• #12328 (tanpa judul)
    • Indeks Berita
  • Contact
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Kebijakan Privasi
  • Laman Contoh
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Talaud
  • Webtorial
Minggu, Juni 14, 2026
  • Login
Barta1.com
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
Barta1.com
No Result
View All Result
Home News Edukasi

Renungan Kristen 15 Maret 2024: Layani Tuhan, Peduli Orang Miskin

by Agustinus Hari
15 Maret 2024
in Edukasi
0
Renungan Kristen 14 Maret 2024: Jangan Menyusahkan Sesama

Ilustrasi renungan Kristen. (foto: freepik)

0
SHARES
199
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Manado, Barta1.com – Dalam renungan Kristen pada hari ini Jumat 15 Maret 2024 diberi judul: Layani Tuhan, Peduli Orang Miskin sesuai bacaan dalam RHK GMIM yakni Matius 26:11-12.

Sok suci, sok baik, sok peduli dan sok kasih kepada orang miskin, itulah yang dipertontonkan oleh Yudas Iskariot, ketika bereaksi melihat Maria mengurapi Yesus dengan minyak wangi narwastu yang mahal. Yudas mengeksploitasi kepentingan orang miskin untuk membenarkan dirinya dalam rangka menyerang dan menyalahkan perempuan yang tulus hatinya mengasihi, menghormati dan mengagungkan Yesus.

Dia lupa bahwa Gurunya, yakni Yesus Kristus adalah Tuhan yang maha tahu. Karena segala sesuatu ada karena Dia yang sudah jauh lebih dulu ada, sebelum segalanya ada. Meski menjadi Manusia, Dia tetap pada hakekat sejati-Nya sebagai Tuhan yang maha tahu dan juga mahakuasa, tetapi juga maha baik dan maha kasih.

Yudas tahu bahwa Yesus sangat peduli dan sangat mengasihi orang miskin. Itulah sebabnya dia memanfaatkan situasi saat itu untuk “cari muka,” kata orang Manado. Dia berusaha mengambil hati Yesus untuk membenarkan dirinya. Sekaligus untuk pencitraan di antara semua yang hadir seakan-akan dia adalah orang yang paling peduli dengan orang miskin. Padahal, situasi pada waktu itu lain. Karena Yesus sudah berulang kali mengatakan bahwa Dia akan diserahkan untuk disiksa, menderita sengsara dan akan dibunuh dengan cara tersalib.

Jadi sesungguhnya situasi saat itu adalah detik-detik perpisahan antara Yesus dengan para murid dan pengikut-pengikut-Nya, seperti yang berulang kali Yesus sampaikan. Jadi, secara manusia Yesus akan segera disalibkan dan mati. Dengan demikian, Dia akan segera terpisah dengan mereka. Sedangkan orang miskin, akan selalu ada waktu itu, hingga sekarang ini. Selain itu, sebelumnya, Yesus telah melakukan banyak hal untuk orang miskin. Termasuk rela berkorban dan mati juga bagi mereka.

Nah, ketika Yesus akan terpisah dengan mereka, itu artinya Yesus sudah menyelesaikan pekerjaan pelayanan dan misi-Nya di dunia ini. Semua telah dikerjakan-Nya dengan sempurna, termasuk untuk menolong orang miskin. Waktu Yesus di bumi sudah selesai, dan para murid lah yang akan melanjutkan tugas melayani orang miskin dan semua orang.

Maka ketika perempuan itu (Maria) meminyaki Dia dengan minyak wangi narwastu yang mahal itu, bukanlah tanda pemborosan. Juga bukan berarti mengabaikan hak-hak orang miskin. Tapi karena memang waktunya Yesus akan mengakhiri masa hidup-Nya di dunia. Itulah sebabnya, Yesus menegaskan kepada Yudas bersama murid-murid yang lain dan orang-orang yang ada saat itu, bahwa apa yang dilakukan Maria itu adalah untuk mempersiapkan perpisahan dengan-Nya, yakni persiapan untuk penguburan-Nya.

Akal bulus Yudas yang diketahui Yesus itu, sesungguhnya adalah wujud pemutarbalikan fakta sekaligus siasat liciknya untuk berlindung dari kejahatannya yang sudah terencana untuk menjual (mengkhianati) Guru sekaligus Tuhannya. Yesuspun menegaskan semuanya itu agar dia semakin sadar bahwa Yesus sesungguhnya memberikan peringatan kepada-Nya atas segala rencana jahatnya itu. Sebab semua yang dia lakukan hanya kamuflase atau kepura-puraan saja.

Maka Yesus menyentuh hati Yudas dan para murid dengan kenyataan kesengsaraan yang harus Dia tanggung hingga mati disiksa tersalib. Si Maria mempersiapkan Yesus menuju kematian-Nya. Jadi, dia melakukan apa yang baik kepada Yesus. Bukan pemborosan atau dosa atau kejahatan.

Demikian firman Tuhan hari ini: “Karena orang-orang miskin selalu ada padamu, tetapi Aku tidak akan selalu bersama-sama kamu. Sebab dengan mencurahkan minyak itu ke tubuh-Ku, ia membuat suatu persiapan untuk penguburan-Ku,” (ay 11-12).

Yesus sangat mengasihi orang miskin, lebih dari siapapun. Bahkan lebih dari orang miskin mengasihi dirinya sendiri. Maka Dia menitipkan kepada murid-murid-Nya. Bahwa orang miskin akan selalu ada bersama mereka (kita). Artinya selama kita hidup di dunia ini, kita harus mengasihi dan lebih peduli lagi dengan orang miskin. Sedangkan Yesus, akan kembali kepada Bapa-Nya setelah Dia disiksa, menderita, sengsara dan mati disalibkan. Sejak saat itu, Yesus secara manusia sudah terpisah dari orang miskin.

Adalah tugas dan tanggungjawab kita selama berada di dunia untuk mengasihi dan peduli kepada orang miskin. Karena ada waktunya manusia tidak lagi berurusan dengan orang miskin, yakni ketika dia telah dipanggil pulang ke haribaannya. Maka selama masih hidup dan ada kesempatan, berbuatlah baik dan benar, kasihilah orang miskin. Karena mereka adalah “titipan” tugas yang harus kita layani bersama sesama lainnya. Kasihilah Tuhan dengan mengasihi sesama terutama orang miskin, seperti kita mengasihi diri kita sendiri. Itu baik di hadapan Tuhan. Pastilah kita diberkati-Nya dalam segala hal, amin.

Penulis : Agustinus Hari
Sumber : RHK GMIM

Barta1.Com
Tags: 15 Maret 2024Renungan KristenRHK GMIMTuhanTuhan YesusYesus KristusYudas Iskariot
ADVERTISEMENT
Agustinus Hari

Agustinus Hari

Pemimpin Redaksi di Barta1.com

Next Post
Stefanus BAN Liow Minta Menteri ESDM Hormati Putusan MA Kasus Tambang Sangihe

Peringkat ke-3 Pemilu 2024, Stefanus BAN Liow: Terima Kasih kepada 216.126 Pemilih

Discussion about this post

Berita Terkini

  • KMPA Tansa dan KPAB Nucifera Tebar Kepedulian 14 Juni 2026
  • Perkuat Advokasi Hukum, AJI Manado Gelar Pelatihan Paralegal Bersama LBH Pers 13 Juni 2026
  • Monolog Bung Karno Pecah di Festival Bung Karno Manado, Nehemia Takaseda Tuai Apresiasi Penonton 13 Juni 2026
  • Dosen Administrasi Bisnis Polimdo Dorong Digitalisasi Rumah Kayu Woloan Lewat Pelatihan SEO dan Brand Visual 13 Juni 2026
  • KH. Hairudin Bandu Kembali Nahkodai APPSI Kota Bitung 12 Juni 2026

AmsiNews

  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In