Manado, Barta1.com – Renungan Kristen pada hari ini Rabu, 28 Februari 2024 berjudul: Injil Menyelamatkan Nyawa dengan bacaan Alkitab Markus 8:35.
Alkisah, ada seorang hamba Tuhan mengajarkan jemaatnya bahwa sorga itu sangat indah. Sangat menyenangkan. Jauh lebih indah dan menyenangkan daripada di dunia. Sebab di sana ada kebahagiaan kekal, di mana kita hidup bersama Tuhan. Di sana tidak ada kesedihan, tidak ada kesusahan, tidak ada pergumulan. Di sana tidak ada pertentangan, permusuhan, iri hati, dengki.
Yang ada hanyalah kebahagiaan, melebihi kebahagiaan memiliki apapun di dunia. Tidak ada yang sakit, tidak ada yang saling melukai, tidak ada dendam, apalagi dendam politik dll. Semuanya telah tersedia dengan baik untuk kebaikan kita. Allah menyediakan segalanya dengan sempurna. Maka berbahagialah semua orang yang akan masuk ke dalam sorga. Karena kedamaian abadi, kita hanya dapatkan di sorga baka nan mulia.
Tapi seorang jemaat kemudian bertanya padanya. Apakah pak pendeta kalau sakit, pergi ke dokter atau rumah sakit untuk berobat? “Yah,” jawab si hamba Tuhan. Kemudian dia bertanya lagi: “Kalau memang sorga itu indah, mulia, menyenangkan, membahagiakan dan tidak ada penderitaan sama sekali, jauh lebih indah, menyenangkan dan membahagiakan dari dunia, kenapa waktu sakit pak pendeta harus berobat ke dokter. Kenapa tidak memilih biar saja, toh kalau saya mati, saya masuk sorga dan menikmati kebahagiaan kekal, tidak seperti di dunia?”
Sang hamba Tuhan tentu punya jawaban secara teologis atau secara iman atau alasan lain. Sama dengan kita. Artinya bahwa kecenderungan orang kebanyakan, yang masih normal, akan mempertahankan hidupnya atau nyawanya. Masih ingin hidup lagi di dunia dengan lebih memilih menyelamatkan nyawanya dari pada kepentingan yang lain. Yah, itu hal yang manusiawi. Bahwa setiap orang akan memilih nyawa daripada apapun.
Jika ditanyakan kepada kita, pilih mana? Nyawa atau harta? Pekerjaan, jabatan atau nyawa? Pilih kehormatan atau nyawa? Jawabannya hampir dipastikan semua memilih keselamatan nyawa. Sikap dasariah manusia yang cenderung mempertahankan eksistensi hidupnya di dunia dengan mengutamakan keselamatan nyawa ini, sangat diketahui oleh Yesus. Itulah sebabnya, berbagai cara dilakukan manusia untuk mempertahankan nyawanya. Yesus tahu semuanya itu.
Karena itu, di hadapan orang banyak itu Yesus mengajarkan mereka tentang kunci supaya nyawa mereka selamat. Bahwa justeru ketika manusia mengutamakan memikirkan keselamatan nyawanya, dia justeru akan kehilangan nyawanya. Siapa yang menyelamatkan nyawanya, akan kehilangan nyawanya. Nah, agar nyawa manusia selamat, Yesus mengatakan mereka harus hidup dalam Dia dan dalam Injil. Sebab, siapa yang kehilangan nyawanya karena Yesus dan karena Injil, ia akan menyelamatkannya.
Mengapa demikian? Karena nyawa manusia ada di tangan Tuhan. Nyawa manusia ciptaan dan anugerah-Nya. Apapun dan siapapun kita, jika Kristus telah mengambil nyawa kita, maka habis dan hilanglah nyawa kita itu. Kita dan nyawa kita adalah ciptaan, milik dan ada dalam kekuasaan Tuhan. Karena itu, agar kita tidak kehilangan nyawa, maka carilah dan hiduplah di dalam sang pemberi tetapi juga pencabut nyawa. Tak ada satupun manusia, siapapun dan apapun dia yang dapat menolak atau melawan jika Allah dalam Tuhan Yesus mengambil nyawanya.
Tetapi, jika kita hidup dalam Dia dalam iman dan percaya pada-Nya, sedia menderita demi Injil, maka kita telah menyelamatkan nyawa kita. Karena itu hiduplah dalam Tuhan. Sebab bersama Tuhan, kita mendapatkan nyawa bukan hanya di dunia yang sifatnya sementara, tetapi justeru memperoleh nyawa yang tidak akan pernah habis, yakni ketika kita hidup bersama-Nya di sorga mulia. Di situ, nyawa kita tidak akan pernah habis. Untuk mendapatkan nyawa yang bersifat permanen dan kekal, yang tiada habisnya itu, kita harus hidup dalam Tuhan, setia dan taat pada-Nya, tekun mengabarkan Injil dan terus melakukan firman-Nya dalam hidup kita.
Demikian firman Tuhan hari ini: Karena siapa yang mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku dan karena Injil, ia akan menyelamatkannya, (ay 35).
Injil lebih berharga dari nyawa. Itu pengajaran Yesus. Yesus adalah Injil itu sendiri. Jadi, jika kita ingin nyawa kita selalu terpelihara dan selamat, maka kebarkanlah Injil. Tebarkanlah Injil baik dalam perkataan, maupun dalam perbuatan. Saksikan Injil Kristus kepada semua orang, walau harus menanggung beban berat. Ingatlah, upahmu sangat besar, bukan hanya di bumi, tapi juga di sorga.
Peliharalah Injil, maka nyawa kita terpelihara. Hiduplah dalam Kristus, maka Kristus akan selalu dalam hidup kita. Karena Kristus pemilik dan pengatur nyawa manusia, maka carilah Sang Sumber dan pengatur nyawaku. Maka selamatlah nyawa kita, di bumi dan sampai kekal, amin.
Penulis : Agustinus Hari
Sumber : RHK GMIM


Discussion about this post