagia bisa membuat para keluarga korban erupsi Gunung Karangetang tersenyum.
Lagu pujian rohani nyanyilah sio sio nyanyilah dan puji Yesus puji Yesus dan serahkan dan serahkan sio hidupku, sio hidupku agar kami, agar kami dilepaskan dan dilepaskan dari kutuk-dari kutuk neraka Haleluyah ikut memberi kekuatan kepada para keluarga.
“Lagu rohani yang berjudul Aku Hendak Memasyurkan Kasih Yesus Yang Kudus. Lagu ini berkali-kali dinyanyikan sehingga senyuman menghiasi warga yang ada di shelter pengungsiaan ini. Saya berharap semoga mereka bisa kembali ke rumahnya masing-masing,” harap suami dari Pdt Maurits Rumengan ini.
Peliput : Albert P Nalang

Discussion about this post