Manado, Barta1.com – Pada pembahasan akhir Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur tahun 2023, panitia khusus (Pansus) kembali menyentil persoalan Asrama di Bandung dan Bogor, setelah dilakukan kunjungan lapangan.
Hal itu disampaikan oleh ketua tim Pokja 2, Nick Adicipta Lomban. Menurutnya, Asrama di Bandung sudah pernah disampaikan, bahwa itu sudah layak untuk diperbaiki, mengingat banyak masyarakat Sulut, di dalamnya mahasiswa sebanyak sembilan belas (19) orang yang bersekolah di Bandung, baik itu S1, S2 dan S3.
“Di sana itu, animonya banyak, bahkan peserta yang antri dan ingin tinggal di Asrama, itu banyak. Akan tetapi, kondisi di belakang Asrama ada drainase air, sehingga itu menganggu struktur tanahnya, jika itu dibiarkan bisa saja roboh,” ungkap Nick di Ruang Paripurna DPRD Provinsi Sulut, senin (29/04/2024).
Untuk itu, tambah Nick, Pansus merekomendasikan agar Asrama di Bandung untuk diperhatikan, dilakukan perbaikan dan sebagainya.
“Kedua, kasusnya berbeda dengan yang ada di Bandung. Di Bogor kita punya 3 Asrama, di mana di setiap Asrama itu hanya dihuni oleh 1 mahasiswa, ini sangat berbanding terbalik dengan yang di Bandung, kenapa seperti itu, mengingat lokasi Kampus yang jauh dari Asrama,” ujarnya.
Maka dari itu, 3 Asrama di Bogor ini juga, direkomendasikan, dipertimbankan, kemudian kirannya bisa di tukar guling. Tujuannya, untuk bisa membuat Asrama yang lebih dekat dengan kampus. Supaya aset-aset yang ada ini, bisa bermanfaat bagi mahasiswa, khususnya masyarakat Sulut.
Mendengar apa yang disampaikan oleh ketua Fraksi Nasdem ini. Langsung ditanggapi oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sulut, Steve Kepel. Dia menyampaikan, berkaitan dengan Asrama di Bandung dan 3 Asrama di Bogor, nanti akan diteruskan kepada pimpinan. Dalam hal ini, Bapak Gubernur Sulut, Olly Dondokambey. (*)
Peliput: Meikel Pontolondo


Discussion about this post