Manado, Barta1.com – Kembali dengan Renungan Kristen pada hari ini Senin 8 Januari 2024 dengan judul Sunat Hati dan Iman Dalam Kristus sesuai bacaan Alkitab dari Filipi 3 : 3 – 4a.
Penginjilan rasul Paulus di jemaat Filipi sebenarnya cukup sukses. Jemaat sudah dewasa bahkan sempurna dalam iman kepada Kristus. Bahkan mereka turut serta membantu Paulus memberitakan Injil bukan hanya di Filipi, tapi juga di tempat yang lain. Itulah sebabnya, rasul Paulus sangat mengasihi mereka karena kedewasaan hidup beriman mereka yang bertumbuh luar biasa.
Namun di balik itu, kalangan tua-tua Yahudi tidak suka dengan mereka. Sebab menurut mereka, keselamatan hanya milik orang Yahudi saja dan harus mengikuti tradisi mereka terutama hukum Taurat. Di mana semua orang harus disunat dulu, baru beroleh keselamatan. Karena itu, mereka menyerang orang percaya dan menyebut mereka sesat karena tidak disunat dan juga bukan dari kalangan mereka.
Masalah sesungguhnya adalah, mereka merasa tersaingi ataa penginjilan Paulus dan timnya yang sangat berhasil, sehingga semakin banyak dan terus bertambah banyak orang percaya pada Yesus. Sehingga, mereka kehilangan popularitas tapi juga pendapatan dan kewibawaan rohani mereka. Apalagi banyak di antara mereka berperan sebagai penyunat (tukang sunat). Mereka melihat secara lahiriah bahwa siapapun yang tidak disunat adalah sesat.
Namun, Paulus menegaskan bahwa yang penting adalah bukan sunat lahiriah, tetapi sunat hati dan sunat secara iman. Artinya, sikap hati dan prilaku hidup mereka yang percaya taat kepada Kristus, itu yang lebih penting. Karena sesungguhnya keselamatan hanya ada di dalam Kristus. Kelahiran, kematian dan kebangkitan Yesus, itulah yang membuat kita diselamatkan. Bukan karena taat kepada hukum Taurat karena Kristus telah datang menggenapi dan menyempurnakan hukum Taurat. Karena Dia adalah Tuhan dan Juruselamat dunia yang sejati dan sesungguhnya.
Karena itu, sebenarnya hal yang paling penting dalam sunat adalah sunat hati dan sunat dalam iman kepada Kristus. Musa juga mengajarkan kepada orang Israel tentang pentingnya umat disunat hatinya. Artinya, meski disunat secara lahiriah tapi kalau hatinya tetap bebal dan suka melawan Tuhan, itu sia-sia dan tiada maknanya sedikitpun. Jadi, bukan sunat lahiriah yang penting, tapi sunat hati, yakni umat memiliki hati yang melekat kepada Tuhan, mengasihi Dia dan melakukan perintah-Nya di dalam Yesus Kristus. Itulah sunat iman.
Dengan perantaraan Musa, Allah berfirman: “atau bila kemudian hati mereka yang tidak bersunat itu telah tunduk dan mereka telah membayar pulih kesalahan mereka, maka Aku akan mengingat perjanjian-Ku dengan Yakub; juga perjanjian dengan Ishak dan perjanjian-Ku dengan Abraham pun akan Kuingat dan negeri itu akan Kuingat juga. (IM 26:41b-42) Juga dalam Ulangan 10:16, Allah berfirman: “Sebab itu sunatlah hatimu dan janganlah lagi kamu tegar tengkuk.”
Artinya adalah percuma dan tidak ada artinya jika umat disunat tapi hatinya masih keras, suka melakukan dosa, tegar tengkuk, bebal dan melawan Tuhan. Justeru Kristus datang untuk membaharui semuanya itu. Bahwa yang paling penting sebenarnya adalah perbuatan kita yang mencerminkan kasih kepada Tuhan dan kepada sesama, bukan pada sunat, menghafal hukumnya atau hal-hal lahiriah lainnya. Paulus menegaskan bahwa hal seperti itu, sudah dia lakukan jauh sebelumnya.
Demikian firman Tuhan hari ini: karena kitalah orang-orang bersunat, yang beribadah oleh Roh Allah, dan bermegah dalam Kristus Yesus dan tidak menaruh percaya pada hal-hal lahiriah. Sekalipun aku juga ada alasan untuk menaruh percaya pada hal-hal lahiriah, (ay 3-4a).
Paulus mengingatkan jemaat Filipi bahwa sunat dalam iman kepada Kristus adalah sunat hati, yakni sunat dalam ketaatan kita beribadah kepada Kristus dalam Roh dan kebenaran-Nya, bermegah dalam prilaku hidup yang memuliakan Allah. Artinya menjaga kekudusan hidup dan menjauhi yang jahat dalam hati, pikiran, perkataan maupun perbuatan. Bukan terarah dan fokus pada hal-hal lahiriah saja. Karena itu adalah kesia-siaan di hadapan Tuhan bahkan untuk diri kita sendiri, seperti yang dialami dan pernah dilakukan Paulus.
Jadi yang paling penting adalah bagaimana cara hidup yang diubahkan menurut kehendak Kristus. Seperti yang diajarkan dan telah diteladankan Tuhan Yesus Kristus kepada kita umat-Nya. Sebab, apapun yang kita dapatkan di dunia ini, semua berasal dari Kristus. Berkat melimpah dan keselamatan hanya kita beroleh atas anugerah-Nya. Maka ubahlah hati kita menjadi lebih taat dan setia pada-Nya.
Maka carilah Tuhan. Muliakan Kristus dalam prilaku hidup kita. Taat dan setialah pada-Nya, beritakanlah Injil, baik atau tidak baik keadaan-Nya. Tuhan Yesus menyertai dan memberkati kita untuk jadi berkat bagi semua orang, amin.
Penulis : Agustinus Hari
Sumber : RHK GMIM


Discussion about this post